
Happy Readingπ€π€π€
Like.vote.giftπ
Setelah dinyatakan pulih dan bisa kembali kerumah, tentu disambut antusias oleh nessa sebab beberapa hari dirawat dirumah sakit membuatnya sedikit jenuh karena sang suami hanya menemaninya dimalam hari saja dan menurut penuturan suami serta ayah mertuanya, saat ini perusahaan sedang membutuhkan mereka berdua karena akan melebarkan kembali sayap bisnisnya dan beruntungnya kedua orang tuanya, anne serta sahabatnya ayu selalu ada untuk menemaninya selama dirawat dirumah sakit.
Dan nessa sebagai seorang istri, hanya mampu mendoakan agar usaha yang sedang dikerjakan sang suami dan ayah mertuanya berjalan dengan lancar.
Diatas ranjang dengan size king seorang wanita masih bergelung dibawah selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya dan hanya menyisakan kepalanya saja sedangkan seorang lelaki dewasa yang melihatnya hanya menggelengkan kepala sambik tersenyum tipis.
"Maafkan mas, pasti sayang lelah gara-gara semalam"...
Lirihnya sambil melihat sang istri dibalik pantulan kaca dan memakai jam tangan mewah miliknya.
Bagaimana tidak lelah jika semalaman dirinya mengajak perang hingga sang naga mengeluarkan semburan dahyat sebanyak 2 kali, alasannya karena sudah 2 minggu sang naga tidak masuk kedalam goa sempit sang istri alhasil semalaman serkhan menggempur istrinya hingga lemas tak berdaya, hingga sang istri langsung tertidur begitu selesai berperang.
Karena satu minggu setelah istrinya keluar dari rumah sakit dirinya baru bisa mengajak sang istri bertempur.
"Sayang, mas berangkat dulu ya"...
Pamitnya dengan lirih serta tak lupa untuk memberi kecupan dikening sang istri.
Serkhan lantas tersenyum saat sang istri hanya menggeliat pelan dan tak bangun sama sekali dan kini malah terpampang 2 gunung yang hampir penuh dengan lukisan cinta darinya membuat dirinya menelan salivanya berkali-kali.
Srek.
Dinaikkannya kembali selimut yang melorot akibat ulah istrinya yang menggeliat barusan.
"Huft...jika tak ingat hari ini ada pertemuan penting, mas bakal melanjutkan ronde ke tiga pagi ini"...
Lirihnya dan buru-buru meninggalkan sang istri yang masih setia menutup mata.
Serkhan perlahan menutup pintu kamarnya agar tak membangunkan tidur sang istri dan menuju lift untuk kelantai dasar.
Ting.
Serkhan keluar dari lift dan secara kebetulan ibu nessa keluar juga dari kamar yang tak jauh dari lift tersebut.
"Looo nak serkhan sudah mau pergi?"...
Tanya ibu saat melihat anak mantunya sudah rapi dengan setelan kantor padahal jam menunjukkan masih terlalu pagi sekali.
"Ehhh...iya bu, serkhan ada pertemuan penting pagi ini sama baba juga, serkhan titip nessa ya bu"...
__ADS_1
Ucapnya dengan sopan sambil tersenyum lembut sambil mengulurkan tangannya..
Ibu nessa menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum kepada anak menantunya dan menyambut tangan serkhan yang akan mencium tangannya dengan takzim setelahnya ibu nessa pergi ketaman samping sebab dirinya dilarang keras oleh besannya untuk memasuki area dapur.
Serkhan segera menuju ke meja makan dan disana sudah tersedia sarapan untuknya karena memang semalam dirinya memberi tahu omar agar menyiapkan sarapan untuknya lebih pagi.
"Pagi boy"...
Sapa baba dan anne bersamaan saat melihat putranya sedang menikmati sarapan miliknya.
"Pagi juga baba...anne..."...
Balasnya sambil menengadahkan kepalanya dan melihat kedua orang tuanya bergabung bersamanya lebih tepatnya sang baba yang akan menikmati sarapan dirumah.
"Anne, boy nitip istri boy ya"...
Ucapnya dengan meneruskan sarapannya.
"Ckkk....nggak kamu suruh juga anne bakal jaga mantu anne"...
Sinisnya sambil melayani sang istri.
Serkhan hanya terkekeh geli melihat anne kesal pagi ini.
βββ
Saat ini anne membawa menantu serta besan perempuannya menuju rumah sakit dimana biasanya nessa melakukan terapi dan tak lupa perawat maria ikut serta juga sebab dirinya yang akan membantu mendorong kursi roda mmyang digunakan oleh nessa.
Sedangkan ayu dan bapak nessa mereka pulang duluan ketanah air dua hari setelah nessa melakukan operasi mata dan hanya tinggal ibu nessa saja yang memang sengaja serkhan ingin tinggal biar sang istri lebih bersemangat menjalani terapi walau sang ibu mertua tidak ingin terlalu lama tinggal ditempat yang asing menurutnya.
Mereka memasuki sebuah ruangan yang memang sudah beberapa kali nessa masuki baik sama sang suami dan maria saja.
"Selamat pagi semuanya"...
Sapa yang dokter yang bertugas untuk melakukan terapi terhadap menantu dari orang terpandang diNegara tersebut.
"Pagi dokter"...
Jawab nessa dan ibu hana bersamaan sambil tersenyum tipis sedangkan anne hanya menampilkan senyum tipisnya dan menganggukkan pelan kepalanya.
"Sudah siap Nyonya muda"...
Sappa dokter yang bername tag. Celia
__ADS_1
Nessa nampak mengangguk antusias dan setelahnya kursi roda diambil alih oleh suster yang bertugas sedangkan yang lainnya hanya boleh menunggu diluar saja sebab dilarang berada didalam ruangan terapi terlalu banyak orang.
Anne lalu meminta ijin ke menantunya untuk menunggu dikantin saja bersama yang lain agar tak bosan jika menunggu didalam ruangan tanpa bisa melihat menantunya melakukan terapi dan nessa pun menyetujui hal tersebut.
Setelah melihat ibu mertua serta ibunya menghilang dibalik pintu ruangan itu bersama maria juga, nessa lantas dibawa oleh suster untuk menuju ruangan terapi yang berada didalam ruangan dokter celia sendiri.
"Sudah siap Nyonya muda?"...
Tanya dokter celia dengan ramah, dokter cantik yang kira-kira usia diatas dirinya namun sudah berkeluarga bahkan memiliki seorang putri.
Nessa menganggukkan kepalanya pelan lalu sang dokter memulai langkah demi langkah seperti biasanya yang dilakukan seminggu 2 kali.
Dengan sabar sang dokter mengarahkan pasiennya untuk menjalani terapi dengan baik dan benar.
Dua jam sudah berlalu dan dokter celia menghentikan terapinya karena tak ingin melebihi batas disetiap pertemuan.
"Wahh...perkembangan yang begitu signifikan Nyonya, saya jamin 2 atau 3 kali pertemuan Nyonya muda sudah bisa berjalan kembali"...
Ucapnya dengan senang saat melihat perubahan yang terjadi terhadap pasien istimewanya ini.
"Sungguh dok"...
Nessa seakan tak percaya saat dokter mengatakan hal demikian dan tak sabar rasanya ingin secepatnya bisa berjalan kembali.
"Tentu, bila perlu nanti jika Nyonya sudah dirumah, Nyonya bisa berlatih sendiri namun tetap harus ada yang menjaga agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan"...
Peringatan sang dokter.
"Dokter bisakah jangan katakan kepada suami saya, saya ingin membuat kejutan untuknya nanti, bilang saja jika terapinya masih seperti biasa belum ada perubahan, please"...
Ucapnya dengan wajah memelas.
Dokter celiapun dibuat bingung oleh pasiennya, pasalnya setiap Nyonya mudanya selesai melakukan terapi, dirinya akan langsung melapor ke Tuan muda alias suami dari pasien didepannya ini, namun sekarang sepertinya dirinya harus sedikit berbohong kepada keluarga pasiennya.
Celia menghembus nafas dengan sedikit berat namun tak urung dirinya menganggukkan kepalanya.
Nessa yang melihat hal tersebut senang bukan main, pasalnya satu bulan lagi sang suami berulang tahun dan dirinya ingin berlatih lebih giat agar bisa berjalan dengan normal dan menemani sang suami berjalan kemanapun tanpa ada lagi penghalang.
"Terima kasih dokter...terima kasih..."...
Ucapnya dengan tulus sambil tersenyum lebar dan senyum nessa menular ke dokter celia.
HALOHA READERS....TETAP SEMANGAT YAA... JANGAN LUPA GIFT SEBANYAK-BANYAKNYA DAN LIKE SERTA VOTE YA...
__ADS_1
ππππ