Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Di Atas Awan


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like...vote...hadiah😘😘


PERHATIKAN JIKA TAK KUAT UNTUK MEMBACA PART INI DIHARAPKAN SKIP SAJA🤭🤭🤭


BOCIL HARAP LEWAT YAAA🔥🔥🔥🔥


Sebuah pesawat pribadi telah lepas landas dari bandara Jakarta menuju ke Turki, mengangkut sepasang pengantin baru yang baru tadi pagi mereka sah menjadi suami istri.


Serkhan langsung membawa sang istri begitu mereka selesai menandatangi dan mencap jempol buku nikah mereka dan tentunya sudah mendapat ijin dari sang mertua, karena mereka juga menginginkan nessa cepat pulih seperti sedia kala, berhubung nessa tak dapat melihat dan mengingat tanda tangannya jadi dia menggunakan cap jempol sebagai penggantinya.


Sedangkan kedua orang tua serkhan akan tinggal diindonesia selama beberapa hari kedepan untuk menemani besan mereka dan untuk perusahaan yang berada diTurki, sudah ada asisten baba yang tengah menghendel perusahaan raksasa disana untuk beberapa hari sambil menunggu kedatangan Tuan muda mereka bersama istrinya.


Jika kalian tanya dimana abbas, abbas saat ini sedang berada di bali begitu Tuan mudanya meninggalkan Indonesia setelah menggelar pernikahan sederhana, karena hal tersebut memang atas perintah Tuan mudanya.


Jadi abbas, baron dan juga dedi langsung menuju bali untuk memulai menangkap orang yang sudah menculik nona nessa yang saat ini menjadi Nyonya mudanya dan tentu dengan bantuan yuda, karena selepas dari Kalimantan lalu yuda langsung diutus abbas untuk memulai penyelidikan di bali dan beberapa anggota yang lainnya.


"Cape"...


Tanya serkhan dengan lembut begitu merebahkan sang istri di tempat peristirahatan yang ada di dalam pesawat tersebut sambil mata terus menatap kearah belahan gunung kembar sang istri, keadaan sang istri saat ini sudah berganti dari kebaya pengantinnya dan sekarang menggunakan dress dengan panjang hingga mata kaki berwarna putih tulang tanpa lengan tersebut sedangkan dirinya menggunakan kaos senada dengan sang istri dan dilapisi jaket denim berwarna hitam serta celana dengan senada.


"Iya, cape banget mas, leher nessa rasanya pegel banget, untung nggak lama make kondenya"...


Keluhnya dengan jujur sambil bibir mengerucut dan tangannya mengurut pelan lehernya.


Serkhan hanya terkekeh lucu mendengar kejujuran dari istrinya itu ingin rasanya serkhan menerkam langsung mangsa yang saat ini berada didepannya.


"Sini mas pijitin"...


Ucapnya sambil mengganti tangan nessa dengan tangan besarnya.


"Makasih mas"...


"Mas, minggir ihh...kok malah nindis nessa sih?"...


Usirnya saat tiba-tiba suaminya berada diatas tubuhnya dengan tangan masih memijat lembut lehernya.


"Nggak mau, mas pengen begini, dah halal juga"...


Ucapnya sambil terus memandang wajah alami nessa yang nampak polos dari sentuhan make up seperti tadi pagi.

__ADS_1


"Mas kok ada yang bergerak-gerak dipaha nessa, itu apa kayaknya keras gitu?"....


Tanya nessa dengan polosnya saat merasakan ada yang bergerak-gerak disela pahanya.


"Shut diam, tidurlah yang"...


Ucapnya serak sambil telunjuk serkhan tepat dibibir nessa agar istrinya itu tidak bertanya kembali.


Sang naga telah terusik saat melihat belahan gunung fuji milik istrinya, apalagi gunung tersebut seakan mau tumpah dari tempatnya.


Serkhan menggerutu kesal dalam hati pada ornag yang sudah mengganti gaun nessa dengan gaun yang berbelahan rendah dengan model kerah huruf V.


Ya tadi dirinya tak begitu memperhatikan sebab nessa menggunakan blazer hitam jadi saat sudah berada di dalam kamar di pesawat dan serkhan membuka blazer tersebut, terpampanglah hal yang membuatnya panas dingin apalagi dirinya sudah lama telah berpuasa.


"Yang, jangan banyak bergerak"...


Ucapnya dengan nada berat karena sedang menahan hasrat yang telah lama dipendam apalagi saat berduaan dengan nessa yang saat ini telah menjadi istrinya.


"Emang kenapa sih mas, mas juga suruh minghir nggak mau"...


Gerutunya tanpa tau keadaan sang suami yang sudah seperti singa kelaparan.


Ajaknya dengan posisi diatas tubuh nessa.


Nessa mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang suami.


"Bagaimana caranya mas?"...


Tanya nessa dengan tampang polosnya.


"Kaki sayang yang ini sakit apa nggak?"...


Tanya serkhan tanpa menjawab pertanyaan dari istrinya dan memegang kaki kanan nessa yang tak bisa digunakan untuk berjalan.


Nessa menggeleng.


"Nggak sakit mas, cuma nggak bisa menahan tubuh nessa, tapi masih terasa kalo nessa buat gerak begini"...


Jelasnya sambil menggerakkan kakinya dengan pelan.


Serkhan seketika mengembangkan senyum, ya sepertinya dia akan melakukan diatas sini.

__ADS_1


"Mas"...


Suara merdu nessa terdengar membuat gairahnya semakin besar.


Disambarnya bibir mungil nessa dan dilumatnya secara perlahan namun pasti agar tak menyakiti istrinya, nessa yang mendapat serangan dadakan dari suaminya hanya bisa pasrah saat sang suami menciumnya bahkan sebelum mereka sah sebagai suami istri.


Nessa lantas membalas ******* demi ******* dari suaminya dan dirinya langsung membuka mulutnya dan tak lama masuklah benda lunak yang biasa mengobrak-abrik mulutnya itu.


Ciuman serkhan lantas turun hingga keleher dan ini kali pertama mereka melakukannya hingga suara lenguhan serkhan terdengar begitu erotis dan membuat serkhan semakin bersemangat untuk menjelajahi area leher yang begitu menggodanya hingga dirinya meninggalkan beberpa kepemilikan disana membuat sang istri tak bisa mengontrol suara erotisnya.


"Aahhh...maasss"...


Lenguhnya kala ciuman serkhan semakin turun hingga ke salah satu gunung yang ternyata sudah diturunkan gaun yang dipakainya dan saat ini puncak gunung tersebut telah masuk kedalam mulut besar serkhan membuat hal yang baru dirasakannya dan secara reflek kedua tangan nessa memegang kepala suaminya, ya rasa panas dingin dalam tubuhnya membuat dirinya ingin disentuh lebih dalam lagi oleh sang suami apalagi dibawah sana serasa geli dan ingin cepat ada sesuatu yang menyetuhnya.


Diremasnya pelan gunung tersebut dengan mulut tak berhenti mengecap dan menyedot seperti bayi yang sedang meminum asi.


Dipindahkannya tangan itu untuk menurunkan sebelah dress yang dipakai sang istri, ya dia tidak jadi mengumpat sama orang yang telah memakaikan dress ini ke istrinya, karena ternyata dressnya mudah untuk diturunkan.


Ditangkupnya gunung yang lebih besar dari genggamannya, diremas perlahan dengan puncak berwarna coklat muda dipelintir menggunakan jarinya dengan penuh perasaan membuat nessa semakin menggeliat jadinya.


Serkhan tak pernah menyangka jika sang istri mempunyai sepasang gunung yang begitu besar hingga telapak tangannya tak muat untuk menggenggam.


"Ahhh maaasss"...


"Emmm"...


Gumamnya dengan mulut yang masih tersumpal oleh gunung fuji nessa.


Plopp...


Serkhan melepaskan kulumannya hingga berbunyi dan didongakkan wajahnya agar bisa melihat raut wajah sang istri, wajah istrinya nampak memerah dan sayu, ya ini lah yang diinginkan olehnya membuat gairah sang istri bangkit agar dirinya dapat meneruskan permainan selanjutnya yang akan menghasilkan calon penerus Bassam Ozcivid.


"Enak"...


Tanyanya dengan nada serak sambil tangannya tak henti meremas sebelah gunung istrinya.


Dengan polosnya nessa menganggukkan kepalanya membuat serkhan semakin bersemangat.


Happ...


LIKE MANA LIKE....🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2