Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Kado istimewa


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Jangan lupa


Like.vote.gift


Sepasang langkah kaki berjalan diantara lorong hotel menuju balroom seperti yang Anne ucapkan sewaktu masih berada didalam hotel, dengan berpenampilan beda sebab dirinya harus mandi serta berganti pakaian akibat ulah seseorang yang membuatnya muak akhir-akhir ini dan untung saja Asisten Babanya selalu siap siaga sewaktu dibutuhkan karena memang tugasnya sekarang untuk membantu dirinya selagi Asistennya sendiri sedang perjalanan menuju kemari setelah segala urusan selesai di Negara kelahiran sang istri.


Ceklek.


Dahinya seketika mengeryit saat melihat balroom terlihat gelap namun seketika ada sebuah cahaya dilantai tepat disisi kanan dan kiri karpet berwarna biru tersebut perlahan namun pasti Serkhan melangkahkan kakinya untuk mengikuti alur cahaya tersebut tanpa tau ada apa sebenarnya namun jantungnya selalu berdetak lebih cepat saat baru memasuki ballroom yang gelap gulita itu.


Langkahnya seketika terhenti dan matanya menyorot tajam kedepan sana, sebuah layar yang berukuran cukup lebar seketika menyala dan beberapa saat kemudian sebuah rangkaian kata-kata bermunculan.


Selamat datang suamiku.


Slide berganti dengan sebuah foto terpampang, foto kebersamaan mereka saat masih berada dipulau Kalimantan membuat serkhan menerbitkan senyuman lebarnya dengan pandangan tak lepas dari layar besar tersebut.


Terima kasih atas cinta yang telah mas berikan untuk Nessa, terima kasih atas kasih sayang mas selama ini, terima kasih sudah mau direpotkan serta bisa menerima wanita yang mempunyai banyak kekurangan seperti Nessa, wanita yang bukan dari kalangan atas namun mas masih mau menerima wanita sederhana ini dan mengangkat derajat Nessa, mohon terus bersabar dan banyak-banyak bersabar dalam menghadapi tingkah laku Nessa yang mungkin membuat mas merasa bosan atau merasa jengah dengan segala macam permintaan Nessa akhir-akhir ini, namun satu yang perlu mas tau bahwa Nessa mencintai mas, maafkan Nessa jika butuh waktu lama untuk mengucapkan kata I Love You my Hubby, I Love You Daddy...


Serkhan seketika terkekeh sendiri saat mengingat tingkah yang tak biasa dari sang istri beberapa hari ini namun dirinya sungguh bahagia bisa melihat sisi lain dari istrinya yang terkesan manja dan matanya seketika terpaku saat membaca kata-kata diakhir kalimat tersebut.


Dan tayangan berikutnya adalah foto kebersamaan mereka berdua saat berada diNegara sang suami dan yang terakhir sungguh membuatnya seketika meneteskan airmata saat melihat foto yang berada dilayar tersebut, hingga dirinya menampar pipinya untuk menyadarkannya dari mimpi dan seketika timbul sakit dipipinya.


Serkhan menangis dibuatnya, tangisan kebahagiaan membuat orang yang berada disekitarnya pun ikut merasakan tangisan bahagia dari seorang Raja bisnis diNegaranya ini, sungguh kejutan yang begitu istimewa dihari pergantian umurnya.




Foto by mbah google🀭🀭🀭


Tak...tak.. tak...

__ADS_1


Serkhan seketika menyeka airmatanya dan dirinya langsung menegang kaku saat lampu sorot tepat mengenai wanita tersebut dan matanya terpaku pada sosok yang sedang berjalan kearahnya sambil tersenyum sambil membawa sebuah kue diatas kedua tangan mungil itu, senyuman yang sangat dikenalinya bahkan dirinya masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya, seorang wanita sedang berjalan dengan anggun kearahnya dengan berpakaian senada berwarna biru laut seperti jas miliknya, padahal tadi dirinya sempat protes kepada Malik namun tentu saja malik sudah memiliki jawaban yang sangat masuk akal.


Nessa mempersempit jarak diantara mereka dan masih menampilkan senyuman pada sang suami yang sejak tadi terdiam sambil mata tak berkedip sama sekali.


"Sayang....ini...ini...?"...


Ucapnya terbata-bata saat sang istri masih tersenyum manis.


Nessa menganggukkan kepalanya pelan.


"Selamat ulang tahun suamiku"...


Ucapnya sambil menyodorkan sebuah kue yang sudah dinyalakan oleh seseorang yang berada dikegelapan tersebut.


Serkhan seketika tersenyum, senyum kebahagian, kebahagiaan yang ditunggunya walau pernikahan mereka belum lama namun tak dipungkiri jika dirinya sungguh menginginkan adanya tangisan bayi didalam rumah tangganya.


Ditiupnya lilin tersebut saat sang istri memberi kode dan dirinya sungguh menyesal karena telah lama membuat kedua tangan istrinya pegal karena membawa kue tersebut.


Diambilnya kue itu dari tangan sang istri dan diberikan kepada seseorang yang berada didalam kegelapan itu, sebab saat ini ruangan masih dalam keadaan gelap dan hanya lampu sorot yang menyinari keduanya.


Tanyanya sambil melangkahkan kakinya untuk mempersempit jarak antara mereka.


"Benar mas, maafin Nessa jika Nessa menyembunyikan hal ini"...


Ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya.


Serkhan mengangkat dagu sang istri dan diusapnya pelan wajah cantik yang sudah dipoles menggunakan make up tipis.


"Terima kasih atas kejutan ini, sungguh mas bahagia sekali"...


Ucapnya dengan tulus dengan mata berkaca-kaca dan memeluk sang istri, wanita yang sangat berati dihidupnya, jika dirinya tidak berjunpa dengan wanita sederhana ini mungkin dirinya masih berpetualang kesana kemari namun dia sangat-sangat bersyukur Tuhan mengirimkan malaikat seperti istrinya ini, wanita baik hati yang tidak neko-neko bahkan hadiah yang selama ini diberikan hanya dipakai jika dia menyuruh untuk memakainya.


Lalu Serkhan membungkukkan badannya hingga kepalanya tepat didepan perut yang masih terlihat datar tersebut.

__ADS_1


"Hai anak Daddy, sehat-sehat didalam sana, Daddy dan mommy menunggu kalian lahir kedunia ini, jangan membuat susah mommy"...


Cup.


Dikecupnya pelan perut sang istri sambil membelai lembut calon anaknya itu.


"Bukan anak mas, tapi anak-anak"...


Ralatnya saat mendengar suara lirih suaminya.


Serkhan seketika menengadahkan kepalanya karena ingin memastikan pendengarannya.


Nessa menganggukkan kepalanya pelan.


"Ya, mereka kembar"...


Ucapnya sambil tersenyum dan membelai wajah terkejut suaminya.


"Maafkan Daddy anak-anak"...


Ucapnya dwngan mata berkaca-kaca sambil melabuhkan ciuman berkali-kali diperut sang istri, lalu Serkhan menegakkan badannya dan segera merengkuh tubuh mungil Nessa.


"Terima kasih sayang, terima kasih, sungguh mas bahagia sekali, kejutannya begitu indah,terima kasih sudah mau menerima mas, terima kasih sudah membalas cinta mas"...


Ucapnya lirih sambil memeluk erat tubuh sang istri yang kini sedang mengandung anak-anaknya serta sang istri yang kini bisa berjalan menggunakan kedua kakinya lagi, air matanya seketika menetes karena kado istimewa dari sang istri.


Sekalipun sang istri tidak dapat berjalan dan akan menggunakan kursi roda seterusnya, dia tetap mencintai serta menyayangi istri kecilnya ini seperti ucapannya waktu itu yang ingin menjadi kaki untuk membawa istrinya kemanapun, namun Tuhan begitu baik terhadap lelaki yang penuh dosa sepertinya dan sebisa mungkin dia akan menjaga wanita yang sedang dipeluknya dengan segenap jiwa dan raganya hingga dirinya menutup kedua mata untuk selama-lamanya.


Sungguh kebahagian sepasang suami istri ketika mereka sedang diberi hadiah dengan hadirnya sang buah hati, namun pada saat itu pula ujian datang silih berganti dan akan menerjang kapan saja dan tugas kita hanya untuk memepertahankan segalanya jenis ujian yang paling utama adalah adanya kepercayaan didalam sebuah rumah tangga.


Terima kasih semua para pembaca setia


OM DUDA, SUAMIKU

__ADS_1


Season 1 Author tamatkan ya, mungkin kalian pikir jika novel ini masih mengambang tapi memang kenyataannya seperti itu😁😁😁, dan akan berlanjut untuk season 2 dan tetap berada di Novel ini, jadi yang masih penasaran dengan si mantan yang belum beraksi dan ditambah dengan baby twins yang masih dikandungan Mommy Nessa harap jangan UnFav...


Sekali lagi author ucapkan terimakasih atas supportnya😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘


__ADS_2