Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Diko Alansyah


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Feli menundukkan pandangannya, perasaan bersalah seketika menyelimutinya saat ini bahkan dirinya sejenak melupakan sang putri.


Dirinya terpaksa menyudahi acara berbelanjanya bahkan Feli juga memapah tubuh seorang pria asing yang kesakitan akibat dirinya mendorong troli sedikit kencang tanpa melihat kearah depan sebab tadi dia sedang fokus pada ponselnya.


Dan disinilah mereka berada didalam sebuah mobil lelaki asing tersebut dengan dia yang berada di balik kursi kemudi.


"Ckkk...kenapa menunduk?"...


Decak seorang pria yang saat ini sedang menatapnya tajam padahal dalam hati pria tersebut sungguh senang bukan kepalang saat melihat wajah cantik wanita dewasa dihadapannya ini walau juniornya masih terasa nyeri namun dia senang karena bisa berjumpa dengan wanita dewasa yang cantik jelita bahkan kecantikannya mampu mengusik hatinya yang telah beku selama ini.


"Maafkan saya Tuan, sungguh saya tidak sengaja"...


Lirihnya sambil kedua tangannya saling meremas dengan pandangan masih menunduk, Feli sungguh merasa sangat bersalah apalagi dirinya melihat sendiri bagaimana lelaki tersebut meringis kesakitan diarea terlarang itu.


Pria tersebut menyugar rambutnya yang tidak panjang, walau pinggirannya terpotong rapi namun rambut bagian atas dia panjangkan tapi tidak sepanjang Tuannya.


Lalu pandangannya mengarah pada wanita yang sedang tertunduk dengan meremas kedua tangannya, ahhh andai saja dia bisa dimiliki.


Seketika lelaki tersebut menggelengkan kepalanya pelan untuk mengenyahkan fikiran me sumnya.


"Kenalin nama aku Diko"...


Ucap pria tersebut dengan memasang wajah datar dan tangannya terulur.


Feli seketika menengadahkan wajahnya dan pandangannya terpaku kala melihat lelaki tampan khas asia yang kini sedang mengulurkan tangan dengan raut wajah datar namun dirinya juga bingung kenapa pria tersebut malah menyebut namanya.


Diko sebisa mungkin untuk memasang wajah datar agar tidak kelepasan saat melihat dengan jelas raut kebingungan wanita didepannya itu, bahkan dia bisa menikmati kecantikan wajah Feli yang hanya terkesan natural namun terlihat sungguh cantik.


Ya....Feli hanya memakai riasan tipis dia bahkan tidak lagi mengenakan pakaian sexy nya, kini pakaiannya lebih tertutup walau tidak memakai penutup kepala namun perlahan baju-baju yang dikenakannya tidak akan mengundang naf su pria lain.


Apa lagi saat ini Feli mengenakan dress dengan motif bunga sakura yang sangat kontras dengan kulit putihnya, bahkan Feli seperti masih berusia 30 tahun.


"Ckkk lama"...


Diko segera meraih tangan Feli dan menjabatnya.


Tangan lembut seketika dirasakan oleh Diko bahkan Diko sampai tak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik Feli.


"Nama kamu siapa"...


Tanyanya sekali lagi sembari mengeratkan jabatan tangannya pada tangan Feli dan menggerakkan sebelah tangannya tepat dihadapan Feli.

__ADS_1


"Ehhh...maaf, nama saya Feli"...


Ucapnya dengan gugup setelah tersadar dari lamunannya karena mengagumi wajah tampan dihadapannya itu.


Diko tersenyum miring bahkan dirinya tak berniat untuk melepaskan tangannya dari tangan lembut yang digenggamnya.


"Tuan"...


Cicitnya pelan sembari menggerak-gerakkan tanggannya yang digenggam sedikit kuat.


"Kenapa?"...


Tanya Diko dengan tampang seolah tak tahu.


"Tangan saya"...


Ucapnya pelan dan jangan lupakan wajahnya sekarang nampak bersemu merah lantaran malu karena lelaki tersebut terus memandangi wajahnya.


Karena selama ini dia tidak pernah ditatap seperti itu bahkan ketika dia masih menikah dengan mantan suami keduanya.


Diko Alansyah, pria yang baru menginjak usia 33 tahun berkerja sebagai kepala maid di salah satu rumah terbilang sangat mewah dikomplek perumahan elit, pria yatim piatu yang besar di salah satu panti asuhan yang terletak dipinggiran kota.


Diko terkenal dengan sifat humblenya bahkan banyak wanita yang mengejarnya namun tidak pernah digubris sama sekali sebab dia memiliki luka yang teramat dalam.


Namun sepertinya saat ini dia sedang jatuh cinta pada pandangan pertama pada seorang wanita dewasa dengan kecantikan yang alami.


Sudah dua hari ini Diko libur bekerja bahkan dirinya ijin kepada Tuannya untuk pulang sebentar ke panti menengok wanita yang selama ini merawatnya dan sedang terbaring lemah dikarenakan faktor usia.


"Kenapa?"...


Tanya Diko dengan tampang polosnya bahkan dirinya semakin bersemangat menggoda wanita yang saat ini sedang menyembunyikan raut wajah meronanya.


"Lepas Tuan"...


Pintanya sembari menggerakkan tangannya lagi namun tetap saja tidak bisa.


"Kalau saya tidak mau gimana?"...


Ucapnya sembari mendekatkan wajahnya hingga dirinya dapat mencium lebih jelas aroma yang sangat disukainya.


Dengan pelan tangan sebelahnya terulur untuk mengangkat dagu Feli agar bisa lebih dekat melihat paras ayu tersebut.


"Cantik"...


Gumamnya pelan sembari memperhatikan lebih dekat wajah Feli.


Sedangkan sang empu wajahnya nampak memerah bak kepiting rebus apa lagi jarak dia dengan pria asing yang ditahu namanya Diko sangat dekat bahkan dia bisa merasakan hembusan hangat berbau mint dari mulut pria itu.


"Tuan bisakah lepaskan saya, saya mau pulang... putri saya pasti akan menangis karena terlalu lama saya tinggal pergi"...

__ADS_1


Lirihnya dengan menurunkan pandangannya bahkan kini dia nampak gelisah saat sekelebat wajah Aya melintas dibenaknya.


Degh.


Jantung Diko seketika terasa berhenti berdetak mendengar ungkapan dari wanita yang sudah mencuri hatinya bahkan dirinya langsung melepaskan tangannya begitu saja.


Feli mengeryit bingung namun tak lama dirinya mengendikkan kedua bahunya tanda acuh.


"Sekali lagi saya minta maaf Tuan, apa Tuan mau saya antar dulu?"...


Tawarnya saat melihat lelaki tersebut masih terdiam.


Diko terhenyak saat melihat Feli melambaikan tangan didepan wajahnya dan dieinya lalu memandang wajah Feli sebentar sebelum dirinya kembali bersuara.


"Ekhem...Saya tidak apa-apa, bukankah kamu buru-buru, ayo jalankan mobilnya"...


Titahnya sembari memasang seatbelt dan langsung duduk dengan tenang.


"Hei"...


Diko menjentikkan jarinya hingga menimbulkan bunyi sebab Feli saat ini masih melongo menatapnya.


Karena Feli tak ingin membuang waktu dirinya langsung memasang seatbelt ditubuh rampingnya dan langsung tancap gas meninggalkan supermarket tersebut.


Didalam mobil nampak hening dengan fikiran masing-masing, namun karena Feli buta jalan akhirnya dia bersuara.


"Emmm Tuan maaf, jika menuju apartemen XX arahnya kemana ya?"...


Tanya Feli dengan pelan sebelum dirinya menepikan mobil milik pria asing tersebut di bahu jalan yang agak terlihat sepi.


Diko seketika terperangah mendengar pertanyaan dari wanita yang telah mencuri hatinya itu.


"Memangnya kamu bukan orang sini?"...


Tanya Diko yang langsung diangguki oleh Feli.


"Saya baru dua minggu disini, makanya saya kalau jalan menggunakan taksi"...


Jelas Feli sembari merogoh ponselnya yang bergetar.


Diko menganggukkan kepalanya paham bahkan dirinya memasang telinganya dengan tajam saat Feli mengangkat panggilan tersebut.


"Iya ma, ini Feli sudah dijalan menuju pulang, iya..."...


Ucapnya sebelum mengakhiri panggilan tersebut.


"Sini pindah tempat, biar saya yang antar"...


Pinta Diko dan langsung melepaskan seatbelt yang dikenakannya.

__ADS_1


Sabar Diko, jika jodoh pasti othor akan nikahkan kalian berdua🤣🤣🤣


__ADS_2