Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Honeymoon Again


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


WARNING!!! Udah tau kan tanda besar othor ketik🀭🀭


Sepasang mata yang tadinya terpejam perlahan berkedip dan dengan pelan membuka mata, silaunya cahaya lampu temaram membuat mata yang biasanya menatap tajam memicing guna melihat benda yang berada diatas nakas.


"Jam 10, rupanya masih malam." Gumamnya pelan sambil menatap kebawah dimana sang istri masih tertidur didalam dekapannya membuat senyumnya mengembang.


Selepas mereka bercengkeramah senja tadi dan langsung memutuskan makan malam, Serkhan lantas mendekap sang istri agar bisa beristirahat terlebih dahulu dan mungkin karena terbiasa tidur sambil memeluk istrinya membuat Serkhan ikut hilang kesadarannya bahkan ponselnya tak dia hiraukan dan mungkin banyak panggilan masuk ataupun pesan yang hingga kini ponselnya masih dalam mode hening.


Cup.


"Euugghhh." Suara lenguhan tertahan sang istri terdengar seperti menggoda membuatnya memejamkan mata sejenak apalagi kini kaki sang istri dengan tanpa berdosa berada tepat diatas kejantanannya yang perlahan menegang karena ulah kaki mulus milik wanita tercinta.


"Ohhh ****...bagaimana mas mau puasa yang, kalau kamu menggoda mas begini." Gumamnya dengan nada berat menandakan libidonya perlahan naik, entahlah selama memperistrikan wanita cantik yang sedang balas mendekapnya erat, has rat bercin tanya seakan naik berkali-kali lipat.


"Kamu yang menggoda mas, jadi mas minta jangan marah nantinya." Kekehnya dengan perlahan melepaskan jeratan sang istri dan menurunkan sedikit tubuhnya untuk bisa berhadapan dengan kedua bukit yang semakin menantang didalam balutan piyama satin yang dia pesan sore tadi.


Dibukanya dengan pelan kancing piyama istrinya sambil sesekali dia melirik sang istri yang masih terpejam.


Binar gai rah terlihat dimatanya saat belahan bukit sudah terlihat dan dengan pelan dirinya menyibak piyama yang sudah terlepas dari kancingnya agar bisa menjangkau bukit yang menantang sebab seharian ASI sang istri tak disedot oleh sikembar alhasil gundukan itu semakin membesar.


"Twins, Daddy yang akan mewakilkan kalian minum ASI okey... Okey Daddy." Celotehnya sambil menirukan suara anak kecil dengan terkikik geli dan perlahan mendekatkan wajahnya pada salah satu pucuk bukit yang sudah terlepas dari jerat kain yang membungkusnya berwarna merah menyala sangat kontras dengan warna kulit putih mulus sang istri.


Haph.


Dengan lembut pucuk bukit itu masuk kedalam mulut besarnya, dan disesap perlahan agar sang istri tidak terbangun.


Sungguh kegiatan inilah yang selalu menjadi candu baginya namun semenjak adanya twins, dirinya sangat jarang menikmati bukit yang semakin menantang itu.


Sesapan yang awalnya lembut perlahan kian memburu saat has ratnya sudah mencapai ubun-ubun bahkan suara merdu sang istri semakin membuatnya ber gai rah hingga dirinya ingin segera memasuki lembah lembab istri tercinta yang sudah beberapa hari ini tak dimasukinya.


"Eemmm maasss..." Desahnya dengan nada serak ketika merasakan sesapan dan re masan pada kedua buah da danya.

__ADS_1


Dilihatnya kebawah dan terlihat berwarna hitam tentu dia tahu siapa pemiliknya.


Ploph.


"Mas kangeenn." Suara berat nan sek si terdengar digendang telinga Nessa membuat kedua tangannya kini berada disisi kepala sang suami dan dibelainya dengan lembut.


"Nessa juga kangen mas." Lirihnya sambil tersenyum malu, ya sejatinya dia juga merindukan belaian mesra dari sang suami sebab beberapa hari ini sikembar rewel jika ditinggal sebentar bahkan yang biasanya dia kuat makan beberapa hari ini berkurang karena sikembar mulai berkurang minum ASI dan lebih kedominan dengan sufor yang memang diberikan pada usia sikembar lewat 6 bulan.


Beruntung kedatangan kedua orang tuanya dapat membantu untuk menjaga sikembar yang memang sudah lengket sejak bayi begitu pula dengan kedua mertuanya namun sayang kedua mertuanya sudah sebulan lebih belum berkunjung sebab perusahaan disana juga memerlukan sang Baba untuk memimpin.


"Penuh banget yang." Ucapnya setelah memberi jarak wajahnya dari kedua bukit kembar yang baru dinikmatinya dan kini telapak tangannya sednag memijit-mijit lembut bukit tersebut yang kini lebih besar dari biasanya.


"Twins sudah jarang enen mas, kalo malam aja tapi ya itu cuma sebentar aja nggak kayak biasanya." jawabnya dengan jujur sambil tangannya membelai lembut wajah tampan sang suami yang sudah bersih dari bulu-bulu halus.


Dahi Serkhan mengkerut ketika mendengar penuturan sang suami.


"Ya sudah, biar mas aja yang gantiin mereka enen." Celetuknya dengan tersenyum me sum.


Plugh.


Serkhan perlahan mensejajarkan wajahnya pada sang istri.


Cup.


"I Love You Mommy Twins." Ungkapnya dengan penuh cinta dan perasaan.


"Me Too Daddy Twins." Balasnya dengan perasaan yang begitu membuncah dalam hatinya, sungguh dirinya sangat beruntung memiliki suami yang mencintainya serta kedua buah hati hasil cinta mereka.


Perlahan Serkhan memajukan wajahnya dan melabuhkan ciu man penuh cinta serta kelembutan, Nessa tak tinggal diam dirinya membalas pagutan sang suami dengan kedua tangan melingkar dipunggung volos suaminya, entah sejak kapan sang suami sudah dalam keadaan setengah naked sebab yang dia tahu mereka tadi masih menggunakan pakaian lengkap.


Ciu man yang awalnya lembut kini berubah menjadi liar dan panas, bahkan kedua benda lunak ikut berperang hingga air liur mereka menetes dan menjadi satu.


"Sudah basah." Kerlingnya dengan nackal saat jari besarnya mengelus ****** ***** sang istri membuat wajah Nessa nampak merona walau dalam keremangan.

__ADS_1


"Eeuuuggghhh mass." Lenguhnya saat gesekan jari nackal suaminya semakin intens membuat gelenyar aneh dalam tubuhnya bahkan menginginkan hal lebih.


Gesekan nackal seketika berhenti membuat Nessa yang tadinya memejamkan mata langsung terbuka bahkan raut wajah kecewa tercetak jelas pada raut wajahnya membuat Serkhan mengulum senyum menggoda.


"Sabar sayang, ininya mas buka dulu." Godanya dengan kedua tangannya terampil meloloskan kain yang ada dibagian bawah pusat sang istri.


Sedangkan Nessa yang tadinya kecewa berubah menjadi malu karena ketahuan bila dia menginginkan hal lebih.


"Sudah siap membuat adik untuk twins." Godanya yang kini sudah kembali mengungkung tubuh sang istri.


Nessa membulatkan matanya ketika mendengar godaan sang suami.


Plugh.


"Twins masih kecil mas." Sungutnya.


Cup.


"Iyain ajalah...yuck mulai."


Cup.


Ciu man panaspun kini mulai kembali bahkan tak butuh waktu lama untuk membangkitkan gai rah keduanya yang memang sama-sama merindukan aktifitas yang membuat para pasutri bahkan yang belum sangat mendambakan yang namanya surga kenik matan.


Dipegangnya benda yang kini sudah mengeras dan digesek-gesekkannya bagian ujung yang tumpul pada lembah lembab milik sang istri yang sejak tadi mulai basah.


"Mas, jangan godain terus ih." Rengeknya saat milik sang suaminya masih terus menggesek-gesek pintu lembah miliknya membuatnya ingin cepat dimasuki oleh benda tumpul yang membuatnya menjerit penuh nik mat.


Serkhan terkekeh gemas mendengar rengekan sang istri dan perlahan dirinya mengabulkan keinginan istrinya itu.


Pinggulnya perlahan dia tekan hingga miliknya merasakan rasa nikmat yang tiada tara padahal belum sepenuhnya masuk.


Karena sang suami semakin lama menggoda dirinya akhirnya tanpa diduga oleh Serkhan sang istri memegang kedua pinggulnya lalu.

__ADS_1


Sleb.


Yeiiiii...kabur dulu ahhhhπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸƒβ€β™€οΈπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜


__ADS_2