
Happy Reading🤗🤗🤗
Saat ini ketiga duda tampan nan gagah yang sempat membuat kawasan gang damai yang tadinya sunyi sempat ricuh akibat kedatangan mereka dan disinilah ketiganya berdiri di depan pintu berwarna cokelat tua....
Serkhan semakin merasa gugup untuk sekedar mengetuk pintu dan mengucap salam....
tepukan ringan mendarat di pundak kekar miliknya....
"ckkk....sampe berapa jam lagi kita nunggu didepan pintu, dari tadi nggak ngetok-ngetok loe, gue yang mau ucap salam dilarang nah sekarang udah hampir 10 menit kita berdiri didepan pintu kayak orang mau minta sumbangan tau nggak?"...
cerocos dika panjang lebar sedangkan jo hanya melihat interaksi kedua temannya itu sambil bersandar di tiang teras nessa...
"Gue gugup bangs*at, gue doain loe juga bakal ngerasain apa yang bakal gue rasain ntar"...
ucapnya sambil membenahi tampilannya untuk mengurangi kegugupan yang melanda...
huft...
serkhan menghembuskan nafas dengan pelan...
Tok...tok...tok....
Assalamualaikum...
Ucapnya...
"Waalaikum salam"....
jawaban dari dalam yang terdengar seperti suara laki-laki paruhbaya membuat serkhan seketika menjadi tambah gugup....
Ceklek...
Pintu terbuka dan keluarlah laki-laki paruh baya yang masih terlihat gagah walau hanya menggunakan sarung, baju koko berwarna putih dan songkok berwarna hitam ya pak adi selepas shalat maghrib memang tidak mengganti pakaiannya...
Pak adi seketika menautkan alisnya begitu melihat ada 3 pria berada didepan rumahnya, sedangkan dirinya daritadi menunggu calon menantunya...
"maaf, cari siapa ya?"...
ucap pak adi
"Perkenalkan om saya Serkhan dan mereka berdua adalah temen saya"...
ucapnya memperkenalkan diri sambil mengambil tangan pria paruh baya didepannya ini untuk dicium...
"oalah calon mantu sudah datang, bu...bu... cepat kesini, nih looo saingan bapak udah datang... ayo...ayo masuk... maaf ya rumahnya sempit"...
Sambil membawa serkhan dan teman-temannya untuk masuk kedalam, sedangkan ekspresi serkhan masih terbengong begitu mendengar ucapan dari camernya tersebut, kata "saingan" masih menjadi tanda tanya di benaknya...
"Apa sih pak malam-malam kok teriak-teriak"...
Suara wanita paruh baya terdengar dan semakin mendekat dan serkhan menebak bahwa beliau adalah ibu nessa...
"Looo ada tamu, mereka siapa pak?"...
ucapnya lirih ketika berada disamping bapak...
"ini looo calon mantu kita"...
ucapnya sumringah...
__ADS_1
Membuat ibu terbengong calon mantu sedangkan didepannya terdapat 3 pria dewasa jadi yang mana maksudnya? pikirnya....
"Assalamualaikum bu, kenalkan saya serkhan"...
ucapnya memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan dan disambut dengan hangat oleh ibu...
"Waalaikumsalam, oalah gantenge pak calon mantu kita, iyo bakal jadi saingan bapak iki lak dirumah?"...
ucapnya memuji sang calon menantu sambil menggoda sang suami...
"Jadi ibu mau berpindah haluan ceritanya?"...
ujar bapak sambil pura-pura merajuk...
"ya endak too pak.... gitu aja udah merajuk, inget umur pak wes tuo"....
"terus mereka siapa?"...
tanya ibu ketika melihat 2 orang yang bersama calon menantunya...
"ohhh maaf pak bu, kenalkan yang pakai kemeja cokelat namanya jo sedangkan yang pakai kemeja warna maroon namanya dika"...
ucap serkhan sambil memperkenalkan teman-temannya...
"bu, pak kenalkan nama saya dika"...
ucapnya sambil maju untuk mencium tangan kepada kedua paruh baya didepannya...
"perkenalkan pak bu, nama saya jo"...
ucapnya sambil mengikuti yang dilakukan dika walau jo kurang fasih menggunakan bahasa indonesia...
"Ya Allah ganteng-ganteng banget, sayang ibu cuma punya anak tunggal"...
dah macam anak perawan aja ya mom semua pake acara malu-maluðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
"Ibu ini, udah buruan panggil putri kita, tuh nggak liat apa dari tadi calon mantu kita kayak mencari seseorang"...
ucap bapak ketika mendapati serkhan seperti sedang mencari seseorang sedangkan yang singgung hanya menampilkan senyum malu karena tertangkap basah oleh calon mertuanya...
"Ya ampun ibu sampe lupa, saking senengnya liat yang ganteng-ganteng, ya sudah ibu kedalam dulu"...
ucapnya sambil berlalu meninggalkan para tamunya...
Serkhan senang melihat kedua orang tua nessa yang nampak welcome menerima dirinya beserta teman-temannya...
"Nak serkhan bekerja sebagai apa?"....
tanya bapak ketika tinggal mereka para lelaki yang berada diruang tamu...
"Saya hanya mengelola perusaan kecil pak"...
ucapnya merendah diiringi senyum tipis...
"Ya nggak apa-apa biar kecil yang penting selalu giat dalam bekerja nantinya juga akan menjadi perusahaan besar"...
ujar bapak menyemangati calon mantunya yang dikiranya seperti diucapkan oleh serkhan sedangkan sang empu hanya menampilkan sunyum tulus dan dirinya juga yakin bahwa orang tua nessa bukan gila harta sama seperti nessa...
Sedangkan kedua temannya bermonolog dalam hati...
__ADS_1
"Bapak belum tau aja bahwa calon mantu mu adalah orang no 1 di Turki" ucap keduanya dalam hati... ya mereka berdua juga yakin bahwa pria paruh baya didepannya ini bukan orang yang gila harta....
"Boleh bapak berbicara soal nessa?"...
ucap pak adi dengan serius
Dag-dig-dug...
jantung serkhan seakan berdetak saat pria paruh baya dihadapannya ini akan berbicara serius, dan serkhan menganggukkan pelan kepalanya...
"Nessa putri kami satu-satunya dan dirinya baru pertama kali dekat dengan seorang pria makanya ketika nessa cerita bahwa dirinya sedang dekat dengan seseorang,bapak menyuruh nak serkhan kesini malam ini jika serius dengan putri bapak...
Nessa harta paling berharga milik kami dan saya sebagai orang tua nessa tidak ingin putri bapak nantinya disakiti oleh seseorang...
Jika nak serkhan memang serius menjalin hubungan bapak menyetujuinya,hanya saja bapak berharap nessa jangan disakiti baik fisik maupun batinnya, apa nak serkhan bisa menerima keadaan kami sebagai orang tua nessa yang hanya hidup sederhana?"...
ucap pak adi dengan serius
"saya tidak bisa berjanji namun saya usahakan untuk selalu membahagiakan nessa"...
ucapnya dengan tegas...
Senyum bapak seketika mengembang begitu mendengar ucapan dari calon mantunya...
"Bapak suka jawaban kamu, apa orang tua mu akan merestui pilihan nak serkhan?"...
Tanya bapak...
"Maaf pak, saya memang belum membicarakan soal hubungan kami kepada orang tua saya, namun saya bisa menjamin bahwa mereka tak akan keberatan dengan wanita pilihan saya"...
ucapnya dengan serius...
"Ya bapak hanya bisa mendoakan semoga mereka bisa menerima nessa dengan tangan terbuka"...
dan serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan..
"Pak, Status saya saat ini bukan lagi pria lajang, saya seorang duda tanpa anak dan usia saya sudah hampir kepala 4, apa bapak keberatan dengan itu?"...
ucapnya jujur...
"Nak serkhan terlepas dari status lajang atau tidaknya kan yang penting bukan suami dari wanita lain, kalo sampai itu terjadi maaf kehadiran nak serkhan saya tolak mentah-mentah, karena bahwasannya berpoligami itu sebenarnya tidak dilarang namun bapak tidak bisa menerima bila putri bapak diduakan, paham...
dan soal umur bapak tak jadi masalah kan yang menjalani nessa"...
"Yaaa to nduk, kamu nggak masalah kan soal umur nak serkhan, laaa keliatan masih berusia 30 tahun kok"...
candanya, ternyata pak adi menyadari bahwa sejak tadi ada yang menguping dibalik tembok...
Seketika serkhan mengangkat kepalanya begitu mendengar pak adi berbicara seperti itu dan pandangannya beralih ke arah dalam...
Tap...tap...tap...
jeng...jeng...jeng...
ASSALAMUALAIKUM SEMUANYA...
JANGAN LUPA, VOTE, LIKE DAN SELALU SUPPORT KARYA AUTHOR YA...
SALAM SAYANG
__ADS_1
MOM OLLA
😘😘😘