Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Penyesalan seseorang


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Ceklek.


Degh.


Tenggorokan nindia tercekat seketika saat membuka pintu dan melihat pemandangan didalam sana.


"Nin, buruan gih masuk kok malah jadi patung didepan pintu, nanti Tuan muda keburu selesai makannya"...


Cerocos Rara dibelakang tubuh nindia tanpa tau penyebab sebenarnya gadis itu menjadi patung didepan pintu kamar istirahat Tuan muda mereka.


Grep.


"Noh liat"...


Bisiknya sambil menarik tangan rara ketika kesadarannya sudah pulih.


"OMG... ini kamar apa gudang"...


Ucapnya hampir berteriak kalo nindia tak memberi isyarat.


Ya, disana mereka melihat pakaian yang bertebaran dimana-mana, selimut yang teronggok dilantai, CD perempuan berwarna merah terang dengan aksen renda sedang nangkring di lampu tidur diatas nakas, Bra dengan warna senada ada diatas kepala ranjang serta bantal guling pada berjatuhan dilantai dan seprei yang sudah acak-acakan.


"Ya...ampun sepertinya abis ada gempa berkekuatan besar"...


Bisiknya sambil merasa malu sendiri untuk membersihkan kamar milik sepasang pengantin baru itu.


Brak.


"Udah, ayo buruan kita rapikan, bisa kek nanti kalo Tuan muda datang kamarnya belum selesai dirapikan"...


Ucap nindia setelah menutup pintu dan sambil mempraktekkan tangan melintang di lehernya.


Mereka berdua lantas membersihkan kamar yang sangat berantakan itu dengan jeli barang-barang disimpan ditempat semula sambil mengambil sprei baru berwarna Abu tua, sprei yang tersedia didalam penyimpanan.


Saat akan membuka sprei sebelumnya netranya menangkap noda berwarna merah kontras dengan spreinya.


"Ra, lihat"...


Nindia memanggil rara yang sedang mengambil pakaian dilantai.


"Apa"...


Tanya rara saat sudah didekat nindia.


Nindia lantas menunjuk ke arah ranjang menggunakan dagunya.


Seketika matanya membola saat melihat noda merah yang sudah kering diatas sprei berwarna putih.


"Astoge...Ternyata Nyonya muda masih peraw*n"...


Ucapnya sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


"Gila...ternyata kuat juga iman Tuan muda sekarang"...


Decaknya sambil geleng-geleng.

__ADS_1


Nindia yang belum ngeh hanya mampu mengernyitkan dahinya.


"Laaa emangnya kenapa sih kalo Nyonya masih peraw*n, kan bagus dong berarti Nyonya wanita baik-baik"...


Ucapnya yang tak mengerti dengan maksud rara.


"Ckkk...kamu tau nggak Tuan muda itu sebelumnya Rajanya petualang ranjang dan sangat terkenal di Negaranya sana, makanya aku jadi kaget saat Tuan muda ternyata baru membobol peraw*n Nyonya hari ini setelah mereka Sah, aku kira dah dari sebelumnya"...


Jelasnya dan mulai melepaskan sprei itu.


"Ohhh gitu...Ya mungkin memang Tuan sudah menemukan cintanya sekarang jadi dia nggak mau mengambil haknya sebelum halal, dari yang aku lihat sih Tuan sangat mencintai Nyonya"...


Feelingnya.


"Ya kamu benar nin, mereka memang saling mencintai, yuda sih pernah cerita gitu sebelum tragedi penculikan itu terjadi, udah ayo buruan"...


Ucapnya sambil melipat sprei itu dibantu oleh nindia dan memasukkan kedalam plastik khusus sesuai dengan perintah Tuan mereka.


Beberapa saat kemudian kamar sudah nampak kembali rapi dan mereka tak bisa memastikan jika nantinya kamar itu akan berantakan kembali, ahhh bikin jiwa mereka iri rasanya.


☆☆☆


"Bagaimana?"...


Tanya seorang wanita yang saat ini sedang melihat sebuah pemandangan dari atas gedung tempatnya saat ini.


"Mereka sedang berada didalam pesawat Nyonya dan akan tiba pukul 10 pagi nanti"...


Ucap seseorang yang berada dibelakangnya.


Ya, beberapa bulan lalu dirinya kembali memantau seorang pria masalalunya, rumah tangganya tak seharmonis seperti bayangannya, impiannya hancur untuk menjadi satu-satunya ratu disinggahsana pria yang dipilihnya, nyatanya di tahun ke 5 pernikahan mereka, suaminya membawa wanita beserta anak balita laki-laki masuk kedalam istana mereka berdua, hancur sudah pasti hancur.


Dia menyadari jika belum bisa memberikan keturunan dan suaminya tak banyak menuntut ternyata inilah alasannya, alasan tak ada tuntutan sebab suaminya sudah mempunyai hak waris dan itu darah daging suaminya.


3 tahun dirinya hanya mampu bertahan selama 3 tahun kedepan dan dia memutuskan untuk berpisah, sedangkan sang suami mengabulkannya sebab tak mungkin dia mempertahankan wanita yang tak bisa memberikannya keturunan, ya egois memang namun itulah faktanya.


2 tahun sudah status wanita itu menjadi janda dan dirinya kembali kenegaranya, disitulah dia melihat mantan suami pertamanya, lelaki baik yang dicampakkannya setelah pernikahan dilangsungkan dan lebih memilih mantan pacarnya yang saat ini juga menjadi mantan suaminya.


Bodoh, satu kata untuknya, karena dia rela meninggalkan lelaki yang pernah mengungkapkan cintanya seminggu setelah pernikahan mereka, namun karena pada saat itu dia masih berhubungan dengan sang mantan kekasih dia pun tak menghiraukan ungakapan cinta tulus suaminya.


Hingga untuk pertama kalinya dia dapat melihat wajah mantan suaminya, wajah yang semakin tampan dan berkharisma membuat siapapun terpesona akan ketampanannya dan kini dia menyesal, menyesal sekali telah mencampakkan batu mulia demi batu kali.


Dari sanalah dia membayar seseorang untuk selalu menguntit kemanapun mantan suaminya pergi dan ditemuinya.


Dan dirinya mendapat fakta bahwa lelaki incarannya tengah menjalin hubungan dengan salah satu pegawainya sendiri.


Rencana demi rencana dia buat agar berjalan dengan semestinya.


"Tunggu aku sayang, bukankah dulu kamu mencintaiku"...


Ucapnya dan langsung menyedot nikotin yang ada ditangannya.


☆☆☆


"Sudah mas, nessa kenyang"...


Tolaknya saat sang suami kembali ingin menyuapinya.

__ADS_1


Diletakkan sendok yang tadinya ingin dimasukkan kedalam mulut sang istri.


"Ya sudah, nih minum dulu"...


Ucapnya sambil menyodorkan segelas air putih dan diterima dengan baik sang istri.


Setelah istrinya selesai minum, diletakkan kembali gelas yang tinggal separuh diatas meja dan mengambil tissu untuk mengelap mulut sang istri dengan lembut.


"Terima kasih mas"...


Ucapnya dengan tulus.


Cup.


"Tak perlu mengucapkan terima kasih sayang, bukankah mas sudah pernah bilang..."...


Ucapnya terpotong.


"Mas ingin menjadi mata serta kaki buat sayang"..


Potong nessa melanjutkan apa yang ingin dibilang sang suami sambil terkekeh kecil.


"Wah...dah mulai nakal ya"...


Serkhan merapatkan tubuh mereka dengan mengeratkan pelukannya.


"Mas, jangan kenceng-kenceng, nessa nggak bisa nafas nih"...


Protesnya saat merasa pelukan sang suami terlalu kuat.


"Nanti mas yang akan memberi sayang nafas buatan"...


Bisiknya sensual ditelinga nessa membuat sang empu meremang seketika.


"Awww...sakit yang"...


Ringisnya saat tangan mungil nessa berhasil mencubit dadanya dan mengenai put*ngnya.


"Makanya, kalo ngomong jangan aneh-aneh"...


Gerutunya kesal dengan muka yang merona merah.


"Aneh-aneh gimana sih yang, beri mas makanan penutup?"...


Godanya kembali.


"Makanan ap... Hmmfft..."...


Ucapan nessa seketika terpotong saat mendapatkan ciuman dadakan dari sang suami, dan nessa tak bisa memberontak sebab dekapan suaminya kuat bahkan tangan besar serkhan mencengkeram lehernya dan dirinya hanya pasrah menikmati makanan penutup ala suaminya.


Ya...satu pelajaran sudah didapatnya lagi dari sang suami.


Dirinya hanya berharap bahwa rumah tangganya kelak akan baik-baik saja.


Like....vote....hadiah...


Selamat pagi semuanya🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2