
Happy Reading🤗🤗🤗
Bocil minggir untuk part ini🔥🔥🔥
Yang nggak suka dengan part ini boleh di skip ya readers soalnya sedikit haredangđź¤đź¤đź¤
Serkhan tak henti-hentinya meremas dan ******* gunung kembar istrinya secara bergantian dan meninggalkan jejak merah keunguan.
Ploph...
Serkhan melepas kul*mannya lantas beranjak dari tubuh sang istri, dipandanginya penampilan sang istri yang sedang setengah naked, tubuh yang tadinya putih mulus kini sudah banyak tanda-tanda kepemilikannya.
Dengan sedikit terburu-buru serkhan melepaskan dress istrinya yang tersangkut di pinggang ramping istrinya.
Gaun mahal tersebut dilemparnya ke sembarang arah dengan di ikuti penutup gunung kembar nessa dan sekarang hanya tersisa kain segitiga berwarna hitam yang melindungi hutan belantara dimana didalamnya ada goa yang tersembunyi.
Sedangkan nessa nampak menutupi gunung kembarnya dengan tangan yang menyilang dan wajah yang memerah merona, ya ini kali pertamanya dia naked didepan seorang lelaki dan sekarang sudah menjadi suaminya.
Serkhan lantas melepas kain yang menempel ditubuh kekarnya dan hanya menyisakan boxer untuk menutupi sang naga sang saat ini sudah menggeliat minta untuk dilepaskan dari sangkarnya.
Ditindihnya kembali tubuh indah sang istri dan di angkat kedua tangan mungil nessa diletakkannya tepat diatas kepala sang istri.
Ditelusuri wajah cantik yang saat ini tengah memerah dengan mata tertutup, diusapnya lembut bibir sang istri yang sedikit membengkak dan memerah akibat ulahnya tadi.
"Yang"...
Panggilnya dengan lembut dengan tangan yang tak berhenti untuk menelusuri wajah serta leher nessa membuat sang istri menggelinjang karena usapan lembut nan sensual yang dilakukan suaminya.
"Emm"...
Gumamnya dengan mata yang masih setia terpejam.
"Apa sayang siap untuk selanjutnya"...
"Mas menginginkan hak mas malam ini"...
Ucapnya.
"Bilang ibu, nessa harus menuruti apa yang suami nessa minta termasuk hak mas, nggak boleh membantah bilang ibu"...
Jawab nessa dengan polosnya sambil membuka kedua matanya.
Ya ampun, begini amat istri gue, polosnya nggak ketulungan, untung cinta.. terima kasih ibu mertua nasihatnya... gumamnya dalam hati.
"Ya...ibu benar yang, nggak boleh membantah kalo suamimu ini lagi menginginkan haknya"...
Ucapnya membenarkan sambil mengulum senyum.
"Ya sudah mas minggir dulu, nessa dingin nih"...
"Yuk...mas angetin"...
"Bag..."...
Belum sempat nessa melanjutkan ucapannya bibirnya telah dibungkam oleh serkhan dengan ciuman.
Dilumatnya dengan sedikit terburu-buru, dan ciuman itu terus turun untuk menelusuri leher nessa dengan menggunakan mulut serta lidahnya serkhan ingin menaikkan kembali gair*h sang istri.
__ADS_1
"Eeuuuggghhh"...
Lenguhan terdengar begitu merdu ditelinga serkhan.
Gotcha... istrinya saat ini telah bergair*h, tangan serkhan lantas berada di gunung nessa, direm*snya dengan pelan namun penuh dengan kelembutan dan satu gunung nessa masuk kedalam mulut hangatnya, dimainkannya puncak gunung itu dengan sedikit gigitan kecil membuat nessa semakin tak karuan di buat oleh sang suami.
Setelah tangannya puas merem*s gunung nessa, perlahan tangan besar itu menelusuri perut ramping itu dengan sedikit usapan sensual menambah gair*h sang istri semakin besar, hingga sedikit demi sedikit tangan itu turun hingga diatas segitiga milik nessa, diusapnya perlahan dari luar semakin menambah gerakan istrinya.
Dimasukkannya perlahan jari tangan lewat atas kain segitiga tersebut hingga dirinya merasakan bulu-bulu tipis diarea goa yang akan memberinya kenikmatan yang tiada tara.
"Uuuggghhhh maasss"...
Lenguhnya saat satu jari serkhan berhasil menerobos masuk ke dalam goa sempit nessa membuatnya semakin tak karuan.
Plopp.
Dilepaskannya gunung yang sedang di lum*tnya itu hingga dirinya mendongakkan wajahnya, dpat dilihat wajah sang istri yang nampak mulai frustasi, dan dibawah sana jarinya perlahan-lahan keluar masuk di dalam goa sempit nessa.
"Ya...keluarkan suara indah mu sayang"....
Ucapnya sambil jari tak henti-henyinya mengobrak-abrik yang ada didalam goa hingga dirinya menambah kecepatannya saat tubuh sang istri melengking ke atas pertanda sebentar lagi akan sampai pada pelepasan pertama.
"Maaaassssssss"....
Jeritnya sambil memegang erat seprai bersamaan dengan keluarnya cairan yang keluar dari bawah sana.
"Hoossshhh...hossshhh..."...
Nessa mengatur deru nafasnya yang tak beraturan saat pertama kalinya dia merasakan hal tersebut.
Serkhan lantas menarik keluar jarinya sambil melihat jarinya nampak basah dan dirinya pun tersenyum senang.
Panggilnya pelan dengan nafas yang sudah seperti biasa.
"Hem..."...
Jawabnya dengan mendongakkan wajahnya dapat dilihat wajah sang istri yang terlihat berkeringat.
"Mas...nessa pipis"...
Pekiknya saat menyadari bahwa dirinya mengeluarkan cairan dari bawah sana.
Serkhan terkekeh mendengar ucapan polos sang istri.
"No sayang, itu bukan pipis"..
Setelah mengatakan itu dirinya lantas menaikkan sedikit tubuhnya agar bisa sejajar dengan sang istri.
"Kita mulai ke permainan sebenarnya"...
Ucapnya dengan serak dan langsung menyambar bibir mungil nessa dilumatnya dengan sedikit kasar dan semakin turun ciuman tersebut hingga kini tepat didepan kain segita yang menutupi gua yang baru saja mengeluarkan cairan.
Sret...
Melayanglah kain terakhir sang istri hingga kini polos tanpa sehelai benang yang melekat ditubuh yang sudah dipenuhi karyanya.
"Indah"...
__ADS_1
Ucapnya saat pertama kali melihat hutan yang ternyata tak serimbun pikirnya di kuaknya dengan menggunakan kedua jarinya hingga terlihatlah sesuatu yang membuat sinaga dibawah sana mengamuk dan ingin semakin masuk kedalam sarangnya.
Cupp...
Dibenamkannya wajah serkhan membuat sang empu semakin menggeliat namun tak bebas sebab kaki sebelah kanannya lemah, dipegangnya kedua pundak suami saat ada yang menerobos memasuki goa sempitnya hingga dirinya tak karuan.
"Aahhh maassss"...
Desahannya terdengar kembali serkhan lantas bangkit dari posisinya dan akan menuju ke permainan inti.
"Ini akan sedikit sakit, sayang tahan ya"...
Ucapnya dengan nada berat karena sedang menahan gair*hnya dan nessa hanya mengangguk pelan dengan wajah sayunya.
Dipegangnya naga yang saat ini sudah mengeras pertanda siap untuk menerobos gua sempit yang akan menjadi sarangnya untuk selama-lamanya.
Digesek-geseknya kepala naga yang saat ini telah mengeluarkan sedikit air liurnya ditekannya secara perlahan sambil terus memandang wajah sang istri yang meringis menahan sakit.
"Aaahhh sakiitt mas"...
Ucapnya tertahan sambil meringis perih dibagian bawahnya yang saat ini ada benda asing dan panjang yang siap menembus harta berharganya selama ini.
Serkhan merasa kasihan dengan sang istri namun dirinya seakan tanggung jika tidak menuntaskannya sebab sudah setengah jalan, hingga mau tak mau dirinya menuntaskan segalanya.
Sleebb..
"Aagghh"...
Pekiknya sambil mencakar punggung suaminya hingga dia meneteskan air matanya, ya badannya seakan terbelah setelah jebolnya gua yang selama ini tak memiliki penghuni dan sekarang sudah mempunyai penghuni yang akan tinggal disana selamanya.
Cup...
Cup...
Dikecupnya kedua mata sang istri yang kini tengah menangis.
"Maaf sudah membuat sayang kesakitan, tapi mas nggak bisa menghentikannya sekarang, mas janji akan melakukannya dengan lembut"...
Ucapnya lantas perlahan menggerakkan pinggulnya dengan perlahan sambil ******* bibir nessa agar mengalihkan dari rasa sakit karena telah hilang mahkotanya.
Hingga lama-kelamaan saat sang istri sudah mulai menikmati, serkhan lantas semakin cepat menggerakkan pinggulnya dan meremas gunung milik sang istri dengan tangan yang menganggur tadi.
Satu jam telah berlalu sedangkan sang istri telah mendapatkan 2 kali pelepasan, serkhan yang tak ingin membuat sang istri kesakitan lantas mempercepat pergerakan pinggulnya hingga dirinya mengerang untuk mengeluarkan larva yang akan menjelma menjadi calon buah hati mereka kelak.
Hosh...hosh...hosh...
Nafas keduanya memburu dengan peluh membasahi badan mereka.
Cup.
Dikecupnya dengan penuh cinta kening sang istri yang saat ini tak mampu untuk membuka mata, ya dia sangat lelah akibat pertempuran yang dilakukan sang suami barusan.
"Terima kasih sayang, I love u"...
Ucapnya lembut sambil mencabut naganya yang telah terkulai lemas akibat semburan larva yang sangat dahsyat sekali dan bersamaan itu juga noda merah menempel di sprei berwarna putih yang sangat kentara sekali.
Ditariknya tubuh polos sang istri yang nampak lemas untuk masuk kedalam dekapannya.
__ADS_1
Like mana like...
Maafkan author yang baru bisa up...🙏🙏🙏