
Happy Readingπ€π€π€
Like.
Vote.
Gift.
Skip bagi bocil, yang suka ya dilanjut ajaπ€£π€£π€£
π₯π₯π₯
Seorang wanita dengan memakai dress longgar berwarna baby pink, sedang melangkah kan kakinya dengan santai sambil menenteng sebuah paperbag yang berada ditangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang tas mungil senada dengan dress yang menutup tubuh mon toknya dan jangan lupakan perut yang sudah menonjol berada dibalik gaun itu.
Banyak karyawan menyapanya saat berpapasan dengan wanita yang mempunyai perut buncit ini, bukan karna busung lapar namun karena didalam sana ada calon penerus tempat mereka mencari nafkah.
Nessa membalas sapaan mereka dengan menerbitkan senyum tipisnya namun hal itu sudah cukup bagi karyawan yang bekerja disana dan mereka yakin jika Nyonya muda mereka adalah orang yang baik.
Salah satu gadis yang bertugas di bagian Receptionist tampak menghampirinya dan langsung mendampingi Nyonya mudanya untuk menemui atasan mereka padahal Nessa sudah menolak untuk diantar namun gadis tersebut bersikeras hingga akhirnya Nessa mengalah dan dia menerima tawaran gadis muda yang sopan dan baik itu.
"Silahkan Nyonya muda"...
Ucapnya sopan sambil membungkukkan badannya ketika sudah sampai didepan sebuah ruangan yang memang mereka tuju.
"Terima kasih ya"...
Nessa mengucapkan terima kasih sambil memandang gadis tersebut yang di tau bahwa mereka ternyata seumuran namun dia sedang dalam masa magang dikantor sang suami.
"Sama-sama Nyonya muda, kalau begitu saya pamit dulu"....
Ucapnya dengan sopan dan langsung berbalik untuk meninggalkan istri dari pemilik tempatnya magang setelah melihat anggukan Nessa.
Setelah karyawan pegawai magang itu berlalu Nessa lantas mengetuk pintu ruangan sang suami namun sepertinya suaminya belum kembali alhasil dirinya masuk begitu saja.
Karena sebelumnya Nessa memang membaca notif dari suami kalau dirinya akan meeting sebentar dan menyuruhnya untuk langsung masuk ke ruangannya saja.
Ceklek.
Nessa langsung masuk begitu saja dan benar ruangan suaminya masih kosong, Nessa menutup pintu kembali dan meletakkan paperbag yang ribawanya di atas meja yang tak jauh dari posisinya sambil mendudukkan bo kong semoknya disalah satu sofa empuk itu.
Tak terasa sudah 30 menit berlalu namun sosok sang suami belum juga datang sedangkan dirinya sudah menguap berkali-kali.
Nessa memang belum terlalu lapar sebab selama menunggu ternyata ada salah satu OB memberinya minuman serta cemilan yang sedikit berat berupa Roti gulung cokelat favoritnya.
__ADS_1
Karena sudah tidak sanggup lagi menahan mata indahnya agar tetap terbuka, Nessa lalu beranjak dari duduknya dan segera berjalan menuju ruangan yang biasa digunakannya untuk istirahat selama beberapa kali kesini.
Dan ternyata memang benar, saat dirinya mencium bantal, Nessa langsung tertidur karena memang ini adalah jam tidur siangnya seperti hari-hari sebelumnya dan segera menuju ke alam mimpi untuk bermimpi indah didalam kamar istirahat sang suami.
Sedangkan dilain sisi, Seorang pria gagah dan perkasa nampak berjalan dengan tergesa-gesa apalagi setelah selesai memimpin rapat dirinya mendapatkan info dari Abbas jika sang istri sudah tiba dikantornya setengah jam yang lalu.
Ceklek.
"Say..."...
Ucapannya terhenti saat tidak melihat siapapun diruangannya yang ada hanya sebuah paperbag yang diyakininya adalah makan siang mereka berdua nantinya.
Dirinya lantas menutup pintu kembali dan langsung menguncinya, karena dia yakin jika bidadarinya ada didalam ruanganan pribadinya.
Ceklek.
Senyum Serkhan mengembang saat melihat sosok yang dicintainya berada dibalik selimut berwarna abu gelap tersebut.
Ditutupnya perlahan pintu itu namun dirinya tidak langsung menuju dimana sang istri berada sebab dirinya akan mencuci tangan dan kakinya dulu.
Setelah selesai dengan aktifitasnya, Serkhan langsung menuju tempat tidur namun sebelum naik dirinya melepaskan seluruh kain yang melekat di tubuhnya dan hanya menyisakan boxer berwarna putih pilihan istrinya tadi pagi, karena memang
Serkhan naik keatas tempat tidur dengan perlahan agar tidak mengganggu tidur sang istri yang nampaknya sudah terlelap ke alam mimpi.
Cup.
"I Love You"...
Bisiknya setelah melabuhkan kecupan hangat dikening sang istri dan perlahan merebahkan tubuh setengah nakednya dibelakang istri tercinta kemudian mengelus perut buncit Nessa dengan perlahan sambil meletakkan kepalanya tepat diceruk leher istrinya.
"Euugghhh"...
Nessa melenguh pelan saat merasa tidurnya terganggu namun dirinya tak juga membuka matanya membuat Serkhan terkekeh gemas lantas memberi kecupan basah dileher jenjang tepat didepan bibirnya.
"Mas"....
Nessa berucap lirih setelah membuka matanya karena kecupan basah dirasakan tepat dilehernya dan dirinya sudah tau jika itu adalah suaminya karena aroma yang khas begitu melekat diindra penciuman Nessa.
"Apa sayang, maaf mas mengganggu"...
Bisiknya dengan bibir yang sudah tidak bisa dikondisikan lagi membuat Nessa menggerakkan badannya karena merasakan geli.
"Ma...massss"...
__ADS_1
De sahannya saat tangan sang suami sudah mulai aktif bermain di kedua gunung kembarnya yang kian membesar apalagi kini dia merasa ada yang mengganjal dibo kong sintal miliknya yang dia tau kalau itu adalah naga yang bisa membuatnya hingga perutnya kini membuncit.
Seakan tak puas tangan Serkhan perlahan turun dan saat sudah dapat ujung dress milik sang istri, disingkapnya dress berwarna baby pink tersebut sambil mengelus dengan sen sual paha mulus sang istri dan semakin naik hingga kepangkal paha membuat Nessa semakin tak karuan.
"Euuugghhh"...
Lenguhnya saat tiba-tiba ada sesuatu yang menerobos masuk kegoa yang sudah basah itu akibat rang sangan sang suami yang tau titik kelemahan gai rahnya.
"Sudah basah"...
Bisiknya menggoda dengan tangan yang sudah tidak bisa diam dibawah sana, memaju mundurkan secara perlahan agar tidak menyakiti sang istri.
Serkhan seketika menghentikan aktifitasnya dan menarik keluar jari tangan nachkalnya membuat Nessa seketika menengok dengan raut wajah yang sedikit kecewa karena dirinya tadi akan mencapai puncak sebentar lagi.
"Sabar sayang, mas buka dulu ya bajunya"...
Ucapnya jahil sambil mengedipkan matanya dan perlahan mengubah posisi tidur sang istri dengan tangan yang langsung membuka dress istrinya hingga kini keduanya sudah naked tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh polos mereka.
Cup.
Serkhan kemudian menyatukan bibir mereka setelah berada diatas tubuh istrinya namun tetap menggunakan tangan kiri sebagai penyangganya agar perut sang istri tidak terkena tubuh besarnya.
Mereka saling membelit, melu mat, menggigit hingga bertukar saliva dengan tangan yang sudah berada dipegunungan yang subur membuat mereka berdua semakin bergai rah.
Karena sudah tak sanggup untuk menahan, tangan Serkhan kemudian melebarkan paha mulus sang istri dan bersiap memposisikan sang naga yang sudah tegang sejak tadi.
Digesekkannya ujung kepala naga kedepan pintu goa sang istri dengan gerakan yang menggoda membuat Nessa semakin tak karuan.
"Ooouuggghhh"...
Lenguhan mereka berdua terdengar merdu saat Serkhan melepaskan lumatannya dengan posisi dibawah sana yang sudah menyatu.
Serkhan belum menggerakan pinggulnya sebab dirinya masih menikmati jepitan di naganya yang membuatnya candu ingin lagi dan lagi seakan tak ada bosannya apalagi dengan tubuh sang istri yang semakin membuatnya berga irah walau istrinya sedang hamil, sebab beberapa aset kesukaannya kian membesar karena hormon kehamilan sang istri.
Siang itu disebuah kamar hanyalah terdengar suara de sa han dan leng uhan membuat siapa saja yang mendengarnya pasti akan merasa merinding dan bersyukurlah jika sudah memiliki pasangan jika tidak bersiaplah untuk gigit jari.
Haloha...
Like.
Vote.
Gift.
__ADS_1
πππ