
Happy Reading🤗🤗🤗
Gelapnya malam tak menyurutkan gai rah kedua insan yang saling merindukan penyatuan selesai begitu saja, justru semakin malam dan tak ada gangguan sama sekali membuat keduanya saling meluapkan kehangatan lewat sentuhan-sentuhan yang menghasilkan peluh namun juga rasa nik mat yang tiada tara.
"Ouuuggghhh nik mat yaanngg." De sahnya sambil memejamkan matanya erat dengan pinggul yang tak berhenti bergoyang menghujam lubang kenik matan milik sang istri dari arah belakang, ya... mereka sedang melakukan ***** ***** dan gaya lainnya yang sudah lama tidak mereka lakukan karena tak bisa leluasa bermain sebab adanya dua makhluk kecil yang siap mengganggu acara ***-*** mereka.
Tak ada jawaban dari sang wanita yang saat ini sedang digoyang dari arah belakang, hanya ada suara desisan karena rasa nik mat yang selalu sang pria beri bahkan sen tuhan- sen tuhan kecil namun mampu membuatnya selalu bergai rah jika sedang berhubungan.
Hujaman demi hujaman diberikan apalagi dirinya merasakan hisapan kuat pada batang miliknya membuat dirinya semakin kuat menghujam lubang nikmat milik siwanita sebab dirinya tahu jika sang wanitanya akan mencapai puncak untuk yang kesekian kalinya sedangkan dia juga sepertinya hendak menyemburkan susu kental manis miliknya yang sudah tidak bisa dia tahan lagi.
"Uuggghhhttt." Suara lenguhan terdengar bahkan miliknya terasa hangat ketika masih berada didalam gua kenik matan dengan miliknya yang terasa dijepit karena sang wanitanya telah melakukan pelepasan untuk kesekian kalinya.
Badannya membungkuk demi merengkuh sang wanita yang telah berada diatas puncak, namun pinggulnya tak berhenti menghujam bahkan semakin cepat hingga.
"Oouuugghhh." Lenguhan kepuasan pada hujaman terakhir dan kini pelukan erat dia berikan pada sang wanita yang bahkan nafasnya masih memburu.
Brugg
Dijatuhkannya tubuh lembab dan besar tepat disamping sang wanita tanpa melepaskan penyatuan mereka dan rengkuhan yang semakin erat.
"I love you sayang, terima kasih mas puas sekali."
Cup.
Sebuah kecupan basah mengenai batang leher sang wanita yang dipenuhi keringat namun tak membuat si pria merasa jijik sama sekali.
Kedua sudut bibir sang wanita hanya mampu terangkat keatas tanpa menjawab ucapan dari pria yang menjadi suaminya itu.
Sungguh jiwa emak ikut berkedut🤣🤣🤣
Kini kedua insan yang telah melakukan pertempuran hebat sedang terlelap setelahnya, hawa panas yang tadinya membakar keduanya telah tergantikan dengan hawa dingin sehingga mereka saling merengkuh demi mendapatkan kenyamanan dan kehangatan.
__ADS_1
Tidak terasa pagi telah menyapa dan kini mereka telah bersiap untuk kembali kekota dimana istana yang mereka tinggali berada bahkan sejak beberapa menit yang lalu mereka dibuat kalang kabut sebab mendapatkan panggilan video dari sang ibu dan tampaklah wajah gembul nan imut itu sedang menangis kencang seolah mencari mommy nya.
Dan disinilah sekarang mereka berada didalam mobil yang akan membawanya untuk segera pulang kerumah.
"Sayang, rileks okey... baby lala akan baik-baik saja, bukan kah tadi sudah berhenti menangis." Ucapnya menenangkan sang istri dengan tangan kirinya meremas lembut tangan istrinya yang kini sedang dilanda gelisah.
"Nessa takut mas, nggak biasanya lala seperti ini." Jawabnya dengan lirih bahkan tangan sebelahnya tetap memegang ponsel, takut jika sang anak masih menangis, terlihat jelas jika saat ini wanita cantik yang baru menginjak diusia kepala 2 amat sangat khawatir dengan sang putri.
Serkhan hanya mampu mere mas lembut tangan sang istri demi menyalurkan kekuatan agar istrinya lebih tenang.
Perjalanan yang cukup membuat sepasang suami istri itu lelah hingga kini wanita yang berada disebelahnya masih terlelap dengan posisi sandaran kursi yang sudah disetting sewaktu berhenti di rest area beberapa waktu lalu agar lebih nyaman saat sang istri terlelap.
Serkhan mematikan mesin mobilnya saat sudah berada tepat dihalaman istana mereka dengan sedikit melakukan pergerakan untuk mengurangi rasa lelah selama dalam perjalanan.
Bibirnya berkedut membentuk senyuman ketika menoleh kesamping dimana sang istri masih terlelap dengan pulasnya, karena tak ingin mengganggu istirahat istrinya akhirnya diapun membuka pintu mobil dengan perlahan.
"Ssttt.."..
Serkhan memberi isyarat kepada satpam dirumahnya agar tidak bersuara dan dijawab anggukan serta hormat dari satpam yang berjaga.
Dengan pelan dirinya mengangkat tubuh sang istri yang semakin berisi namun dia bukannya risih malah sebaliknya dia semakin terpesona dan bergai rah ketika melihat tubuh sang istri.
"Euuugghh." Lenguhan pelan terdengar ditelinga Serkhan membuat pria dewasa tersebut menghentikan langkahnya saat akan menaiki tangga tepat didepan pintu utama.
"Sudah sampai mas?" Tanyanya lesu khas ketika orang baru bangun tidur.
Cup.
Perlahan Serkhan menurunkan tubuh sang istri ketika istrinya memberi kode agar dia berjalan sendiri.
Ceklek.
__ADS_1
"Kalian baru sampai?" Suara seorang wanita paruh baya mengagetkan keduanya ketika Serkhan membenahi rambut sang istri yang berantakan.
Keduanya menoleh lalu tersenyum canggung seolah kepergok sedang melakukan sesuatu.
"Baru sampai bu." Nessa menjawab sambil melangkah untuk mencium tangan ibunya dan diikuti oleh Serkhan.
"Gimana keadaan Lala bu?" Tanyanya pada saat mengingat sang buah hati lalu tanpa menunggu jawaban sang ibu Nessa berlalu begitu saja dengan langkah lebar bahkan sedikit berlari membuat sang ibu hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu menoleh kearah anak mantunya yang belum juga masuk kedalam.
"Masuklah nak, istirahat. kalian pasti cape... si gembul sudah anteng kok, dia lagi dikamarnya sama Maria." Jelas ibu sambil mengusap lengan menantunya pelan dna meninggalkan pria itu setelah mendapati anggukan dari Serkhan.
"Selamat siang Tuan muda." Sapa seseorang pria yang berjalan mendekat kearahnya.
Serkhan menengadah saat ada yang menyapanya dan dia mendapati seorang pria yang belum genap sebulan bekerja diistananya setelah salah satu orang kepercayaannya mengundurkan diri lebih tepatnya untuk membantu usaha istrinya.
"Oohhh kamu Jino, siang juga... oh ya tolong buatkan saya Teh jahe, antar ke ruang kerja saya." Ucapnya seelah memberi perintah pada kepala Asistennya yang baru yang bernama Jino itu.
"Siap Tuan muda." Jawab pria yang berusia 40 tahun namun masih terlihat tampan diusia yang sudah mendekati setengah abad itu, bahkan pesona pria matang itu mampu membuat jiwa seseorang didalam rumah besar itu terusik.
Hayo siapa ya kira2🤔🤔🤔
Serkhan segera berlalu meninggalkan Jino dan langsung menuju kamar kedua buah hatinya baru setelahnya dia akan pergi keruang kerja untuk memeriksa pekerjaan yang sudah Danu sang asisten antarkan tadi pagi sewaktu dirinya masih diluar kota.
Setelah sang Tuan berlalu, kini Jino melangkahkan kakinya menuju area dapur untuk memerintahkan Mbok nah pembantu yang usianya sudah senja membuatkan minuman yang diperintahkan oleh Tuannya itu.
Duda dengan satu putri itu berjalan dengan tegap tanpa menengok kekanan dan kekiri hingga akhirnya.
Brugh.
"Aakkkhh."
Degh.
__ADS_1
Waktu seolah berhenti berputar ketika dirinya yang sudah lama tidak bersentuhan dengan lawan jenis kecuali sang putri, namun sebisa mungkin dia menepis segala perasaan yang akan hinggap dihatinya lalu segera membantu perempuan yang memang sudah bekerja disana sebelum dirinya datang agar berdiri dengan tegap sebab tadi kedua tangannya merengkuh tubuh mungil itu agar tidak terjelembab dilantai marmer.
"Gunakan mata kalau berjalan." Suara dingin dan datar terucap begitu saja lalu pergi meninggalkan perempuan itu,bahkan dia tidak perduli jika ucapannya itu akan menyakiti hati perempuan yang kini menatap tak percaya kearahnya.