Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Welcome in Turkey


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like...vote...hadiah 👌👌


"günaydın genç efendi... genç bayan"...


(Selamat pagi Tuan muda...Nyonya muda)


Ucap seorang pria paruh baya sambil membungkukkan kepalanya saat melihat sepasang pengantin baru yang berjalan mendekat ke arahnya.


"Günaydın efendim, doğruca malikaneye gidin"...


(Pagi pak, langsung ke mansion saja)


Ucapnya dengan pelan sambil masuk kedalam mobil dengan sangat hati-hati, sebab sang istri sedang terlelap.


Sang sopir hanya mengangguk paham apalagi saat melihat istri dari anak majikannya yang sedang terlelap.


Sepanjang perjalanan serkhan tak henti-hentinya menatap wajah cantik sang istri, diperbaikinya selimut yang nampak turun dari bahu mulus nessa.


Cup.


Satu kecupan serkhan layangkan didahi sang istri, lantas dirinya menyandarkan kepalanya pada kursi yang sedang didudukinya itu dan memejamkan matanya.


Bukan karena mengantuk namun matanya agak pedih dirasa pagi itu.


Sang sopir hanya memperhatikan lewat kaca kecil didepannya, dapat dilihat bahwa tuan mudanya sangat mencintai wanita asia tersebut, ditutupnya kaca pembatas antara mereka.


Satu jam perjalanan menuju mansion dan tibalah mereka dimansion milik kedua orang tuanya.


Ckit...


Mobil berhenti perlahan hingga membangunkan serkhan, ya dirinya ternyata tertidur dengan keadaan masih memangku sang istri yang belum juga terbangun.


"Kirain dah bangun"...


Lirihnya sambil memandang wajah cantik istrinya yang masih terlelap.


Cup...


Ceklek...


Pintu mobil telah dibukakan oleh sopir tadi dan perlahan serkhan turun dengan pelan-pelan.


"Eughhh...mas"...


Lenguhnya saat merasa tubuhnya masih melayang dan bergerak hingga perlahan-lahan mata indah itu terbuka sempurna.


"Apa sayang, kita sudah sampai sekarang"...


Ucapnya lembut dan memberhentikan langkahnya karena melihat mata cantik nessa terbuka sempurna.


"Kita sudah ada dirumah anne dan baba?"...


Tanya nessa saat mendengar ucapan suaminya.


"Ya...kita sudah sampai"...


Nessa langsung mengalungkan kedua tangannya sedangkan serkhan melanjutkan langkah kakinya untuk masuk kedalam mansion.


Ceklek.


"Selamat datang Tuan muda, Nyonya muda"...

__ADS_1


Ucap omar dan diikuti oleh pelayan lainnya yang bekerja didalam mansion saat pintu dibuka oleh omar dan membungkukkan badannya.


"Terima kasih semuanya"...


Ucapnya sambil terus berjalan sedangkan nessa hanya tersenyum ramah setelahnya mengeratkan pelukannya sambil menyembunyikan wajahnya yang memerah diceruk leher sang suami, seketika hidungnya mencium aroma khas suaminya, aroma saat mereka melakukan pertempuran tadi didalam pesawat, mengingat hal tersebut wajahnya semakin memerah hingga tak sadar bahwa perbuatannya membuat serkhan kegelian.


"Yang"...


"Hmmm"...


Gumamnya...


"Geli yang"...


Ucapnya pelan sambil sedikit menggeliat ketika lehernya malah diendus oleh sang istri.


Nessa seketika menjauhkan wajahnya sambil terkekeh kecil.


"Hehehe maaf mas"...


Serkhan hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil terus berjalan menuju lift.


"Omar, apa kau sudah menyiapkan yang aku suruh?"...


Tanya serkhan saat didalam lift dan menghadap omar sambil menahan pintu lift agar tak tertutup.


"Sudah Tuan muda, sesuai dengan keinginan anda dan saya juga sudah menyiapkan teman (Pengawal sekaligus perawat) untuk Nyonya muda"...


Jawabnya sambil menundukkan kepalanya.


Dan serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan dan segera menutup pintu lift tersebut yang akan membawa mereka ke lantai 3 dimana kamarnya berada.


"Mas"...


Panggilnya.


Tanya serkhan sambil memandang sang istri.


"Semua orang disini bisa bahasa Indonesia?"...


Tanya nessa saat mendengar percapakan antara suaminya dan orang yang bernama omar.


"Ya, disini semuanya wajib untuk bisa menggunakan bahasa indonesia jika ingin bekerja disini, karena anne kurang lancar bahasa Turkinya"...


Jelasnya.


"Tadi omar, dia kepala pelayan disini dan sudah lebih 30 tahun bekerja dimansion ini"...


Sambungnya.


Nessa hanya menganggukkan kepalanya sambil merebahkan kembali kepalanya didada sang suami.


Ting.


"Kita sampai, kita dilantai 3 disini hanya ada kamar mas dan ruangan lainnya, seperti gym, bioskop mini, rooftop ada juga, emmm sama kolam renang mini"...


Jelasnya saat melangkahkan kakinya keluar dari lift.


Ceklek...


Serkhan membuka pintu dengan sedikit susah namun dia tetap bisa membukanya.


"Maaf"...

__ADS_1


Ucap sang istri dengan tiba-tiba membuat serkhan mengeryitkan dahinya.


"Maaf kalo nessa merep..."...


Serkhan seketika membungkamnya dengan ciuman agar sang istri tak dapat melanjutkan kembali apa yang akan dia ucapkan karena serkhan sudah bisa menebak apa kelanjutan dari ucapan nessa.


Cup.


Kecupan singkat sebagai penanda ciuman itu berhenti sedangkan sang istri nampak terdiam.


"Dengar, mas nggak mau lagi mendengar kata maaf keluar dari sini"...


Ucapnya sambil menunjuk bibir nessa saat mereka sudah duduk disofa kamar itu dengan posisi nessa tetap berada dipangkuannya namun dengan posisi mengangkangi paha besar sang suami sebab posisi itu suaminya yang mengaturnya barusan.


"Paham"...


Lanjutnya sambil mengusap sayang pipi sang istri.


Nessa menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum segera dirinya memeluk tubuh kekar sang suami, ya...tubuh yang ingin dipeluknya terus karena menyimpan kehangatan.


"Mau mandi?"...


Tawar serkhan sambil membelai mesra punggung istrinya yang sedang berada didekapannya.


Nessa mengangguk saja karena memang badannya terasa sangat gerah, apalagi mereka belum mandi setelah melakukan pertempuran.


Serkhan lantas membawa tubuh mungil sang istri dengan posisi menggendongnya seperti koala, didongakkan perlahan dagu nessa hingga dirinya bisa melihat wajah cantik istrinya yang sedang mengerjab lucu.


Cup.


Dikecupnya bibir yang menggodanya itu sambil menaikkan tubuh istrinya agar mereka sejajar sedangkan nessa langsung mengeratkan rangkulannya.


Disesapnya perlahan secara bergantian dan nessa membalasnya dengan mencoba mengimbangi ******n suaminya.


Ketika sampai didalam kamar mandi, perlahan tapi pasti serkhan mendekati bathup dan segera membuka keran tersebut tanpa melepaskan pagutan mereka sambil menunggu serkhan perlahan menaikkan dress sang istri dan melepaskan ciuman mereka.


Dilemparnya sembarangan dress istrinya tersebut sambil dirinya membuka sendiri kemeja yang digunakan tanpa memindahkan istrinya, sedangkan nessa nampak memalingkan wajahnya namun dirinya tetap bisa merasakan pergerakan suaminya dan nafas sang suami yang memburu.


Nessa seketika mengeratkan rangkulannya saat suaminya berdiri sambil memegangi badannya hingga dada mereka bersentuhan.


Srek.


Bunyi resreting terdengar ditelinga nessa.


Ditolehnya wajah sang istri dan seketika menciumnya dengan rakus sambil menurunkan celananya dengan susah payah namun tetap dengan posisi menggendong sang istri.


Celananya dibuang begitu saja saat sudah berhasil terlepas, dirinya langsung menurunkan ciumannya dan berlabuh dileher sang istri yang masih ada tanda cintanya disesap perlahan dan terus turun hingga di belahan gunung fuji sang istri.


Ctak.


Kaitan penutup gunung terbuka seketika dan dibuangnya asal.


Hap.


"Eugghhh...maasss"...


Lenguh nessa saat salah satu gunungnya dilahap habis sang suami membuat dirinya menggeliat didalam gendongan dengan meremas rambut panjang suaminya.


Ya, nessa baru tau jika punya suami dwngan rambut panjang saat mereka melakukan penyatuan pertama kalinya.


Dibawanya masuk kedalam bathup setelah diberi wewangian serta mengatur suhu airnya.


Ya kalian tau lah reader apa yang terjadi didalam kamar mandi sana, suara ******* serta erangan aja yang terdengar...

__ADS_1


Double up lagi...


Hayo...jangan sungkan untuk beri hadiah ke author looo...


__ADS_2