
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Kita tinggalkan sejenak pasangan SerNes yang segala keruwehan dalam menghadapi tingkah sibumil dengan segala dramanya, kita ✈✈ ke Negara tercinta Indonesia.
Dua orang wanita yang berbeda generasi sedang menatap bangunan berlantai satu namun terlihat besar, dengan perasaan berbeda pula yang dirasakan keduanya namun wanita yang lebih muda nampak gugup ketika melihat pemandangan tak jauh dari rumah itu.
Suara riuh canda dan tawa, terdengar ditelinganya bahkan ada juga suara tangisan terdengar namun bukannya merasa terganggu justru dirinya menerbitkan senyum dengan mata yang berkaca-kaca.
"Sayang, ayo...?"...
Seruan seorang wanita paruh baya terdengar membuat atensinya seketika teralihkan.
Dan dengan keyakinan yang dia punya dan mengucap Basmallah, perlahan langkah kakinya melewati pagar besi bercat abu-abu bahkan suara-suara tersebut kian terdengar nyaring, tangannya semakin menggenggam erat membuat wanita paruh baya tersebut seketika menghentikan langkahnya.
"Kenapa Fel?"...
Tanya sang mama sembari menengok kebelakang.
"Apa Feli sanggup merawat salah satu dari mereka nanti ma?"
Tanya Feli dengan ragu dan pandangannya tak lepas dari suara riuh ditanah lapang tersebut.
"InsyaAllah bisa sayang, nanti mama akan bantu"...
Ucap Denia menenangkan hati sang putri.
Pandangan Feli seketika terarah ke sang mama yang kini tersenyum membuat dirinya pun ikut tersenyum.
Ya...mereka sekarang sudah berada di Negara kelahiran sang mama, bahkan hampir satu minggu mereka telah tiba dan menyewa salah satu apart yang cukup untuk mereka tinggali berdua.
__ADS_1
Setelah pesta penyambutan atas keluarnya Nessa, Denia memang langsung berpamitan kepada keluarga Helena termasuk dengan Nessa.
Bahkan mereka ikut mendoakan yang terbaik namun Denia belum bisa berucap dengan jujur tentang siapa putrinya karena memang Feli dilarang untuk menemui Nessa dulu sebelum benar-benar pulih.
Wanita yang sudah menjanda dua kali itu memantapkan hatinya kali ini, walau dirinya belum bisa memiliki anak kandung paling tidak dirinya bisa merasakan mengurus seorang bayi.
Mereka lantas menemui pengurus panti asuhan Kasih Ibu dan setelah berbincang-bincang cukup lama, Denia langsung mengutarakan keinginan sang putri.
"Ya...disini Nyonya, kamar untuk anak yang masih bayi, bahkan ada yang baru masuk kemarin pagi"...
Jelas seorang wanita paruh baya yang usia sekitaran 55 tahun itu dan akrab dipanggil Umi Eni.
Ceklek.
Umi Eni lantas membuka pintu yang bertuliskan Baby's Room didaun pintu bercat putih tersebut.
Feli seketika speacless saat mendengar suara tangisan bayi saling bersahutan dan beberapa balita yang masih dibawah 3 tahun mengoceh dan tertawa riang dengan didampingi pengurus panti lainnya serta dibantu dengan anak panti yang sudah bisa mengajak bercanda para balita tersebut.
Langkah Feli mengikuti langkah Umi Eni yang kini berhenti di salah satu box, disana terdapat seorang bayi yang masih tertidur pulas tanpa terganggu sama sekali dengan suara bising disekitarnya, bayi yang mengenakan selimut ping serta topi senada membuat aura bayi gembul tersebut semakin terpancar akan kecantikannya.
Jelasnya sembari mengelus pelan pipi yang sangat chubby tersebut.
Mata Feli seketika berkaca-kaca bahkan kedua tangannya langsung terulur sendiri saat bayi perempuan tersebut menggeliatkan badannya dan mulutnya terbuka pelan sungguh membuat siapa saja pasti akan gemas melihatnya.
Dengan pelan Feli mengangkat bayi gembul tersebut bahkan kini bayi itu sudah berada didalam dekapannya dan saat itu juga bayi tertidur kembali dengan pulasnya.
"Sepertinya bayi itu nyaman dengan Nyonya"...
Ucap Umi Eni ketika melihat interaksi antara Feli dan bayi yang belum dinamai tersebut.
"Boleh kah Feli mengadopsinya umi, sepertinya Feli sangat jatuh cinta kepada bayi gemul ini"...
Ucapnya dengan penuh harap bahkan Feli melabuhkan kecupan-kecupan pelan pada pipi chuby bayi yang ada didekapannya.
"Apa kamu yakin sayang?"...
__ADS_1
Tanya Denia untuk memastikan bahwa kedepannya sang putri tak akan menyia-nyiakan bayi tak berdosa ini.
"Yakin ma, Feli sangat yakin... Cahaya akan menjadi putri Feli selamanya"...
Ucapnya dengan keyakinan yang pasti bahkan dirinya langsung jatuh cinta pada bayi yang kini nyaman didalam dekapannya.
"Cahaya nama yang bagus Nyonya, saya doakan semoga dia bisa menjadi Cahaya bagi Nyonya dan keluarga nanti"...
Doa Umi eni dengan tulus, bahkan dirinya pun setuju saat pilihan Feli jatuh pada bayi yang diletakkan begitu saja diteras panti, bahkan dimasukkan kedalam kardus dengan selimut lusuh membungkus badan gembulnya karena memang tak ada identitas sama sekali didalam kardus selain selimut lusuh.
Denia pun bahagia sekarang sang putri bisa merawat bayi walau bukan anak kandung, namun dia tetap akan memperlakukan Cahaya seperti cucunya sendiri.
Mereka lantas mengurus dokumen tentang pengadopsian bayi cantik tersebut setelah selesai Denia mendonasikan sedikit cuannya untuk membantu kelangsungan panti tersebut, bahkan dirinya berniat untuk menjadi donatur tetap walau mereka telah kembali ke Turki nantinya.
"Ma, haruskah kita langsung beli perlengkapan buat Aya?"...
Tanya Feli dengan pelan namun tetap terdengar antusias bahkan bibirnya menyunggingkan senyuman sedari tadi.
Denia menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum, dirinya bahagia melihat sang putri saat ini.
Sopir lantas melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan menuju ketempat toko perlengkapan Baby.
Sampai saat ini Feli masih belum percaya bisa memiliki seorang putri yang sangat cantik jelita, dirinya akan berusaha untuk menjadi mami yang lebih baik nantinya bagi Aya, nama panggilan untuk sang putri tercinta.
Dan dirinya berterima kasih dalam hati kepada ibu kandung yang melahirkan Aya, tanpanya pasti saat ini dia tak akan membawa Aya, karena sejak pertama memandang bayi ini dia langsung jatuh hati padahal banyak juga bayi lainnya namun usianya sudah diatas Aya.
Feli tak henti-hentinya mengucap syukur pada Sang Pemilik Hidup, walaupun dirinya belum bisa menjadi seorang wanita yang sempurna namun dia masih bisa menjadi seorang ibu walau lewat jalan adopsi.
Dia sudah tak memikirkan kebahagiaannya sendiri, yang dia fikirkan mulai saat ini adalah kebahagiaan sang putri namun tetap dia akan mendidik dengan semestinya dan tidak akan terlalu memanjakannya demi masa depan Cahaya sendiri.
Cahaya Aurora Alexander nama yang disematkan untuk sang putri tercinta, putri cantik yang akan membawa kebahagiaan wanita yang sudah menjanda dua kali ini untuk menemukan labuhan terakhirnya dan akan menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Alexander.
Cahaya yang akan menyinari kehidupan bagi seorang wanita berusia 37 tahun ini bahkan Feli sudah merancang untuk masa depan sang putri.
Jika ditanya apakah masih ada rasa takut, jawabannya adalah iya...dia takut suatu saat nanti Cahaya akan pergi meninggalkannya jika ibu kandungnya datang mencari namun sebelum hari itu datang dia akan mencurahkan segala kasih sayang yang dia punya.
__ADS_1
Wah...kira-kira siapa ya jodoh buat mantan janda dua kali ini🤔🤔🤔