
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.Vote.Gift
"Looo honey kok ditutup kembali?"...
Sultan mengerutkan keningnya saat melihat sang istri menutup kembali pintu ruangan dimana menantunya dirawat.
"Emmm...sepertinya kita kembali lagi nanti...emm...sebaiknya kita ke kantin, ayo ba... ayo besan"...
Ajaknya dengan wajah bersemu merah dan segera mengapit besan perempuannya, sedangkan yang lainnya nampak bingung namun tak urung mereka mengikuti langkah kaki helen.
Ohhh astaga dasar anak nakal, nggak tau apa ini dirumah sakit, kelakuannya dah persis seperti babanya... Gumamnya dalam hati.
Ya...orang yang pertama kali membuka pintu rawat inap menantunya adalah helen dan betapa kaget plus malunya dia saat melihat tayangan live adegan 18+ walau hanya kissing hingga wajahnya bersemu merah.
Sedangkan didalam kamar rawat inap mereka masih meneruskan kegiatan mengasyikkan itu tanpa terganggu oleh suara pintu yang terbuka dan tertutup tadi.
Cup.
Serkhan mengakhiri ciuman mereka saat melihat sang istri seperti kehabisan nafas dan dikecupnya singkat bibir yang telah membengkak akibat ulahnya itu.
Dipandanginya wajah cantik sang istri dan diusapnya pelan bibir yang membengkak dengan menggunakan ibu jarinya.
Nessa membalas pandangan sang suami ditatapnya dengan senyum manisnya dan perlahan diangkatnya tangan kanan hingga menyentuh bibir sang suami, nessa mengusap dengan lembut sama seperti suaminya membersihkan sisa saliva yang menempel akibat ulah mereka berdua.
Diperhatikannya wajah sang suami yang tampan dan mulus tanpa adanya cacat sedikitpun hingga membuat dirinya menghela nafas dengan kasar dan menurunkan tangan serta pandangannya membuat serkhan mengerutkan keningnya.
"Ada apa, hem?"...
Tanya serkhan dengan lembut dan mengangkat dagu sang istri.
"Mas, nanti kalau mau jalan keluar mas harus menggunakan masker dan kaca mata hitam, titik"...
Ucapnya dengan cemberut sambil memanyunkan bibirnya.
Cup.
"Kenapa mas harus memakai barang seperti itu sih yang?"...
Tanya serkhan dengan gemas setelah mengecup bibir manyun sang istri.
"Mas terlalu tampan, pasti banyak cewek-cewek cantik yang naksir"...
Ungkapnya dengan bibir yang masih cemberut.
Serkhan seketika terkekeh geli mendengar ungkapan sang istri, ingin rasanya dia membawa sang istri ke dalam surga kenikmatan jika tak ingat bahwa mereka masih berada dirumah sakit.
"Dengar sayang, walau banyak perempuan diluar sana yang lebih cantik, namun semua itu tak bisa membuat cinta mas berpaling, karena cinta mas hanya untuk sayang seorang, percaya sama mas...apapun nanti yang akan terjadi pada rumah tangga kita, mas harap sayang harus tetap percaya sama mas jangan percaya dengan orang lain, jangan suka menyimpulkan sendiri tanpa bertanya sama mas dan mas berharap sayang mau terbuka tentang apapun jangan dipendam sendiri sebab mas bukan cenayang"...
Jelasnya panjang lebar dengan bahasa yang lembut.
Nessa tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, bolehkah ia bersyukur mendapatkan suami yang berfikir dewasa dan tidak egois.
"Mas mereka kok belum sampai juga?"...
Tanya nessa tiba-tiba sebab ini sudah lebih dari setengah jam.
"Oh iya ya, seharusnya mereka sudah datang... sebentar mas telfon dulu ya"...
Serkhan lantas merogoh ponselnya dan segera mencari nama kontak seseorang siapa lagi jika bukan sang anne.
__ADS_1
Tut...tut...
Dinada dering yang kedua panggilan serkhan langsung terhubung.
.......
"Waalaikum salam anne, anne dimana?"...
Jawab salam anne dan langsung bertanya posisi Anne saat ini.
........
"Ohhh...ya sudah kalau gitu, iya menantu anne sudah sadar"...
Beritahunya sambil memandang lembut sang istri dan nessa membalas dengan tersenyum manis tanpa tau bahwa anne hanya sekedar berbasa-basi.
.........
"Iya, Waalaikum salam anne"...
Jawabnya salam dan langsung mengakhiri telfonan mereka.
"Apa kata Anne mas?"...
Tanya nessa saat melihat sang suami mengakhiri telfonnya.
Serkhan memasukkan kembali ponselnya kedalam kantong celananya dan memandang sang istri.
"Anne bilang masih mampir dulu sebentar lagi kemari"...
Jawabnya dan serkhan lantas beranjak dari ranjang rumah sakit dan mendudukkan dirinya dikursi samping ranjang tersebut.
Ucapan lembut serkhan membuyarkan lamunan nessa, ya dirinya masih setia menatap wajah tampan dihadapannya ini.
"Ehh...nggak usah mas"...
Cegah nessa saat tangan suaminya sudah menyentuh kakinya yang tengah berselonjor.
"Syutt...nggak papa yang"...
Serkhan memandang lembut wanitanya yang sedang pasrah menerima pijatan kaki darinya dan setelah itu menundukkan pandangannya ke arah kaki yang sedang dipijatnya walau berselimutkan kain dari rumah sakit.
"Mas"...
Panggilnya lembut.
"Hem..."...
Serkhan menoleh saat nessa memanggil namanya dan tersenyum lembut.
"Apa mas sering memperlakukan perempuan lain seperti ini?"...
Tanya nessa dengan sedikit kesal dan tak rela jika sang suami pernah memperlakukan wanita seperti dirinya.
Serkhan lantas terkekeh geli mendengar pertanyaan sang istri, tidak ada seorang wanita pun yang diperlakukan seperti saat ini.
"Ihhhh jawab mas...kok malah tertawa sih"...
Rengeknya.
Serkhan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya dan diapun sangat suka apalagi saat sang istri bergantung padanya dan bermanja-manja.
__ADS_1
"Nggak sayang, hanya kamu yang mas perlakukan seperti ini"...
Jelasnya dan menghentikan pijatan dikaki nessa lantas memandang wajah sang istri yang masih belum mempercayai ucapannya.
Cup.
"Bukankah sama meminta sayang agar percaya sama mas?"...
Tanya serkhan dengan lembut usai mengecup bibir kering nessa.
Nessa menganggukkan kepalanya sambil membalas memandangi wajah suaminya.
"Mas berkata jujur sayang"...
Ucapnya dengan penuh keyakinan dan tak ada tersirat kebohongan dimatanya dan nessa dapat melihatnya yang ada hanya pancaran cinta untuknya.
Nessa tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan dan memegang kepala sang suami untuk didekatkan secara perlahan.
"Jangan pernah tinggalin nessa mas"...
Pintanya dengan nada lirih.
Cup.
Nessa menempelkan bibir keringnya dan sedikit melakukan pergerakan sedangkan sang suami tampak membiarkannya apa yang dilakukan oleh istrinya itu namun dirinya memejamkan mata.
Nessa melepaskan tautan tersebut, ya...dirinya tak berani jika hasrat suaminya bangkit, bukan tak ingin melayani namun dirinya masih berada dirumah sakit.
"Sudah cukup, nanti itu bangun"...
Ucapnya sambil melirik kearah ************ suaminya dengan wajah memerah.
"Ckkkk...."...
Decaknya sambil menggelengkan kepalanya saat dibawah sana naganya sedang menggeliat pelan namun dirinya harus menahannya seperti tadi agar tak bermain dengan miss shinzui.
Tok...tok...tok...
Ceklek.
Suara ketukan serta gagang pintu terbuka mengalihkan pandangan mereka berdua.
Masuklah wanita paruhbaya berpenampilan elegan dengan wajah khas Asia dengan tersenyum sambil menenten sesuatu dan diikuti oleh wanita paruhbaya juga dengan penampilan yang sedikit sederhana dan tersenyum lebar.
"Sayang, putri ibu"...
Panggilnya dan berjalan sedikit cepat dan mendahului helen selaku besannya.
Nessa tersenyum, kini dirinya dapat melihat wajah ibunya walau belum memiliki ingatan tentang ibu kandungnya.
Serkhan yang mengerti kondisi langsung menyingkirkan diri agar ibu mertuanya dapat mendekat kearah putrinya yang sudah bisa melihat.
Grep.
Dipeluknya nessa yang masih berada diatas tempat tidur itu lantas sedikit merenggangkan pelukan bahagianya dan dikecupnya seluruh wajah putrinya dengan sayang hingga tak sadar airmatanyapun ikut menetes.
HALOHA MAAFKAN AUTHOR READERS JIKA BARU UP KEMBALIðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
SEMANGAT...SEMANGAT....WEEKEND
😘😘😘
__ADS_1