Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Calon menantu terbaik


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


"Pak...ibu gugup"....


Dan benar saja saat memegang tangan sang istri begitu dingin, segera suaminya menggenggam tangan yang nampak tak mulus lagi dan sudah lebih dari 20 tahun menemaninya hingga kini.


"Sama bu, apalagi bella tak mengingat kita sebagai orang tua kandungnya dan kita harus membuat putri kita perlahan-lahan mengembalikan ingatannya"...


Ucapnya sambil menarik pelan tubuh sang istri untuk masuk ke dalam pelukannya.


Serkhan yang berada di belakang kemudi hanya mampu menampilkan senyuman tipis akan obrolan ringan dari calon mertuanya tersebut.


Beberapa saat kemudian mobil yang dikendarainya telah masuk ke halaman luas setelah membunyikan klakson dan pintu dibukakan oleh penjaga yang sedang bertugas.


"Pak Budi, tolong keluarkan kursi roda ibu?"...


Pintanya saat sudah berada diluar mobil dan sedang bersiap untuk membuka pintu dimana calon ibu mertuanya berada.


"Baik Tuan muda"...


Jawabnya dan langsung segera membuka pintu bagian belakang.


"Besar sekali nak rumahnya"...


Ucapnya kagum begitu serkhan membuka pintu mobil tempatnya berada.


Serkhan menerbitkan senyum tipisnya.


"Terima kasih bu, untuk sementara ibu dan bapak menginap disini ya"...


Pintanya saat akan bersiap memindahkan tubuh lemah ibunya keatas kursi roda yang sudah diturunkan oleh penjaga tadi.


"Ehhh...nggak usah nak, biar bapak aja yang mindahkan ibu"...


Katanya saat tubuh tuanya akan diangkat oleh calon anak menantunya.


"Nggak apa-apa bu, bapak jangan cemburu dulu ya"...


Cengirnya saat matanya tak sengaja bersitatap dengan calon bapak mertuanya.


Bugh.


Ibu seketika memukul bahu serkhan pelan sambil menggelengkan kepalanya melihat serkhan menggoda suaminya.


"Emang bapak masih kuat kalo ngangkat ibu?"...


Godanya kembali sambil menaik turunkan alis tebalnya.


"Yakk...jangan meragukan kemampuan bapak, wahai anak muda..."...


Ucapnya tak terima membuat serkhan tergelak karena berhasil menggoda mertuanya.


"Sudah-sudah, kapan kita masuk kalo masih saling berdebat"...


Lerai ibu.


"hehehe maaf pak bu, serkhan cuma bercanda"...


Cengirnya lalu mendorong kursi roda ibu mertuanya sedangkan bapak hanya menggelengkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis, serasa sudah mempunyai anak laki-laki pikirnya karena ada yang berdebat dengannya.


"Selamat Siang Tuan muda"....


Sapa Diko saat Tuannya berada dipintu utama.


"Emmm...siang, Diko kenalkan mereka adalah calon mertuaku"....

__ADS_1


Ucapnya memperkenalkan kedua paruh baya yang datang bersamanya karena pandangan diko seakan bertanya.


"Selamat datang Tuan dan Nyonya besar perkenalkan nama saya Diko kepala asisten dirumah kediaman Tuan muda"...


Ucapnya dengan ramah sambil menerbitkan senyuman dan membungkukkan badannya tanda hormat kepada sepasang paruh baya yang dibawa oleh Tuannya.


"Salam kenal nak Diko panggil saja Bapak dan Ibu jangan berlebihan seperti itu"...


Balas ibu tak kalah ramah.


Sedangkan diko yang mendengar jawaban dari calon ibu mertua Tuannya tersebut lantas memandang ke arah serkhan dan langsung mengangguk pelan pertanda ikuti saja apa kata beliau.


"Baik Ibu"...


Ucapnya menyetujui.


"Apa mereka sudah tiba ko?"...


Tanya serkhan sambil mendorong kursi roda dan berjalan memasuki rumah mewahnya dan diikuti oleh bapak beserta diko.


"Sudah Tuan muda, mereka ada diruang kerja Tuan sesuai dengan pesan Tuan muda tadi pagi"...


Jawabnya dengan tegas.


"Apa yang dilakukan Nyonyamu saat saya berada diluar tadi?"...


"Nyonya setelah sarapan langsung minta dibawa ketaman belakang hingga saat ini Tuan muda"...


Jelasnya.


"APAAAA....kenapa kamu biarkan bella berada diluar selama itu diko"...


Ucapnya menekan suaranya agar tidak kelepasan sebab masih ada kedua paruh bya yang dihormatinya itu.


"Maafkan saya Tuan muda"...


"Pak, bu...sebaiknya kalian beristirahat dulu ya, serkhan akan bicara dengan bella terlebih dahulu"...


Ucapnya lembut sambil memandang calon kedua mertuanya secara bergantian.


"Ya sudah kami ikut saja apa kata nak serkhan, ya kan pak?"...


Tanya istrinya sambil meminta persetujuan dari sang suami.


"Ya nak serkhan"...


Jawabnya sambil tersenyum.


"Diko bawa beliau ke kamar tamu dan layani dengan baik"...


Titahnya tegas.


"Ya sudah serkhan tinggal ya pak bu, jika memerlukan sesuatu panggil saja diko"...


Ucapnya lembut kemudian berlalu meninggalkan pasangan tersebut setelah melihat mereka berdua menganggukkan kepalanya dan tersenyum, namun baru beberapa langkah serkhan menghentikan langkahnya.


"Diko, suruh mereka menunggu 30 menit lagi, nanti saya akan menemui mereka"...


Perintahnya dan langsung di iyakan oleh diko.


Serkhan lantas melanjutkan kembali langkah kakinya dan langsung menuju dimana pujaan hatinya berada.


Senyum serkhan langsung terbit saat melihat siluet gadisnya yang sedang berada didepan air mancur mini dan kebetulan tempatnya rindang membuat bella terhindar dari teriknya matahari.


Perawat lina yang menyadari Tuannya datang dan langsung berdiri dari duduknya sambil menampilkan senyuman manis miliknya namun senyum itu langsung sirna saat serkhan mengkode dirinya agar meninggalkan bella tanpa bersuara dan lina langsung pergi sesuai dengan perintah Tuan tampannya sambil menyembunyikan kekesalannya dengan senyum palsu yang dibuatnya.

__ADS_1


Setelah perawat tersebut menjauh, serkhan lantas berjalan dengan sangat pelan sambil memperhatikan raut wajah bella yang hanya terdiam dengan mata mengarah ke air mancur dihadapannya.


Grep..


"Mas..."...


Jeritnya kaget saat tiba-tiba tubuhnya dipeluk dari belakang dan bella sangat mengenali aroma maskulin yang masuk ke indra penciumannya.


"Kok tau sih kalo ini mas?"...


Tanya serkhan dengan dahi mengkerut.


"Mata bella memang nggak bisa lihat mas, tapi aroma mas sudah dapat ditebak kalo ini mas, kan berani peluk-peluk bella cuma mas saja"...


Ucapnya terkekeh sambil memegang lengan kekar serkhan yang melingkar di bawah lehernya.


"Ckkk...pinter banget sih njawabnya"...


Cup.


"Sedang apa yang, kata diko sayang ditaman sudah lama sekali, kenapa nggak masuk?"...


Tanya serkhan sambil berdiri dengan melipat kedua kakinya hingga lutut yang menahan berat badannya dan posisi masih dibelakang bella, karena serkhan tinggi jadi mereka sejajar jika dilihat dari arah manapun.


Bayangin sendiri lah ya posisi mereka saat ini🀭🀭🀭


"Nggak apa-apa mas, bella cuma mau mendengar suara air, karena tadi Kak diko yang memberi tahu jika disini ada air mancur mininya"...


Jawab bella sambil menyandarkan kepalanya dibahu serkhan hingga wajah mereka saling menempel.


"Ckkkk...kenapa pake manggil kak sih ke diko, sudah lah baron kamu panggil abang, sekarang diko lagi?"...


Gerutunya kesal sambil meletakkan dagunya di bahu bella.


Bella yang mendengar gerutuan dari serkhan seketika terkekeh geli.


Bella mengangkat tangan kanannya kemudian meraba-raba hingga telapak tangannya menyentuh pipi serkhan yang ditumbuhi bulu-bulu kasar.


Diusapnya perlahan sambil tersenyum sedangkan serkhan menikmati usapan lembut bella, orang yang berada di singgah sana hatinya.


"Apa mas cemburu?"...


Tanya bella.


"Ya jelaslah mas cemburu, masih tanya lagi."...


Gumamnya pelan namun bella mampu mendengarnya.


"Apa yang mas cemburuin dari gadis cacat seperti bella, nggak ada yang bakal melirik bella mas karena bella wanita tak sempurna"...


Ucapnya sambil tertawa getir membayangkan kondisi yang dialaminya saat ini.


Degh.


ASSALAMUALAIKUM HEI PARA READERS TERCINTA...


BERI DUKUNGAN DULU DONG, LIKE SERTA VOTE...


NAH DAH AUTHOR UPDATE LEBIH AWAL MAS DUDANYA.


LIKE...LIKE...LIKE...


🌹🌹🌹🌹🌹


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


😘😘😘


__ADS_2