
Happy Readingπ€π€π€
"Yang"...
Ucapnya dengan pelan.
"Emmm..."..
"Sudah siap?"...
Tanya serkhan saat ini mereka berdua telah berada di dalam mobil alpard miliknya.
Nessa hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil pikirannya menerawang jauh.
"Apa yang sayang pikirkan?"...
Tanya serkhan sambil memegang tangan mungil nessa dan langsung dikecupnya.
"Mas"...
Cicitnya pelan seakan ragu-ragu untuk mengatakan keinginannya.
"Ya, bicaralah apa yang mengganjal dihati sayang"...
Ujarnya.
Nessa tersenyum saat kata demi kata terlontar dimulut pria ini, ucapannya membuat moodnya membaik seketika.
Ya, saat tengah bersiap dan perawat lina yang membantu, nessa merasa bahwa perawat tersebut ogah-ogahan dalam membantunya, seperti saat membantu memakaikan baju entah sengaja atau tidak, tangannya sempat sakit karena sedikit cengkraman di pergelangan tangannya dan dia hanya mengucapkan sepatah kata saja, maaf.
Selama proses membantu dirinya bersiap, tak ada obrolan yang tercipta diantara mereka berdua dan nessa hanya memasang wajah datarnya, ya...tidak bisa melihat bukan berarti buta akan tingkah laku yang terjadi disekitarnya
Dihembuskannya nafas dengan perlahan sebelum dirinya menceritakan tentang hal itu, entahlah apa yang akan serkhan fikirkan jika dirinya mengadu, namun bukankah lebih baik di ditindak selagi masih awal agar tak berkelanjutan.
"Emm...bisakah nessa tak memiliki perawat"...
Ungkapnya pelan.
Dahi serkhan langsung mengkerut saat mendengar ungkapan calon istrinya, seketika dirinya menepikan kendaraannya saat jalanan sepi.
"Apa yang membuat sayang tak ingin di temani perawat lina?"...
Tanyanya dengan lembut ketika serkhan membuka sabuk pengamannya kemudian mengubah posisi duduknya agar menyamping.
"Sepertinya nessa nggak cocok dengan perawat lina, entahlah nessa sepertinya kurang sreg jika berdekatan dengannya"...
Ucapnya pelan tanpa menceritakan hal yang sebenarnya.
"Ya apapun itu mas akan menuruti keinginan sayang, jadi hanya itu?"...
Tanyanya lagi.
Nessa menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum tipis.
"Makasih mas"...
Ungkapnya dengan tulus.
Grep.
Ditariknya tubuh nessa untuk masuk kedalam dekapan hangatnya.
"Dengar, mulai sekarang sayang harus terbuka seperti saat ini, mas lebih suka jika sayang mengungkapkan apa yang mengganjal dihati sayang, jangan suka memendam sendirian"...
Ucapnya dengan lembut sambil mengusap punggung nessa.
Nessa menganggukkan kepalanya pelan sambil tersenyum dalam dekapan hangat calon suaminya.
"Sudah, bisa kita melanjutkan kembali karena pihak WO tengah menanti kita"...
Setelah melihat nessa mengangguk kembali, serkhan lantas memasang kembali sabuk pengamannya dan langsung melajukan mobilnya menuju dimana lokasi yang telah abbas pilihkan.
__ADS_1
Perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 40 menit sampailah mereka di sebuah butik ternama dikota ini dan hanya kalangan atas yang mampu memakai butik tersebut.
Serkhan lantas menggendong tubuh mungil nessa untuk masuk kedalam butik, saat mereka berdua masuk langsung menjadi pusat perhatian melihat seorang pria dewasa yang tampan dengan menggendong seorang gadis belia ala bride style.
"Dimana nona Foni berada?"...
Tanya serkhan kepada salah satu pegawai butik tersebut.
"Nona berada diruangannya Tuan, mari saya antarkan"...
Ucapnya sopan dan langsung berjalan duluan untuk menunjukkan dimana letak ruangan bosnya.
Tok...tok...tok...
"Masuk"...
Seruan dari dalam ruangan terdengar.
Ceklek...
"Nona, ada tamu mencari anda"...
Ucap pegawai tersebut.
Nona foni langsung mengangkat kepalanya saat mendengar bahwa dirinya memiliki tamu.
Disana telah berdiri seorang lelaki tampan dewasa dengan menggendong seorang gadis cantik bertubuh mungil dan terlihat masih muda, sungguh romantis bathinnya.
"Ya, Ah Tuan muda sudah datang...maaf...maaf...silahkan masuk Tuan muda...nona muda..."...
Ucapnya ramah menyambut pelanggan istimewanya dan mengarahkan agar mereka dapat duduk disofa yang telah tersedia.
Ya dia sungguh girang bukan main, saat assisten dari CEO ternama akan memakai hasil karyanya.
Siapa yang tak mengenal nama Serkhan Bassam Ozcivid, Seorang cassanova terkenal di Turki bahkan di negara lain, ya tak dipungkiri dengan ketampanan serta kekayaan yang melimpah membuat orang berlomba-lomba ingin bekerja sama dengannya dan bahkan para wanita tak segan-segan merendahkan harga dirinya hanya untuk popularitas semata.
"Bagaimana, apa pesanan yang abbas pinta sudah ready"...
"Ohhh sudah Tuan muda...Nina... tolong ambilkan rancangan terbaruku"...
Ucapnya memerintah asistennya itu.
Sang asisten langsung mengambil gaun pengantin yang baru didesainnya beberapa waktu lalu dan baru kemarin gaun tersebut jadi.
"Ini nona"...
Ucapnya sambil menyerahkan gaun terbaru dibutik tersebut.
"Ini Tuan muda"...
Anggap aja itu patung yaπ€π€π€
"Bagaimana Tuan muda?"...
Tanyanya sambil terlihat khawatir, takut akan gaun di tempatnya tak ada yang sesuai dengan selera Tuan muda.
"Ya sudah bantu calon istriku, ingat jangan sampai membuat dia tak nyaman"...
Tegasnya kepada pemilik butik tersebut.
"Ba...baik Tuan..."...
Ucapnya terbata-bata.
"Sayang, coba dulu kebayanya ya, mas tunggu diluar"...
Ucapnya dengan lembut sambil mengusap pipi nessa dengan penuh cinta.
Cup.
__ADS_1
Cup.
Setelah meninggalkan kecupan dikening serta bibir nessa, serkhan lantas beranjak dari tubuhnya dan langsung keluar ruangan tanpa menghiraukan keberadaan orang yang berada didalam ruangan tersebut.
Nessa bersemu merah setiap serkhan menciumnya didepan umum seperti ini.
"Ekhem..."...
"Selamat sore Nona muda, perkenalkan nama saya Foni"...
Ucapnya ramah sambil tersenyum tanpa tau keadaan gadis yang dihadapannya yang saat ini hanya tersenyum sambil menatap kearah lain membuat dirinya bertanya-tanya.
"Mari kita keruang ganti Nona agar Tuan muda tidak menunggu lama nantinya"...
Ucapnya sambil bangkit dari duduknya.
Nessa seketika melunturkan senyumnya sambil menunduk dan meremas kedua tangannya.
"Nona"...
Panggilnya pelan sambil mendudukkan tubuhnya di samping nessa.
"Maaf, saya tidak bisa berjalan apakah bisa mencobanya sambil berdiri saja"...
Ucapnya pelan sambil mengangkat wajahnya dan tersenyum getir.
Degh.
Nona foni seketika terkejut begitu pula dengan karyawannya yang berada diruangan itu.
"Ahh...maafkan saya nona, sungguh maafkan saya, saya tidak tau jika nona tidak bisa berjalan"...
Ucapnya dengan tulus dan merasa sangat bersalah.
Nessa seketika mengangguk dan tersenyum mendengar ucapan maaf dari pemilik butik tersebut tanpa memandangnya kembali, membuat dirinya berasumsi yang tidak-tidak.
"Nona maaf sekali lagi, emm...emmm...?"...
Ucapnya ragu-ragu takut menyinggung calon istri dari sang raja bisnis di Turki ini.
"Ya, katakanlah Nona tak perlu ragu?"...
Ucapnya dengan tetap tersenyum.
"Maaf jika pertanyaan saya menyinggung nona, apa nona juga tidak bisa melihat?"...
Tanya foni dengan hati-hati.
Nessa hanya mampu tersenyum, ya pertanyaan seperti ini akan selalu dia dapatkan apalagi nanti setelah mereka menikah pasti banyak yang akan mencibir bahkan menghina dirinya yang tak sempurna seperti yang lainnya.
"Ya, saya tak bisa melihat nona"...
Ucapnya.
"Maaf...maaf nona,apa nona tak marah dengan pertanyaan saya yang menyinggung perasaan nona?"..
Ucapnya lgai sambil memandang sendu sang calon pengantin yang ternyata banyak memiliki kekurangan.
"Saya tidak tersinggung nona, karena pada kenyataannya memang seperti itu, namun saya juga harus tetap bersyukur dengan begitu saya bisa mendapatkan lelaki yang bisa mencintai saya apa adanya dan bahkan rela menjadi mata serta kaki untuk saya yang tak sempurna ini"...
Ucapnya dengan jelas dan tersenyum.
LIKE...GIFT ME PLISS...
SUPPORT SELALU YA READERS...
SALAM SAYANG
MOM OLLA
πππ
__ADS_1