
Happy Readingπ€π€π€
Seorang lelaki dewasa tengah menunggu dengan gelisah sambil mondar-mandir didepan pintu yang sejak satu jam lalu tertutup dan lampu masih berwarna merah bertanda bahwa belum selesainya aktifitas didalam sana.
"Duduklah boy, banyak-banyak berdoa supaya operasinya berjalan dengan lancar"...
Ucap anne dengan lembut saat melihat putranya sedang mondar-mandir dengan gelisah lantas anne menghampiri putranya tersebut.
Ya...hari ini adalah hari dimana Nessa melakukan operasi yang sudah ditetapkan oleh pihak dokter dan tentu hal tersebut tak luput dari peran kedua orang tuanya, yang ikut membantu dalam pencarian kornea mata untuk menantu mereka bahkan sebelum gadis tersebut resmi menjadi istri dari putra mereka.
Dan kemarin sore mereka datang bersama dengan besan yang akan memberi support agar Nessa semangat untuk menjalani operasinya bahkan ayu ikut serta menemani orang tua sahabatnya itu bahkan dia sudah tak sabar ingin melihat nessa dapat melihat kembali walau belum bisa mengenalinya.
"Benar nak serkhan, sebaiknya nak serkhan duduk saja dulu sambil menunggu operasi nessa selesai"...
Ibu menimpali besan perempuannya itu.
Serkhan akhirnya menurut dan duduk didekat anne dikursi yang sudah tersedia untuk menunggu para orang yang sedang melakukan operasi.
Dia berdoa semoga operasi sang istri berjalan dengan lancar dan dapat melihat seperti sedia kala.
Dret...dret...dret..
Malik is Calling...
"Angkatlah dulu telfonnya, siapa tau penting boy"...
Ucap anne saat tak sengaja melihat ponsel putranya bergetar dan dia kenal siapa yang penelfon itu.
Serkhan seolah bimbang apakah harus diangkat telfon tersebut atau tidak, sudah 2 kali dering namun dirinya masih ragu sebab tak ingin meninggalkan sang istri sendiri didalam sana.
Anne menepuk punggung putranya pelan sambil tersenyum tipis dan mengangguk seolah berkata, pergilah... istrimu biar kami semua yang menjaga.
Serkhan lantas mengikuti saran anne nya dan langsung pamit kepada mertua serta orang tuanya untuk menerima telfon.
Tut...tut...tut...
"Ada apa?"...
Tanyanya dengan tegas begitu panggilannya diangkat oleh orang yang menelfonnya 2 kali itu.
π"Em..maaf Tuan muda, ada tamu yang memaksa ingin bertemu dengan anda"...
Ucapnya gugup saat mendengar suara anak majikannya yang begitu tegas.
"Bukankah sudah saya katakan sejak kemarin kalau saya tak ingin menerima satu tamu pun hari ini dan bahkan untuk 1 minggu kedepan"...
Sentaknya saat mendengar ucapan malik asisten baba nya.
__ADS_1
π"Saya sudah jelaskan Tuan, namun sepertinya wanita tersebut tak ingin meninggalkan kantor bahkan sudah 1 jam dia menunggu"...
Jelasnya dengan mulai frustasi.
Serkhan mengerutkan keningnya saat mendengar ada wanita yang ingin menemuinya, sepengetahuannya tak ada klien wanita dalam waktu dekat ini bertemu dengannya.
"Katakan pada Nyonya Chatrice, bukankah pertemuan selanjutnya masih ada 2 minggu lagi"...
Ingatan mengenai klien wanita yang usianya sudah memasuki kepala 4 dan telah menjalin kerja sama 5 tahun lalu.
π"Maaf Tuan muda, ini bukan Nyonya chatrice"...
Malik menghembuskan nafasnya pelan untuk melanjutkan ucapannya.
"Namun ini Nyonya Felisa mantan istri Tuan muda"...
Ucapnya pelan sambil memejamkan matanya berharap tidak menerima teriakan dari Tuan mudanya itu.
"Apaaaaa...."....
Teriaknya sedikit kencang saat telinganya tak salah mendengar nama yang malik sebutkan barusan.
Sedangkan orang yang diseberang telfon sana seketika menjauhkan ponselnya saat suara Tuan mudanya terdengar nyaring.
"Dengar malik, cukup sekali saya mendengar wanita itu menginjakkan kakinya dikantor dan untuk selanjutnya perintahkan kepada seluruh pihak keamanan agar tak memberinya masuk ke dalam kantor apalagi sampai meninjakkan kakinya diruangan saya, paham"....
Tut....
Serkhan langsung mematikan sambungan telfon seketika setelah mengucapkan kata-kata tersebut.
Dipijitnya perlahan pelipis yang terasa berdenyut saat mendengar nama itu kembali, nama yang sudah menggoreskan luka begitu dalam, nama yang telah dikuburnya sejak hari dimana matanya melihat sendiri pengkhiatan itu, nama yang menyebabkan tak ingin mengenal cinta selama 10 tahunan sebelum mengenal pujaan hatinya sekarang yang sudah menjadi istri serta hidupnya.
"Ada apa boy?"...
Tanya seorang wanita dengan lembut sambil menepuk bahu putranya pelan.
Serkhan lantas membalikkan tubuhnya dapat dilihat wajah yang masih cantik itu walaupun usianya sudah senja, wanita yang paling disayanginya, wanita yang telah melahirkannya dengan segala perjuangan dan wanita yang memberi cinta kasih tulusnya hingga kini.
Grep.
Serkhan memeluk erat wanita tua tersebut sambil berkali-kali menghembuskan nafas dengan kasar untuk mengurai hatinya yang kembali berdenyut nyeri, bukan karena masih mencintai namun ketika mengingat nama itu rasa sakit yang dulu sempat ditorehkan kembali timbul seperti luka yang sudah mulai mengering disiram dengan air garam.
"Ada apa, hemmm?"...
Tanya kembali anne sambil menepuk pelan tubuh besar putranya yang diyakininya sedang menyimpan sesuatu.
"Dia kembali anne"...
__ADS_1
Lirihnya sambil tetap memeluk ibunya.
Degh.
Dia kembali
Dua kata yang mampu membuat wanita paruh baya tersebut menegang, penyesalan serta rasa bersalahnya kembali menguap ke permukaan saat ucapan putranya terdengar ditelinga tuanya.
Diusapnya perlahan dan sedikit bergetar tangan tua tersebut di punggung kekar putranya.
"Maafkan anne boy, maafkan kami, maaf jika keputusan kami dulu meninggalkan luka untukmu"...
Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Karena keputusan mereka berdualah putranya menderita selama 10 tahun lebih, mereka pikir dengan menjodohkan anak gadis dari sahabat suaminya bisa membuat hidup serkhan bahagia, namun semua ternyata salah setelah 1 bulan pernikahan putranya mereka sungguh dibuat terkejut dengan terdengarnya pengajuan perceraian yang dilayangkan oleh putranya sendiri dan itupun pengacara keluarga mereka yang memberitahunya.
Setelah mendengar kabar tersebut, mereka lantas menanyakan tentang perihal perceraian putranya dan semakin terkejutnya saat putranya membeberkan alasan yang sebenarnya setelah didesak oleh anne.
Dari sanalah mereka menyesal dengan keputusan yang mereka ambil, bahkan setelahnya mereka hanya mampu melihat perubahan putranya dan tak sanggup untuk menasehati sebab luka itu yang menyebabkan adalah mereka yang notabennya adalah orang tuanya.
"Looo ada apa ini honey...boy..."...
Suara seorang pria paruh baya terdengar dan seketika serkhan melepaskan pelukannya kepada Anne.
"Pergilah, tungguin istrimu...jangan ingat kembali masa lalu, cukup melihat masa depan dimana kamu membina rumah tangga bersama istri dan anak mu kelak"...
Ucapnya lembut sambil membelai penuh kasih sayang kepada putra satu-satunya itu.
Serkhan hanya mengangguk dan tersenyum tipis pada wanita yang telah melahirkannya, ya...ketika dirinya rapuh Anne lah yang selalu menghiburnya bahkan tak henti-hentinya meminta maaf namun anne serta baba tak pernah melarang apa yang dilakukannya selama ini.
Setelah melihat putranya menghilang dari pandangannya, tangis wanita paruh baya tersebut seketika pecah didalam pelukan suaminya.
Tangis yang begitu memilukan bagi siapa saja yang mendengarnya apalagi saat mendengar gumaman kata "Anne minta maaf boy, ini semua salah Anne".
Sultan hanya mampu memeluk erat tubuh gemetar istri tercintanya yang saat ini sedang menangis tersedu-sedu, kini dia paham apa yang menyebabkan istrinya menangis.
Dan dirinya juga ikut andil akan luka yang putranya derita hingga serkhan menemukan penawarnya.
LIKE...LIKE...VOTE...GIFT...π€π€π€
SELALU DUKUNG PASANGAN MANTAN MAS DUDA DAN SI SEKSIπ€π€π€
ππππ
mampir ke karya ke 2 author ya readers tercinta, yang sudah masuk favorit ditunggu update nya yaaaa.....πππ
__ADS_1