
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.vote.gift
Setelah melakukan kegiatan olah raga kenikmatan dari sore hingga malam dan menguras seluruh tenaganya, bagaimana tidak terkuras jika sang suami membuatnya lemas tak berdaya hingga mencapai puncak berkali-kali sedangkan suaminya hanya sekali saja dan itu membuat Nessa memejamkan mata setelah selesai melakukan pergulatan panas tersebut beberapa saat yang lalu.
"Cape, heum"...
Tanya Serkhan sambil menyeka wajah sang istri yang masih dipenuhi peluh akibat pergulatan mereka barusan.
"Nggak usah nanya mas, heran nessa sama mas kuat banget jangan-jangan mas minum obat kuat lagi?"...
Tuduhnya dengan bibir mengerucut kebawah tanpa membuka matanya.
Hahahahahaha...
Tawanya seketika pecah saat mendengar tuduhan yang dilontarkan oleh istri mungilnya ini.
"Tanpa obat kuat saja sayang sudah begini, gimana ceritanya kalau mas beneran minum obat kuat, padahal cuma 2 jam aja looo yang, ini aja masih pengen"...
Ucapnya santai sambil terus memandangi wajah cantik istrinya yang tanpa polesan dengan sedikit menggerakkan pinggulnya karena serkhan belum melepas penyatuan mereka.
Pyarr...
Seketika mata nessa terbuka sempurna.
Bugh...
"Auww...kok mas dipukul sih"...
Aduhnya padahal pukulan sang istri tidak sakit sama sekali dan goyangan pinggulnya terhenti.
"Stop mas...ihhh nggak cape apa gimana sih mas nih...terus 2 jam mas bilang cuma, astaga... punya suami gini amat ya"...
Umpat Nessa sambil menepuk jidatnya pelan dan tak berani bergerak sebab dibawah sana penyatuan mereka belum terlepas.
Serkhan terkekeh geli mendengar umpatan sang istri.
"Abisnya enak sayang, punyamu sempit dan menggigit"...
Bisiknya dengan sensual.
"Ihhh stop...stop...nessa cape mas, mas nih tega banget nggak kasih makan nessa?"...
Ucapnya pura-pura merajuk sambil melengoskan kesamping karena dirinya merasakan naga sang suami mulai membengkak didalam intinya.
Serkhan menepuk jidat pelan dan seketika menengok kearah jam, pantas saja istrinya kelaparan karena sekarang waktu sudah menunjukkan untuk makan malam karena saking asyiknya menikmati percintaan dengan sang istri membuatnya tak sadar jika sudah mala..
Ploph...
"Euugghhhh"...
Nessa melenguh pelan saat naga suaminya dicabut oleh sang empu membuatnya seketika menatap sang suami.
"Maaf sayang, maafin mas...yasudah sayang bersihkan tubub dulu ya, sebentar mas pesankan makanan"...
Ucapnya dengan nada bersalah sambil turun dari tempat tidur tanpa menggunakan boxer lebih dulu membuat nessa menganggukkan kepalanya saja namun wajahnya memerah saat melihat naga suaminya langsung dan kembali berdiri dengan sempurna membuatnya mengalihkan pandangannya.
Serkhan mengikuti arah pandang sang istri dan saat pandangannya menunduk dirinya seketika terkekeh geli saat sinaganya tengah terbangun dan berdiri tegak, padahal bukan hal pertama mereka melakukannya namun istrinya masih saja malu jika menatap sinaga secara langsung.
Happ...
Nessa terpekik seketika saat tubuhnya tiba-tiba melayang diudara dan nessa melayangkan tatapan tajamnya sambil memberengut kesal.
Serkhan nampak acuh ketika melihat wajah masam serta kesal sang istri, dirinya langsung melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah sampai dikamar mandi dan mendudukkan tubuh naked istrinya diatas klosed, serkhan langsung menuju bathtube dan mengalirkan air untuk berendam sang istri sambil mengatur suhu air dengan menambahkan beberapa tetes cairan aromaterapy.
"Sayang berendam dulu ya, mas mau nelfon Abbas kata sayang tadi dia nelfon kan?"...
Tanya serkhan saat sudah berada dihadapan nessa dan nessa menganggukkan kepalanya pelan sambil merentangkan kedua tangannya dan tersenyum manis.
"Uluh...uluh...manjanya"...
Godanya dan dibalas cengiran oleh nessa.
Hap.
Serkhan mengangkat tubuh sang istri dan dipindahkannya kedalam bathtube yang sudah siap untuk merendam tubuh nessa.
Cup.
"Mas, tinggal dulu"...
Pamitnya setelah mencium kening istrinya
"Iya mas"...
Jawabnya sambil menikmati sensasi hangat serta wangi menenangkan didalam bathtube tersebut.
Serkhan melangkahkan kakinya namun sebelum keluar serkhan sudah menyambar sebuah handuk yang tersedia didalam kamar mandi itu.
Diambilnya ponsel yang berada diatas nakas lalu Serkhan mendudukkan tubuhnya disisi ranjang dan benar saja ada 2 panggilan tak terjawab dari Abbas namun sebelum menelfon abbas dirinya mencari kontak lain dahulu.
Tut...tut...
Tak perlu waktu lama panggilannya segera diangkat.
📞Halo Tuan muda..
Titahnya lantas menutup panggilan tanpa mendengar jawaban dari sebrang sana.
Serkhan kemudian mencari ID Abbas dan menelfonnya.
Tut...tut...tut...
📞Halo Tuan muda.
"Bagaimana?"...
Tanyanya to the point, karena dia tau jika abbas menelfon pasti mengenai tersangka penculikan istrinya beberapa bulan lalu.
📞Kami sudah menemukannya Tuan, Jadi bagaimana selanjutnya?"...
Tanya abbas.
Serkhan menyeringai senang, karena dirinya akan tau siapa yang sudah berani mengusik kehidupannya dan menyakiti orang yang dicintainya.
"Kumpulkan semua bukti dan masukkan kepenjara, buat dia mendekam didalam sel selamanya"...
Titahnya.
📞Apa Tuan yakin ingin langsung memasukkan kedalam penjara langsung?
Tanya abbas yang ingin memastikan tentang pendengarannya.
"Hmmm....karena aku tak ingin mengecewakan istriku dengan melakukan sesuatu yang akan berdampak pada kehidupan kami kedepannya dan biarlah hukum yang bertindak"...
Jelasnya.
📞Baik Tuan muda, saya akan melakukan apa yang Tuan muda inginkan, maafkan saya jika pencariannya membutuhkan waktu yang lama.
__ADS_1
Ucapnya merasa bersalah karena hampir sebulan baru dia bisa menemukan pelakunya.
"It's okey, thanks bas"...
Klik.
Setelah mematikan ponselnya serkhan memandang kearah luar jendela sambil menghela nafas kasar.
Ya...dirinya bukan seorang mafia yang akan membalas dengan hal serupa jika ada yang disayangi dilukai seperti itu, karena dia tak ingin hal ini berkelanjutan apa lagi jika nanti mereka mempunyai keturunan dan akan berdampak buruk pada keturunannya kelak.
Tok...tok...tok...
Serkhan melangkahkan kakinya menuju pintu.
Ceklek.
Malik menundukkan kepalanya sedikit saat pintu terbuka dan Tuan mudanya yang membukakan pintu.
"Ini Tuan muda pesanan anda"...
Ucapnya sambil menyerahkan dua buah paperbag dan langsung diterima olleh serkhan.
"Terima kasih malik, maaf mengganggu dan sekalian pesankan makan malam untuk kami"...
Pintanya dan disanggupi oleh malik.
Serkhan menutup pintu lalu menguncinya dan meletakkan paperbag yang dibawanya tadi ke atas ranjang hotel.
Setelah itu serkhan menuju kekamar mandi untuk melihat sang istri.
Ceklek.
Pintu dibuka olehnya membuat nessa menengokkan kepalanya lantas tersenyum saat sang suami muncul.
"Sudah berendamnya?"...
Tanya Serkhan dengan lembut sambil perlahan mendekat dan duduk dipinggiran bathtube.
"Eum...sudah mas"...
Jawabnya sambil tersenyum manis dan disambut senyuman oleh serkhan.
Serkhan langsung mengangkat tubuh sang istri namun sebelumnya dirinya sudah menanggalkan handuk yang dipakainya.
Hap.
"Mas"...
Pekiknya karena sang suami melepas handuknya dan dilihatnya naga suaminya yang sudah berdiri tegak seperti tadi.
"Nggak apa-apa sayang, dia sudah jinak"...
Bisiknya dengan perlahan menuju ke shower untuk membilas tubuh sang istri.
Beberapa menit kemudian acara memandikan istrinya sudah selesai tanpa melakukan pertempuran lanjutan sebab serkhan tau jika istrinya sudah kelaparan.
Mereka menghabiskan waktu dihotel tersebut dan sekalian bermalam dihotel, honeymoon lanjutan kata serkhan.
HALOHA READERS...
Maafkan mom yang telat update😁😁
Like.vote.gift
Salam cium😘😘😘
__ADS_1