
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
Part ini skip ya bagi yang nggak suka soalnya 🔥🔥🔥
Cuaca yang sejak pagi hingga petang terang benderang tiba-tiba gerimis melanda seolah sedang mengiringi tangisan seorang gadis yang baru saja melepas segel keperawanannya dan tentu sang pelakunya adalah suami yang baru beberapa jam Sah menjadi pemiliknya.
"Maaf, aku menyakitimu sayang." Lirihnya dengan sedikit penyesalan walau tak dipungkiri dirinya sangat bahagia bisa menjadi yang pertama bagi sang istri, sebab dipernikahan sebelumnya dirinya yak mendapatkan hal itu dari mantan istrinya namun karena rasa cintanya yang mendalam dirinya menerima segala kekurangan mantan istrinya itu yang kini sudah tenang di tempat-Nya bersama dengan sang calon buah hati.
Tangis Elly perlahan berhenti ketika mendengar ucapan suaminya, walau terasa amat sakit namun dirinya juga bahagia bisa memberikannya pada sang pemilik yang sesungguhnya.
"Apa kita akhiri saja, heum?" Ada rasa tak rela ketika lobak korea miliknya yang sudah menemukan sarangnya akan dikeluarkan namun dirinya juga tak tega melihat sang istri menangis karena ulahnya itu.
Elly segera menggeleng.
"Lanjutkanlah hubby." Lirihnya diiringi dengan wajah merona hingga dirinya langsung memalingkan wajah.
Mata Jo seketika melebar dengan hati yang berbunga-bunga, sungguh dia teramat suka dengan panggilan baru yang diberikan oleh sang istri.
"Coba katakan sekali lagi." Pintanya dengan harap sambil memegang lembut dagu sang istri agar tatapan mereka bertemu.
"Hubby."
Cup.
Cup.
Cup.
"Aku suka panggilan itu, aku lanjut ya." Ucapnya dengan lembut.
Elly perlahan mengangguk dan membalas dengan senyum malu-malu membuat Jo gemas dengan istrinya itu.
"Sstttt..." Elly mendesis perlahan sambil mencengkeram kedua tangan Jo dengan sedikit kuat saat rasa sakit kembali mendera ketika pinggul suaminya bergerak.
"Sabar ya sayang, hanya sebentar sakitnya heum...nanti akan terasa nik mat... Sstttt..." Desisnya sambil memejamkan mata menik mati betapa sempitnya sarang baru untuk lobak miliknya itu.
"Sakit hubby." Rintihnya dengan ikut memejamkan matanya.
Cup.
Jo segera membungkam bibir sang istri untuk mengalihkan rasa sakit yang dirasakan istrinya itu, namun pinggulnya tak berhenti bergerak walau dengan ritme lembut dan pasti.
Hosh...hosh...
Elly meraup oksigen sebanyak-banyaknya ketika suaminya melepaskan tautan bibir mereka.
Elly membungkam bibirnya ketika merasakan rasa yang baru baginya itu, bahkan kini rasa sakit yang tadi dirasanya sudah terganti dengan rasa nik mat yang tiada tara.
"Keluarkan saja sayang, aku ingin mendengar suara manja mu saat ada dibawah ku." Ucapnya dengan suara berat nan seksi tanpa menghentikan aksinya.
Karena gemas sang istri tetap tidak membuka tangannya akhirnya dia sedikit bermain dan tiba-tiba.
__ADS_1
"Acchhh hubbbyy." De sahnya ketika tiba-tiba dirinya menerima serangan dadakan dari sang suami.
Jo terkekeh pelan dan kembali menurunkan kepalanya dan melahap salah satu puncak bukit yang begitu menantang.
hap.
"Euuuggghh." Lenguh Elly sembari mengarahkan kedua tangannya untuk mere mas kepala sang suami yang saat ini sedang bermain pada salah satu bukut miliknya, tubuhnya meremang hawa panas seketika menjalar, tak henti-hentinya dia mengeluarkan suara merdu hingga dirinya mencapai puncak beberapa kali sedangkan sang suami masih bertahan.
"Hubby." Rengeknya ketika Jo masih saja bermain pada tubuhnya padahal dia sudah sangat lelah.
"Sebentar sayang." Ucapnya tertahan sambil terus memompa pinggulnya sebab dia juga merasa kasihan terhadap sang istri hingga mau tidak mau dia segera mengakhiri permainannya.
Jo segera mempercepat gerakan pinggulnya saat dirinya hendak meluncurkan bibit premium miliknya dan semakin cepat hingga.
"Aaarrrgggghhhh." Teriak mereka secara bersamaan setelah sama-sama mencapai kenik matan bersama.
Dengan pelan Jo merebahkan tubuh basahnya diatas sang istri namun tetap menggunakan kedua sikunya sebagai tumpuan agar tak menindih istrinya.
Hosh...hosh...
Nafas mereka nampak memburu seperti habis berlari ribuan kilo meter.
Jiah gayanya🤣🤣🤣
Cup.
"Terima kasih sayang, hubby puas rasanya." Ucapnya dengan lembut sambil memandang wajah lelah sang istri.
Elly hanya bisa menganggukkan kepalanya dan langsung menari kepala suaminya lantaran malu diperhatikan terus.
MP SUKSES😜😜😜
Jika sang pengantin baru sedang menikmati aksi tanam menanam, kini kita tinggalkan sejenak pasangan yang sedang bahagia setelah melepas keperdudaannya, kita beralih pada pasangan yang sudah seminggu menikah namun masih belum bisa mengunboxing sang istri dikarenakan tamu bulanan datang diwaktu yang tidak tepat.
Disepanjang perjalanan seorang gadis yang sudah berstatus istri duduk dengan gelisah dibangku penumpang.
Istri tapi masih gadis🤔🤔🤔
Yap, dah seminggu menikah namun karena kedatangan tamu alhasil keperawanannya masih murni alias masih ting-ting.
Namun dia gelisah pasalnya pagi tadi tamunya sudah pergi dan dia belum berani bicara pada suaminya karena ketakutan akan bayangan malam pertama yang katanya terasa sakit.
"Mikirin apa sih yang?"
Ayu tersentak kaget hingga dirinya menoleh kesamping mendapati sang suami yang juga menoleh kearahnya sambil tersenyum tipis.
"Aahh nggak mas, nggak apa-apa kok." Jawabnya dengan gugup.
"Apa ada yang mengganggu pikiranmu yang?" Tanyanya kembali saat mobil berhenti tepat digarasi tanpa mematikan lampu sorot mobil hingga keadaan garasi menjadi terang.
Ayu hanya tersenyum tipis.
Dika menaikkan sebelah alisnya.
Ctak.
"Yakin." Desaknya dengan lembut sambil memajukan tubuhnya agar lebih dekat dwngan sang istri.
__ADS_1
Ayu seketika terkejut mendapati wajah sang suami hanya berjarak beberapa centi saja dari wajahnya.
Cup.
"Bicaralah, jangan ada yang ditutup-tutupi."
"Apa tamu bulanan ku sudah pergi?" Tanyanya kembali sembari mengarahkan jari kekarnya menuju sela kangan istrinya yang kebetulan memakai kain batik span.
"Mas." Tegur Ayu sambil mendelik ketika merasakan sedikit tekanan diatas sitembem membuat wajahnya memerah.
"Jadi belum ya?" Tanya Dika dengan mode lesu sambil menarik tangannya.
Ingin rasanya Ayu tertawa namun tak sampai hati, dirinya mencoba meyakinkan diri agar bisa memberikan hak suaminya malam ini juga.
Cup.
"Sabar ya." Ucapnya dengan pelan sambil mengapit wajah suaminya menggunakan kedua telapak tangannya.
"Lama banget yang, jarum tumpul mas dah nggak sabar nih pengen nyoblos." Celetuknya diringi wajah yang masih cemberut.
Blush.
Wajah Ayu seketika memanas mendengar ucapan frontal suaminya itu, tak dipungkiri dirinya kembali membayangkan jarum tumpul milik suaminya yang terbilang jumbo sebab dia telah bertemu dimalam pengantin walau tidak bisa menembus selaput berdarahnya.
"Yang." Rengeknya kembali saat sang istri terdiam namun dia tidak dapat melihat wajah merah padam istrinya itu.
"Udah ayo keluar, Ayu mau mandi gerah mas." Putusnya karena dia sebenarnya ingin memberikan kejutan pada suami dokternya itu.
Dika mengangguk lesu dan perlahan duduk diposisinya kembali.
"Sayang duluan aja ya, mas langsung keruang kerja, tadi ada temen mas chat bahas masalah kerjaan sedikit." Terangnya sambil memberikan senyuman lembut pada istri kecilnya itu.
Ayu mengangguk pelan dan membalas senyum suaminya.
Mereka lantas keluar dari mobil secara bersamaan dan berpisah setelah mereka berada dilantai dua dengan ruangan yang berseberangan.
Cup.
"Kalau cape, langsung tidur ya habis mandi nanti mas nyusul, heum."
"Iya mas, jangan lama-lama ya." pintanya.
"Iya sayang, duhhh yang nggak mau jauh." Ucapnya dengan jahil.
"Ihhh mas." Rengeknya manja.
"Iya-iya maaf, yaudah masuk gih."
Cup.
Dika terbengong ketika mendapat kecupan dibibirnya dan seketika terkekeh saat mendengar suara pintu yang tertutup sedikit nyaring.
"Nakal, untung masih PMS kalau nggak habis kamu yang." Gumamnya sambil menggeleng-gelengkan kepala dan berlalu membuka pintu seberang kamarnya tanpa tahu istrinya akan membuat kejutan untuk dirinya.
Udah panas belum ya🤣🤣🤣
MP Ayu dan Dika besok lagi yaðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
__ADS_1