Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Jolly_SAH....SAH...


__ADS_3

Selamat Hari Raya, happy ied mubarak semuanya.


Maafkan othor yang sudah beberapa minggu tidak up dikarenakan ada kesibukan sebelum hari raya dan dilanjut dengan mengunjungi orang tua dan mertua, terakhir merefresh otak sejenak biar kembali lancar🤣🤣🤣


Othor ucapkan minal aidin walfaidin semua para penggemar karya receh othor, maafken bila selama membaca masih banyak kekurangannya karena othor hanyalah manusia biasa yang kadang kala ada kilapnya tapi keknya kebanyakan kilap ya kaannn🤭🤭🤭


Maaf jika ucapannya sangaattt terlambat✌✌


Tetap semangat menunggu update tan Om Duda, Suamiku🤗🤗🤗


Happy Reading semua🤗🤗


Disebuah ruangan bernuansa pengantin, seorang gadis muda sedang duduk dengan gugup bahkan kini tangannya kian dingin ketika waktu terus berjalan, baju kebaya berwarna silver dilengkapi dengan ratusan batu-batu indah nan mahal yang kini dikenakan olehnya sangat pas dengan lekuk tubuhnya yang mungil namun berisi dititik-titik tertentu.


Sapuan alat-alat make up menyentuh senti demi senti kulit wajah sang gadis muda yang hari ini akan disulap menjadi seorang ratu sehari yang siap untuk dipersunting sang raja dalam beberapa menit lagi.


Wajah yang dulunya polos namun kini sudah menjelma bak bidadari akibat sentuhan-sentuhan benda yang bisa mempercantik sang empu apalagi ditangan yang tepat.


"Astoge nona, bidadari kalah ma yei....omegat omegat, eike yakin 1000 persen si Oppa ganteng bakalan tak berkedip nanti kalau yei sudah keluar." Pekiknya dengan heboh kala memandang sang objek yang kini sudah selesai dipoles padahal dia hanya memoles tipis tidak perlu menggunakan make up tebal.


"Benarkah?" Tanya sang empu sembari menahan rasa gugupnya bahkan pujian yang dilontarkan oleh seorang pria berwujud wanita itu tak membuat dirinya berhenti dari kegugupan yang masih melandanya sebab dieinya masih tak yakin jika hari ini adalah hari yang paling ditunggu bagi seorang gadis dimanapun yang akan melepas status lajangnya.


"Ya amplop....Yei nggak percaya ma eike, yei sama dengan Nyonya Bassam, nggak perlu sentuhan make up tebal tapi aura kecantikan yei dah ngalahin para bidadari." Jelasnya sambil mengingat sosok gadis yang pernah dia poles walau pada saat itu gadis tersebut sedang menggunakan kursi roda dan bahkan tidak bisa melihat sama sekali namun beberapa bulan lalu dirinya dibuat terkejut saat mendapatkan tamu VVIP yang tak lain adalah gadis yang pernah dia poles setahun yang lalu itu dan hal yang membuatnya lebih terkejut adalah kondisi yang sudah berubah 360° sebab gadis yang sudah menjadi Nyonya Bassam itu kini semakin cantik ditambah dengan keadaan yang sudah kembali normal dari terakhir pertemuan mereka dan dari sanalah sipemilik salon akhirnya bisa dekat hingga saat ini walau tak jarang dirinya selalu dibuat jengkel dengan si suami dari sang Nyonya namun tentu dia tak berani mengungkapkannya, bisa-bisa usahanya yang akan menjadi taruhannya kelak.


Gadis tersebut hanya menyunggingkan senyum tipisnya dan kembali menatap kearah cermin dimana dia sudah selesai dihias dengan wajah yang tampak berbeda seolah bukanlah dirinya.

__ADS_1


Ceklek.


Suara pintu terbuka mengalihkan atensi semua mata yang ada diruangan tersebut, nampak ibu muda sedang masuk kedalam ruangan yang ditempati oleh sang pengantin dengan wajah bahagianya.


"Apa sudah selesai?" Tanyanya.


"Sudah Madam Nyonya, gimana penampilan ratu sehari kita nyonya?" Tanyanya balik dengan tangan gemulainya sambil menaik turunkan alisnya.


Nessa melebarkan senyumnya ketika melihat penampilan pengantin wanita yang sudah berubah karena keahlian tangan dari pria bertulang lunak yang pernah menghiasnya dulu.


"Perfeck Sony, terima kasih ya." Ucapnya dengan tulus sambil tersenyum kearah Sony.


"Sonya Madam Nyonya, jangan panggil eike Sony dong." Protesnya sedikit kesal dengan wajah masamnya tak lupa bibir tebalnya ia buat semancung mungkin.


Nessa menahan tawa ketika mendengar protesan dari pria yang bernama asli Sony irawan itu, pemilik salon terkenal di kota tempatnya tinggal sekarang dan menjadi tempat langganannya dikala ia ingin melakukan perawatan rutin.


"Iya...iya maaf Sonya, udah selesaikan tugasmu sebentar lagi acaranya akan dimulai." Nessa kembali berucap sambil melangkahkan kakinya untuk mendekat kearah sang pengantin wanita.


Sedangkan Sony hanya mendengus sebentar lalu tak lama senyum cerianya kembali muncul dan lamgsung melakukan sentuhan terakhir pada sang calon mempelai wanitanya.


"Nes, sudah belum? Acara dah mau dimulai nih?" Tanya seseorang dengan suara cemprengnya yang tiba-tiba masuk mengagetkan mereka yang ada didalam ruangan.


"Ehhh suara macam kaleng kerupuk, yei ngagetin eike aja deh, bisa jetoh jantung eike, huhhh dasar mantan perawan." Cibirnya.


"Yak...laki bukan perempuan juga bukan jangan bawa-bawa status aku ya." Pekiknya sambil melotot dan tak lupa kedua tangan berada dipinggang masing-masing.

__ADS_1


"Ehhh musaroh, yei memang mantan perawan kan sok-sokan nggak mau dikatain seperti itu, atau jangan-jangan mas dokter gagal unboxing yaaa alias yei lagi PMS kan-kan." Godanya dengan menahan senyum tak lupa kedua alisnya naik turun bermaksud untuk menggoda pengantin baru yang belum genap seminggu itu melangsungkan pernikahan.


Blush.


Wajah Ayu nampak memerah karena ledekan dari pria setengah matang itu walau apa yang dikatakan Sony adalah 100 persen benar sebab dihari dia melangsungkan pernikahan sitamu tak diundang tiba-tiba hadir saat sang suami hendak mengunboxing dirinya alhasil hingga sampai saat ini dia masih perawan ting-ting.


"Sudah-sudah kalian ini kenapa saling ribut sih kalau bertemu." Lerai Nessa yang memang dirinya lah selalu menjadi penengah jika keduanya saling meledek namun tak dipungkiri bila pertemanan dengan sony membuat warna baru bagi keduanya, sony yang suka guyon selalu bisa menghidupkan suasana.


Sony nampak tergelak sesaat lalu setelahnya dirinya segera membantu sang pengantin untuk bangun dari kursinya.


Mereka akhirnya keluar dari ruangan tersebut, sang calon pengantin keluar didampingi oleh Nessa dan Ayu yang mengapitnya sedangkan Sony melangkah mengikuti dari belakang.


Suasana di Balroom hotel yang kini sudah dihias secantik mungkin nampak sedikit tegang dikarenakan sang calon pengantin pria tak henti-hentinya merasakan kegugupan padahal ini bukan kali pertamanya namun entah mengapa ada rasa ketakutan yang terselip diantara kegugupannya itu.


Jo In Sung, pria yang menjadi calon pengantin pria akhirnya menjadi mualaf setelah niat baiknya sebulan yang lalu meminta sang gadis yang menjadi calon istrinya, seminggu setelah lamaran dia menjalani ritual khitan dan resmi menjadi mualaf didampingi oleh kedua sahabatnya, walau keluarganya menentang keputusan Jo namun tak membuat si mantan duda tersebut terpengaruh sedikitpun sebab dia yakin dengan gadis yang pilihnya itu walau status sosial mereka berbeda namun Jo tetap memperistri gadis muda yang berhasil membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertamanya itu.


Dan kesepakatannya Jo meminta ijin pada sang mama mertua untuk menikah dikota sebab dirinya tidak bisa mengambil cuti dikarenakan pekerjaan yang bemar-benar menumpuk dan beruntuk keluarga dari snag calon istri dapat memaklumi hal tersebut.


"Cantik." Gumamnya saat netranya tak sengaja menatap kedepan dan melihat gadisnya yang kini sudah menjelma seperti ratu.


Tak butuh waktu lama akhirnya suara pak penghulu pun terdengar hingga dirinya mengucapkan kata-kata yang bisa membuat gadisnya kini resmi menjadi istrinya hingga terdengar suara nyaring yang menyebut kata.


SAH.


Hah akhirnya sah juga🤭🤭🤭

__ADS_1


MPnya ditunda dulu ya🤣🤣🤣


__ADS_2