Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Merasa tak percaya diri


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Seorang gadis tengah menggeliat pelan diatas tempat tidur dan sambil bergelung dengan selimut hangat yang membungkus tubuhnya.


Dalam hitungan detik mata indah itu seketika terbuka.


"Huft...apa sudah pagi"....


Cicitnya sambil mengucek kedua matanya dan perlahan mendudukkan tubuhnya dan mundur secara perlahan sambil meraba-raba untuk mencari kepala ranjang, setelah menemukannya disusunnya bantal itu dengan sedemikian rupa agar dirinya bisa bersandar.


Kegiatannya ini tak luput dari sepasang mata tajam yang saat ini berada diatas sofa tak jauh dari ranjang.


Serkhan seketika menyendu saat melihat pujaannya seperti itu, segala kekurangan yang ada pada bella tak membuat gadis itu menjadi manja, malah sebaiknya dia terlihat mandiri sekali tanpa merepotkan orang-orang disekitarnya.


Bella yang masih termenung lantas meraba sekitarnya kembali untuk mencari penyangga yang biasa digunakan saat dia masih dirumah lama,karena saat ini bella ingin buang air kecil.


"Dimana ya"...


Gumamnya pelan sambil meringis.


Serkhan yang melihatnya lantas mendekat ke arah bella.


"Cari apa yang?"...


Tanyanya saat sudah berada didekat bella.


"Astaga.."...


Jengkitnya saat tiba-tiba mendengar suara laki-laki didekatnya sambil memegang dadanya.


"Maaf mas mengagetkan, sayang cari apa, heum?"...


Tanyanya sekali lagi.


"Bella lagi cari tongkat bella, mas lihat dimana nggak tongkat bella?"...


Tanyanya sambil melanjutkan meraba sekitarnya.


"Buat apa yang?"...


Tanya serkhan kembali.


"Ckkk...bella mau kekamar mandi mas, kebelet nih"...


Decaknya.


Hup..


"Kyakk...mas turunin...bella mau dibawa kemana?"...


Jeriknya saat tiba-tiba tubuhnya melayang diudara dan secara reflek bella merangkulkan tangannya ke leher serkhan.


"Shutt...bukannya sayang ingin buang air kecil, mas yang akan membantu mulai sekarang okey"...


Ucapnya sambil melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.


Blush...


Bella seketika blushing mendengar ucapan dari serkhan, ya ini kali pertama dirinya digendong hingga kekamar sedangkan saat dirumah dulu bersama baron dan dedi, mereka hanya mengarahkan saja hingga didepan kamar mandi.


"Nah, ini klosetnya, dan ini selangnya, nanti akan ada yang membantu sayang untuk mandi"...


Jelasnya saat mendudukkan tubuh bella diatas kloset yang masih tertutup.


"Nggak usah mas, bella bisa mandi sendiri"...


Cegahnya saat mendengar akan ada orang yang membantunya mandi, huft...memalukan...


batinnya.


"Ya sudah, mas aja kah yang mandiin?"...

__ADS_1


Godanya sambil tersenyum walaupun pujaan hatinya tak melihat senyuman indahnya.


Blush.


"Ishhh...apa sih mas mesum banget... udah buru mas keluar, bella kebelet nih"...


Usirnya dengan wajah memerah sambil menggerak-gerakkan kakinya.


"Baik lah, nanti mas akan pergi sebentar dan sayang akan ditemani oleh perawat lina, dia yang akan menjadi teman sayang selama mas berada diluar"...


Jelasnya.


Cup.


Serkhan berlalu meninggalkan bella yang masih terbengong setelah memberikan ciuman lembut dikeningnya dan saat sudah mendengar bunyi pintu tertutup bella langsung membuka kloset untuk menuntaskan hajatnya.


Sedangkan serkhan langsung keluar dari kamar yang ditempati bella dan ternyata saat membuka pintu disana sudah ada abbas bersama seorang wanita berseragam.


"Selamat pagi Tuan muda"...


Sapanya sambil membungkukkan badannya.


Sedangkan wanita yang berada dibelakang abbas masih memandang lelaki yang baru keluar dari dalam kamar, ya dia menatapnya tanpa berkedip dan seketika dirinya terpesona akan ketampanan pria bule dewasa namun dirinya langsung menundukkan wajahnya saat mata tajam itu bertemu dengannya.


"Hem...apa dia orangnya?"...


Tanyanya dengan nada tegas dan datar sambil memindai wanita yang usianya sekitaran 25 tahunan itu.


"Iya Tuan, ini perawat lina yang saya ceritakan semalam"....


Jawabnya sambil menggeser tubuhnya agar Tuannya lebih jelas melihat lina.


"Dengar, Kau ku gaji tinggi, jangan sampai kau membuat kesalahan sedikitpun apalagi hingga membuat calon istriku kenapa-kenapa, apa abbas sudah memberitahumu?"...


Tanyanya tegas.


"Su..suddahh Tuan muda"...


Ucapnya terbata-bata saat mendengar ucapan disertai ancaman dari calon Tuannya itu.


Jelasnya sambil berlalu meninggalkan abbas dan lina, ya serkhan akan menuju kerumah sakit untuk menemui calon mertuanya yang akan bersiap pulang.


Ceklek.


Pintu kamar terbuka dengan lebar dan seketika lina terpana akan keindahan kamar yang besar nan mewah itu.



"Dengar, jangan sampai kamu membuat kesalahan sedikitpun paham"...


Tegasnya saat abbas membalikkan badannya agar berhadapan dengan perawat lina.


"Dan jangan sekali-sekali kamu berfikir untuk mendekati Tuan muda, atau aku yang akan membuat hidupmu menderita".


Sambungnya dengan sorot mata menajam membuat nyali lina ciut seketika.


"Pa...paham...Tuan"...


Ucapnya dengan terbata-bata sambil menganggukkan kepalanya.


"Disana, tempat barang-barang Nyonya, kamu bisa langsung lakukan tugasmu dsn segera masuk ke dalam kamar mandi mungkin Nyonya bella membutuhkan bantuanmu"...


Tunjuknya ke arah dimana walk in closed berada dan langsung berlalu meninggalkan lina ketika melihat menganggukkan kepalanya pelan.


Brak.


Pintu telah ditutup oleh abbas, membuat perawat lina seketika bernafas lega.


Huft...


"Gila ya, auranya dingin banget berasa kaya di kutub utara aja"

__ADS_1


Gumamnya pelan dan langsung berjalan menuju ruangan dimana dia akan mengambilkan baju untuk calon majikannya itu.


"Ckkk...buset...jiwa miskeun ku meronta-ronta bang"...


Pekiknya saat kedalam ruangan yang dipenuhi dengan barang-barang mewah.



Setelah terkagum sebentar lantas lina mengambil sebuah dress beserta yang lainnya dan segeralah dirinya meninggalkan walk in closed dan menyimpan dress tersebut diatas tempat tidur lalu dilanjutkan menuju kamar mandi.


Tok...tok..tok...


"Nyonya, ini saya perawat lina, bolehkah saya masuk"...


Teriaknya sambil mendekatkan telinganya ke arah daun pintu.


"Ya masuklah"...


Sahutan dari dalam terdengar.


Ceklek.


Lina segera membuka pintu kamar mandi dan langsung disuguhkan keindahan ruangan tersebut.



Dan saat matanya menjelajahi area kamar mandi, lantas matanya menangkap tubuh seseorang yang sedang berada diatas toilet dan masih menggunakan pakaian tidur.


"Nyonya"...


Panggilnya saat sudah berada didekat bella.


"Ohh...hay, panggil saja bella"...


Ucapnya dengan ramah dengan pandangan mengarah kedepan tanpa melihat ke arah lina yang posisinya berada agak menyamping.


"Ckkk...Tuan kok mau sih sama gadis cacat gini, apa yang dibanggain dari nih orang,"...


Batinnya dalam hati sambil memandang sinis bella.


"Perawat lina"...


Panggilnya saat tak mendengar ucapan balasan dari lina.


"Ohhh maaf kan saya Nyonya, mari saya bantu untuk membersihkan diri"...


Ucapnya dengan nada dibuat sehalus mungkin namun bolanya menatap malas.


Sedangkan bella hanya tersenyum getir seakan tau bahwa wanita itu seakan mengejeknya.


Lina melakukan pekerjaannya dengan cekatan walaupun dalam hati menggerutu kesal, ya lina baru datang dari kampung dan masuk ke yayasan penyalur pekerjaan dan disanalah lina direkomendasikan kepada abbas saat dia tengah mencari seorang perawat untuk calon Nyonyanya.


ASSALAMUALAIKUM...


BAGAIMANA KABAR PARA READERS, AUTHOR DOAKAN SEMOGA DALAM KEADAAN SEHAT SEMUA...


AMIINN...


TETAP SEMANGAT YA UNTUK MENANTI KELANJUTAN DARI MAS DUDA DAN SI SEKSI NESSA.


JANGAN LUPA, LIKE SETELAH MEMBACA SERTA BERI DUKUNGAN DAN BERI GIFT...


BACA JUGA KARYA KEDUA AUTHOR...



CERITANYA NGGAK KALAH SERU KOK SAMA PASANGAN SERKHAN DAN NESSA.


YANG PENASAN YUK KEPOINπŸ€—πŸ€—πŸ€—


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2