
Happy Reading๐ค๐ค๐ค
Serkhan tak pernah bosan untuk terus mengecap dan ******* bibir seksi milik gadis yang berada didalam dekapannya ini, ingin rasanya dia menjadikan gadis ini menjadi wanita seutuhnya, wanita yang siap menampung bibit premium miliknya yang belum pernah masuk kedalam rahim seorang wanita.
Selama serkhan berpetualang diatas ranjang tak terfikirkan untuknya membuang calon anaknya ke dalam rahim seorang wanita bayaran, karena sebejat-bejatnya lelaki dirinya akan mencari seorang wanita yang baik walaupun dia bukan seorang gadis, bila jodohnya seorang janda sekalipun itu lebih baik sebab sang wanita mempunyai status tentang kesuciannya yang telah tiada.
Nessa, ya gadis itu harus terbiasa menggunakan nama nessa, nama panggilan dari kedua orang tuanya menurut penuturan lelaki yang akan menjadi suaminya beberapa jam lagi, demi untuk mendapatkan ingatannya kembali termasuk kenangan kebersamaan dengan orang tuanya, nessa mencoba untuk terbiasa akan panggilan itu dan menghilangkan nama bella yang beberapa bulan lalu nama itu digunakan oleh abang-abangnya (baron dan dedi) saat memanggil namanya.
Dibalasnya ******* serkhan walau masih sedikit kaku dan dirinya langsung membuka mulutnya saat serkhan menggigit kecil bibir bawahnya ketika mulutnya terbuka sempurna ada benda lunak yang menerobos masuk dan bermain-main didalam rongga mulutnya seakan didalam sana tempat permainan.
Cukup lama mereka saling berperang bibir hingga serkhan melepaskan tautan mereka saat nessa memukul dadanya.
Cup.
Dikecupnya singkat saat serkhan melepaskan tautan tersebut, dapat dia lihat bibir nessa yang membengkak akibat ulahnya, dihapusnya sisa-sisa saliva yang tertempel di area bibir membengkak itu menggunakan ibu jarinya.
Dipandanginya wajah ayu nan teduh milik nessa, ya wajah ini yang selalu hadir dimimpinya saat dia kehilangan gadis yang akan menjadi istrinya ini.
"Siap untuk bertemu bapak dan ibu?"...
Ucapnya lembut sambil merapikan anak rambut yang menutupi wajahnya karena terpaan angin di siang itu.
"Emmm..."...
Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya dengan wajah yang masih memerah, entahlah nessa seakan malu rasanya setelah berciuman dengan serkhan yang notabennya akan menjadi suaminya sebentar lagi.
"Mas suka ngeliatnya, wajah meronamu, ahhhh...bikin mas pengen ..."...
Ucapnya terhenti kala matanya menangkap pantulan tubuh seseorang yang tengah mengintip kebersamaan mereka berdua.
Serkhan seketika merasa kesal saat mengetahuinya, ya...dia paling tidak suka jika ada orang yang mengusik kesenangannya dan dirinya sepertinya harus tetap waspada akan maksud dari orang tersebut.
Bertahun-tahun orang yang bekerja bersamanya tak pernah bertindak tak sopan terhadapnya, sedangkan ini baru sehari kerja sudah menunjukkan gelagat yang membuatnya tak suka.
"Pengen apa mas?"...
Tanya nessa dengan dahi mengkerut karena serkhan menghentikan ucapannya.
"Pengen terus cium"...
Bisiknya.
Cup.
"Ayo kita masuk, bapak dan ibu sudah tak sabar ingin bertemu dengan putrinya"...
Ajaknya dan langsung meletakkan tangannya dibawah lipatan lutut nessa serta punggungnya.
Hap.
__ADS_1
Tubuh mungil tersebut langsung melayang diudara, serkhan membawa masuk nessa dengan menggendongnya, ya dia tak menggunakan kursi roda ataupun tongkat yang bisa dipakai untuk nessa berjalan namun dirinya sudah berjanji akan menjadi kaki bagi nessa hingga sembuh nanti.
Didalam sana Diko terburu-buru berjalan saat matanya menangkap Tuannya berjalan masuk kedalam rumah dan serkhan memberi kode untuk membawa mereka menemui calon mertuanya lebih tepatnya orang tua nessa.
Diko membungkukkan badannya dan langsung membalikkan tubuhnya menuju dimana keberadaan dari calon mertua Tuannya beristirahat.
Tok...tok...tok...
Ceklek.
Seorang pria paruh baya membukakan pintu dan belum mengetahui ada calon mantu beserta putrinya yang akan datang.
"Iya, ada apa nak diko?"...
Tanya bapak saat melihat salah satu pekerja dari calon menantunya itu.
Diko hanya tersenyum tipis dan langsung menggeser tubuhnya.
Degh.
Mata tua itu seketika berkaca-kaca saat matanya menangkap sosok yang sangat dirindukannya beberapa bulan ini, hingga tak terasa air matanya menetes saat serkhan menganggukkan kepalanya.
Bapak yang paham langsung membalas anggukan tersebut.
"Bella, putri bapak"...
Ucapnya terbata-bata sambil berjalan mendekat kearah putrinya.
Degh.
Nessa lantas menengadahkan kepalanya agar serkhan dapat melihat wajahnya.
"Ya, itu bapak yang"...
Ucapnya seakan paham maksud nessa menengadahkan wajahnya.
"Bapak..."...
Ucapnya pelan.
"Bella, bapak rindu...rindu sekali nak, terima kasih Ya Allah Engkau telah mengabulkan doa laki-laki tua ini...huhuhu"...
Tangis bapak seketika pecah saat dirinya bisa melihat kembali putrinya ini.
"Bapak"...
Cicitnya tak terasa air matanya pun ikut menetes.
"Pak, biar serkhan bawa masuk nessa dulu dan bapak bisa melepas rindu bersama ibu juga"...
__ADS_1
Ucapnya seakan tau calon mertuanya itu ingin memeluk nessa sedangkan saat ini nessa berada didalam gendongannya.
Bapak yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya dan mengusap air matanya yang menetes membasahi pipi tuanya lantas bapak menggeser tubuhnya agar serkhan dapat berjalan.
Serkhan langsung melangkahkan kakinya untuk membawa nessa masuk kedalam kamar dimana ibunya telah menunggu.
"Bu..."...
Panggil serkhan pelan saat sudah berada didekat calon ibu mertuanya.
Ibu langsung menitikkan air matanya sambil membungkam mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"Put tri ibu"...
Ucapnya terbata-bata dan langsung merentangkan kedua tangannya dengan posisi berada diatas tempat tidur sebab kakinya belum bisa dibuat jalan karena masih dalam keadaan lemas dan butuh waktu untuk memulihkan kondisi ibu.
Serkhan langsung meletakkan nessa tepat disamping ibu mertuanya.
"Yang, ini ibu"...
Ucapnya sambil mengarahkan tangannya agar dapat menyentuh ibunya.
"Mas tinggal ya, sayang temu kangen dulu sama bapak dan ibu"...
Cup.
Serkhan meninggalkan kecupan dikening nessa, nessa yang tadinya menangis langsung blushing karena mendapatkan ciuman tepat didepan ibunya sendiri, sedangkan orang yang habis melakukannya dengan tampang tak berdosa berlalu meninggalkan keduanya setelah serkhan perpamitan kepada ibu dan bapak.
Ibu yang melihatnya hanya tersenyum dalam tangisnya, ya dia sangat sangat bersukur ada lelaki yang sangat mencintainya dam keadaan tak sempurna sekalipun.
Ditariknya langsung tubuh putrinya masuk kedalam dekapannya dan seketika langsung pecah tangisnya, ya putri yang sangat dirindukannya karena tak pernah berpisah begitu lama apalagi dalam keadaan yang tak baik-baik saja.
Nessa langsung membalas pelukan ibunya dalam diam namun air matanya entah mengapa tak bisa berhenti mengalir.
"Terima kasih Ya Allah, putri ku telah kembali"...
Gumamnya sambil menangis haru tiada hal yang terindah selain putrinya kembali kedalam pelukannya.
"Pak putri kita pak"...
Ucapnya sambil melihat ke arah sang suami.
Bapak langsung mendudukkan tubuhnya dan ikut bergabung memeluk outrinya setelah membiarkan sang istri memeluk duluan.
Ketiganya langsung berpelukan, melepaskan kerinduan walaupun nessa hanya diam, namun mereka paham sebab ingatan putri mereka belum kembali.
Tangisan kebahagiaan mereka terdengar hingga diluar kamar membuat serkhan yang masih berada dibalik pintu ikut meneteskan air matanya.
ASSALAMUALAIKUM...
__ADS_1
AUTHOR MOHON MAAF JIKA KEMARIN BELUM SEMPAT UP, AUTHOR USAHAKAN HARI INI UNTUK DOUBLE UP JADI JANGAN LUPA LIKE, VOTE AND BERI GIFT YA...
HELP ME PLISS๐๐๐