
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
"Ayo mam"...
Ajak Serkhan saat dirinya memegang gagang pintu.
"Mama takut boy"...
Ucapnya sedikit pelan, tak dipungkiri wanita paruh baya itu sungguh gugup dan takut, takut untuk bertemu dnegan istri dari Serkhan, sungguh sepanjang perjalanan dirinya sangat gelisah.
Serkhan menghembuskan nafas pelan lalu memutar tubuhnya dan kini menghadap Denia.
"Mam, Nessa itu wanita baik, Nessa pasti senang bisa bertemu dengan mama"...
Ya...saat ini mereka berdua sudah berada dirumah sakit tempat Nessa dirawat dan membawa rujak keinginan Nessa, jika saat dirumah Denia sangat antusias namun setelah menaiki mobil Serkhan dan berjalan menuju kerumah sakit dirinya tiba-tiba gugup dan sangat gelisah.
"Mama disini aja dulu deh, entar mama masuk"...
Ucapnya dengan melas membuat Serkhan mau tak mau menganggukkan kepalanya pelan.
"Janji ya mama tidak akan pergi, ya sudah boy masuk dulu"...
Ucapnya setelah menganggukkan kepalanya pelan dan memutar kembali tubuhnya untuk bersiap membuka pintu kamar rawat inap milik sang istri.
Sebelum membuka pintu Serkhan menoleh untuk melihat Denia yang sekarang sudah duduk di kursi tunggu tak jauh dari posisinya, Denia menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum membuat Serkhan perlahan menganggukkan kepalanya pelan.
Ceklek.
Serkhan membuka pintu dengan sangat pelan dan melangkahkan kakinya sambil menutup kembali pintu tersebut.
Dilihatnya diatas ranjang tubuh sang istri terbalut selimut berwarna putih dan menutup seluruh tubuhnya namun sepertinya baru saja karena selimut tersebut bergerak-gerak membuat Serkhan menerbitkan senyum.
Maria lantas berdiri dari duduknya setelah melihat Tuan mudanya datang dan dirinya segera melangkahkan kakinya untuk keluar dari ruangan tersebut setelah Tuan mudanya itu memberinya kode.
Serkhan segera meletakkan rantang yang bersusun dua diatas meja tak jauh dari ranjang tempat sang istri berbaring setelah maria pergi.
Dengan langkah pelan dirinya mendudukkan tubuh besarnya ditepi ranjang rumah sakit itu.
"Yang"...
Panggilnya dengan lembut sambil mengulurkan tangannya untuk memegang pinggiran selimut yang membalut tubuh seksi sang istri.
Dahinya mengkerut saat selimut yang sudah dipegang untuk dibuka olehnya namun tertahan dan dirinya tau jika saat ini sang istri sedang mode ngambek.
"Maaf sayang, yuk bangun...mas punya sesuatu buat mommy dan twins"...
Serkhan berucap selembut mungkin sambil mengelus dengan sayang perut sang istri dibalik selimut yang posisinya sang istri tengah memiringkan tubuhnya.
Nessa perlahan menurunkan selimut yang membungkus seluruh tubuhnya, hingga kini hanya sepasang mata saja yang baru terlihat dan rambut yang berantakan.
"Ayo, bangun...tuh mas bawain sesuatu"...
Ucapnya sambil tersenyum saat melihat sang istri yang sudah membuka selimutnya walau hanya mata bulatnya serta rambut yang baru terlihat.
__ADS_1
Perlahan Nessa menurunkan selimutnya lagi hingga kini sebatas leher.
Dengan mata yang mengerjap-ngerjap lucu membuat Serkhan merasa gemas memiliki seornag istri seperti Nessa.
Cup.
"Yuk bangun, apa mas bawa kesini?"...
Tanyanya kembali dengan sabar saat sang istri belum membuka mulutnya walaupun dirinya sudah mencium kening sang istri.
Serkhan segera bangun dari duduknya dan melangkahkan kakinya untuk menuju meja yang tak jauh dari tempat tidur dan mengambil rantang tersebut, dengan tersenyum dirinya melangkah mendekat ke arah sang istri dan mendudukkan kembali tubuh besarnya ditepian ranjang.
"Mas bawain pesanan sayang, maaf kalau mas lama"...
Ucapnya dengan tangan sibuk membuka serta mengeluarkan rantang tersebut dari kaitannya.
Nessa perlahan bangun setelah menurunkan lagi selimut tebal itu, walau belum mengeluarkan suara dirinya tetap memandangi sang suami dengan bibir mengerucut lucu.
Matanya berbinar saat melihat isi dalam wadah berwarna biru tersebut.
Serkhan yang melihatnya lantas tersenyum lebar dan mengambil satu potongan lalu dicoelkan diwadah satunya yang berisi bumbu rujaknya.
Disodorkannya tangan yang sudah berisi potongan mangga muda yang sudah ada bumbu diujungnya.
Nessa dengan senang hati membuka mulutnya melupakan bahwa dirinya saat ini sedang mode merajuk, Serkhan langsjng memasukkannya potongan mangga itu kedalam mulut sang istri.
Tanpa merasakan asam yang dihasilkan dari mangga muda tersebut, Nessa dengan antusias mengunyah mangga asam seperti dirinya mengunyah makanan manis.
"Enak?"...
Tanya Serkhan sambil meneguk ludahnya sendiri dan bergidik ngeri melihat sang istri mengunyah mangga tersebut, dari tampilannya saja pasti rasanya masih asam.
Nessa segera menganggukkan kepalanya antusias sambil kembali membuka mulutnya setelah menelan mangga asam tersebut, Serkhan dengan senang hati kembali menyuapi sang istri sambil tersenyum senang.
Beberapa saat kemudian Nessa menolak suapan sang suami saat sudah berada didepan mulutnya.
"Nessa kenyang mas, perut Nessa sudah nggak muat"...
Ucapnya sambil menggelengkan kepalanya.
Serkhan menghentikan tangannya dan menurunkan kembali lalu meletakkan potongan buah pepaya tersebut.
Diambilnya gelas yang berisi air mineral di atas nakas samping ranjang sang istri dan disodorkan tepat didepan mulut Nessa.
Nessa tentu langsung membuka mulutnya dan segera meneguk air mineral didalam gelas tersebut.
"Sudah kenyang, heum...apa ada yang ingin dimakan lagi"...
Tanyanya dengan lembut sambil mengusap bibir kemerahan sang istri dengan ibu jarinya.
Nessa menggelengkan kepalanya pelan sambik tersenyum manis.
Grep.
"Terima kasih mas, Nessa suka, rujaknya juga enak sekali"...
Ucaapnya dengan tulus dengan menjatuhkan tubuhnya dipelukan sang suami yang kinj membelai punggungnya.
"Sama-sama sayang, mas senang kalah kamu suka , ya buatan mama emang enak"...
__ADS_1
Ucpanya ambigu membuat Nessa seketika mengeryitkan dahinya dan mendongakkan kepalanya.
"Anne sudah pulang mas?"...
Tanya Nessa yang ingin tahu.
Serkhan menggelengkan kepalanya pelan.
"Mereka masih didalam perjalanan sayang"...
Jelasnya.
Nessa menautkan alisnya pertanda tak paham.
"Kalau Anne masih dperjalanan lalh siapa yang buat, apa mas beli?"...
Tanya Nessa kembali.
Serkhan hanya tersenyum dan merapikan rambut sang istri.
"Mas nggak beli dan mas nggak buat, ada seseorang yang mas sayangi sama seperti anne, beliau adalah ibu kedua bagi mas"...
Jelasnya.
"Apa sayang ingin bertemu beliau?"...
Tanyanya sambil memandang wajah chuby sang istri.
Nessa merasa ragu dan takut, apakah dirinya siap untuk bertemu dengan wanita yang dipanggil mama oleh sang suami karena selama mereka menikah sang suami tidak bercerita apa-apa mengenai keluarga yang lain selain kedua orang tua Serkhan.
Serkhan mengerti kegelisahan sang istri, mungkin dirinya takut untuk bertemu ornag aaing setelah peristiwa tadi pagi.
"Ya sudah kalau sayang nggak mau bertemu dengan beliau, mas kedepan dulu ya... soalnya mama Denia ada didepan"...
Degh.
Jantung Nessa seperti berdetak sangat cepat saat mendengar ucapan sang suami.
Cup.
Serkhan perlahan bangun dari duduknya setelah mengecup kening sang istri.
Hap.
Tangan Serkhan dipegang tiba-tiba dan dirinya menoleh mendapati sang istri memegang tangannya.
Nessa menganggukkan kepalanya pelan.
"Nessa ingin bertemu dengan mama Denia mas"...
Ucapnya pelan sambil menundukkan kepalanya.
Serkhan segera mengembangkan senyumnya dan menangkup wajah sang istri menggunakan kedua tangan besarnya.
Cup.
Cup.
Cup.
__ADS_1
Ayyy....mau dong pagi-pagi dikecup🤪🤪🤪
😘😘😘