Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Dicintai dengan tulus


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Sedangkan di sebuah pulau yang terkenal akan keindahannya dan tempatnya disalah satu pulau Bali, ya...abbas beserta yang lainnya sedang berpencar untuk mencari lebih detail mengenai penculikan yang terjadi terhadap Nyonya mudanya.


Ya, abbas baru ikut andil dalam mencari jejak sang pelaku sedangkan beberapa bulan yang lalu hanya yuda yang diandalkan untuk menelisuri dimana keberadaan Nyonya mudanya.


Karena pada saat yang bersamaan dengan terjadinya tragedi itu, perusahaan pusat sedang mengalami masalah jadi dia dan asisten Tuan besarnya sangat sibuk sekali untuk mengatasi masalah demi masalah, hingga Tuan mudanya ikut bolak-balik keluar negeri untuk mengatasi permasalahan yang sangat besar dan mereka harus saling bekerja sama sebab nasib keuangan puluhan ribu karyawan ada ditangannya.


β˜†β˜†β˜†


Tok...tok..tok...


Ceklek.


"Ini Tuan Muda, perlengkapan yang Tuan inginkan"...


Ucap seorang wanita saat pintu tersebut dibuka oleh bosnya, sambil menyerahkan sebuah paperbag yang dibutuhkan oleh Tuannya itu.


"Emm, siapkan nanti makanan 30 menit lagi, kami akan makan diluar"...


Ucapnya tegas dan menutup pintu kamar kembali tanpa mendengar jawaban dari petugas pramugarinya.


Sedangkan pramugari yang usianya baru menginjak 25 tahun itu nampak mengelus dadanya perlahan, ya....dirinya baru bergabung dengan perusahaan Bassam Group sekitar sebulan yang lalu pada saat dibutuhkan lowongan sebagai pramugari.


Nindia, gadis cantik nan manis yang berasal dari indonesia mengabdikan dirinya sebagai salah satu karyawati dibawah naungan Bassam Group.


"Kamu kenapa nin?"...


Tanya rekannya saat nindia masuk kearea dapur dengan wajah cemberut.


"Ra, emang Tuan muda orangnya seperti itu ya"...


Tanya Nindia kepada Rara teman sekaligus seniornya yang sudah bergabung 2 tahun lebih dulu darinya.


"Nggak juga, dulu Tuan muda humbble orangnya bahkan terkenal akan jiwa cassanovanya, tapi sejak calon istrinya pernah jadi korban penculikkan, Tuan muda menjadi lebih tegas bahkan dingin sekali"...


Jawabnya sambil mengingat-ingat tentang sosok Tuan mudanya itu.


"Terus perempuan yang didalam kamar itu siapanya?"...


Tanya nindia yang masih penasaran akan sosok wanita yang sejak dibandara jakarta berada didalam gendongan Tuan mudanya.


"Stttt....itu adalah Nyonya muda kita, calon istri Tuan muda yang baru ditemukan beberapa hari yang lalu dan tadi pagi mereka baru melangsungkan pernikahan dadakan"...


Jelasnya sambil berbisik dan melihat kekanan dan kekiri.


"Kamu nggak ada niat buat jadi pelakor kaya lidya (Layangan Putus) kan?"...


Ucaapnya sambil memicingkan matanya menatap juniornya itu.


Nindia seketika membola mendengar tuduhan seniornya itu.


"Yak....."...


Ucapnya agak kencang.


"Enak aja bilang aku mau jadi pelakor, ya enggak lah...aku cuma penasaran aja kali tentang percintaan mereka"...


Ucapnya dengan malas saat rara masih memicingkan mata kearahnya.


"Denger-denger sih, Nyonya muda sempat kerja di kantor cabang yang ada dijakarta, pas Tuan muda berkunjung ke sana dan disanalah mereka menjalin hubungan bahkan Tuan muda sempat membuat acara pertunangan dadakan, 2 hari setelah pertunangan mereka ke Bali untuk foto prewed sekaligus ada pekerjaan, nah dari sanalah Nyonya muda diculik sampai 6 bulan baru ketemu"...


Ceritanya namun dengan suara yang pelan.


"Wah, kamu kok tau banget cerita tentang mereka ra?"...

__ADS_1


Tanyanya.


"Ekhem...ya taulah, kan orang yang menemukan keberadaan Nyonya tunangan aku"...


Dehemnya sambil tersenyum mengingat tunangannya.


"Ckkk...dasar..."...


Decaknya.


"Kamu tau nggak, Nyonya kita itu nggak sempurna"...


Lirihnya.


"Maksudnya?"...


"Ya, bilangnya yuda, Nyonya muda tak bisa lihat bahkan nggk bisa jalan dan hal yang pentingnya, nyonya muda amnesia?"...


"Haaaa"...


Nindia terkejut mendengar penuturan rara.


"Jadi saat ini Nyonya muda nggak bisa ngapa-ngapain?"...


Tanyanya.


"Hem...tapi aku salut sama Tuan muda, dia bahkan bisa menerima keadaan istrinya saat ini"...


Ucapnya kagum dengan ketulusan Tuannya.


"Semoga my yuda begitu juga nantiny"...


Gumamnya.


Plak..


Keluhnya saat tangannya ditabok oleh nindia.


"Ya makanya kalo ngomong jangan sembarangan, dah bagus masih diberi kesempurnaan malah mau seperti nyonya muda"...


"Hehehe...maksud aku bukan itu nindi sayang, maksud aku...yuda bisa menerima aku apa adanya, gitu looo"...


Jelasnya.


"Ohhh"...


Ucapnya beroh saja.


"Iya, semoga kelak aku juga bisa menemukan lelaki yang bisa mencintai dan menerima kita apa adanya"...


Doanya.


"Amiinn"...


Ucapnya serempak lantas mereka cekikikan pelan.


β˜†β˜†β˜†


Sedangkan didalam kamar, sepasang pengantin baru yang 1 jam lalu telah melakukan ronde kedua, kini sang suami sedang menyeka tubuh sang istri.


"Mas bersihkan dulu ya, nanti kalo sudah sampai di mansion baba baru sayang mandi"...


Ucapnya lembut sambil menyeka tubuh polos sang istri agar tidak terlalu gerah.


Nessa yang diperlakukan seperti itu hanya mengangguk dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.

__ADS_1


Serkhan yang melihatnya hanya terkekeh lucu.


"Nggak perlu malu yang, mas bahkan sudah ngerasainnya, Nikmat dan sempit"...


Bisiknya sensual.


"Maaassss..."...


Rengeknya manja sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya.


Cup.


"Mas bahagia sekali"...


Lirihnya setelah melabuhkan kecupan dikening sang istri setelah menyelesaikan acara seka menyeka tanpa berbuat lebih sebab dirinya tau sang istri sangat kelelahan walaupun dirinya harus setengah mati menahan sang naga agar tidak membuat ulah didalam tempatnya.


Nessa hanya tersenyum tipis, ya...sejujurnya dirinya juga bahagia,ada rasa tersendiri saat memberikan semuanya kepada sang suami.


Beberapa saat kemudian serkhan telah memakaikan dress yang diberikan oleh pramugarinya tadi, bahkan dia memperlakukan sang istri seperti barang berharga.


"Kita keluar yuk, makan dulu...pasti lapar kan karena sinaga ngajak bertempur terus"...


Ucapnya absur.


Happ.


Tubuh mungil nessa seketika melayang dan langsung saja dia kalungkan kedua tangannya dileher sang suami, ya...sekarang dia sedikit tak terkejut karena sudah beberapa terjadi.


Serkhan membawa tubuh sang istri untuk menyantap makanan mereka, ya tenaga mereka seperti terkuras jadinya mereka mengisi asupan energi dulu.


"Mas, nessa duduk sendiri aja"...


Ucapnya pelan saat dirinya merasakan duduk diatas pangkuan sang suami.


"No sayang, kita akan seperti ini terus jika ada mas"...


Ucapnya tegas dan nessa hanya mampu menurut saja.


"Hei...kalian, rapikan kamar dan simpan baik-baik sepreinya jangan sampai dicuci"...


Ucapnya tegas kepada kedua wanita pramugarinya yang kebetulan selesai menghidangkan makanan diatas meja didalam pesawat tersebut.


"Baik Tuan muda"...


Jawabnya serempak dan mereka berlalu untuk menuju kamar Tuannya.


Blush.


Nessa seketika blushing dan malu, bagaimana tidak malu jika kamar sisa percintaan mereka dibersihkan oleh orang lain, bahkan mereka bisa melihat darah yang tercecer diatas sprei itu, ya sang suami menceritakan bahkan sprei mereka ada noda perawannya dan dirinya sempat terpekik saat mendengar kata darah dia kira bahwa itu adalah darah bulanannya.


Cup.


"Massss"...


Rengeknya.


Bugh..


"Habis blushing terus mas jadi nggak bisa nahan"...


Ucapnya dengan santai sambil memulai makan sambil menyuapi sang istri.


Nessa hanya pasrah diperlakukan dengan penuh cinta oleh suaminya, dan jika suatu saat dirinya bisa hidup normal kembali, dia akan mencintai sang suami seluruh hidupnya kelak dan tentunya bersama buah hati mereka nantinya.


Like, vote, hadiahnya mana readersπŸ˜”πŸ˜”πŸ˜”

__ADS_1


Author dah double up looo hari ini.


__ADS_2