Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Kencan Part 2


__ADS_3

Happy ReadingπŸ€—πŸ€—πŸ€—


Pagi ini jalanan ibu kota terlihat semakin ramai karena weekend, mobil sport mewah milik serkhan membelah jalanan ibukota yang dipenuhi kendaraan kendaraan baik roda 2 sampai roda 6....


Serkhan mengemudikan mobil miliknya dengan santai dan ditemani gadisnya yang berada di kursi penumpang, setelah mereka melakukan sarapan bersama tadi serkhan langsung memibta ijin untuk membawa nessa pergi ke pantai sesuai dengan niatnya yang semalam itu, selama dalam perjalanan serkhan sesekali mengajak nessa bersenda gurau sambil melepas kangen sebelum dirinya bertolak kembali ke Turki, jika ditanya sebenarnya serkhan merasa berat sekali meninggalkan nessa namun sebagai seorang pemimpin dirinya harus mengutamakan pekerjaannya dahulu karena ribuan pegawai berada dibawah naungannya...


"Mas, kayaknya sedari tadi nessa nggak ngeliat mas dika dan oppa jo, bukannya semalam mas bilang mereka juga akan ikut?"...


tanya nessa saat dia tak melihat 2 sosok teman dari kekasihnya...


Serkhan mengalihkan sebentar pandangan yang sejak tadi menatap lurus kedepan ketika mendengar pertanyaan dari gadisnya...


"Ohhh iya tadi subuh dika ngabari kalo dirinya harus mengganti sift temannya dan kalo jo ntahlah sejak tadi malam belu ada menghubungi mas"...


jawabnya sambil fokus mengemudi...


"ohhh gitu.... jadi kita berdua aja ma?"...


tanya nessa kembali...


"Kenapa yang kalo hanya kita berdua, takut sama mas?"...


Godanya sambil menaik-naikkan alisnya dan memandang nessa...


"Ihhhh apaan sih mas"...


wajah nessa seketika merona dan sambil mengerucutkan bibir miliknya membuat serkhan yang kebetulan melihat ke arahnya tergelak...


"Mas gemes tau yang kalo kamu begini, ahhhh rasanya pengen cepet bawa ke KUA deh"...


Godanya kembali sambil mencubit lembut dagu nessak, seandainya dia tidak dalam mengemudi mungkin bibir nessa sudah habis dilahapnya...


30 menit kemudian mobil yang dikemudikan serkhan telah tiba di tempat tujuan dan kali ini pantainya terlihat agak sepi dari yang namanya pengunjung dikarenakan pantai yang mereka kunjungi termasuksalah satu wisata yang baru dibuka, bagaimana caranya serkhan tau tempat ini? ya siapa lagi kalo bukan teman dokternya itu yang memberi tahunya....


Ckitt...


mesin mobil di matikan dan serkhan mengajak nessa untuk turun...


"ayo yang"...


ajaknya sambil mengulurkan tangan untuk gadisnya dan disambut senyuman manis nessa...


Mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan menuju arah pantai, menikmati indahnya pemandangan lautan lepas cukup sederhana namun sangat berkesan bagi nessa...


"Mau berenang?"...


tawarnya...


"Emm nessa nggak bisa berenang mas lagian kan kita nggak bawa baju ganti"...


jawabnya sambil mengalihkan pandangan dari lautan ke arah wajah tampan serkhan...


"Tuh... disana ada yang menjual baju-baju, ayo nanti mas temani berenang"...


ajaknya dan nessa menganggukkan kepalanya pelan setelah memikirkan tawaran yang serkhan berikan...


Akhirnya mereka berada didalam sebuah toko kecil yang menjual berbagai macam baju dan nessa menjatuhkan pilihannya pada celana pendek hitam diatas lutut dan terasa nyaman saat akan dipakai untuk dirinya berenang dan kaos ketat lengan pendek berwarna biru muda, sedangkan serkhan memilih celana pantai warna hitam dan kaos tanpa lengan serasi dengan celana yang di pakainya menambah kesan sexy di mata kaum hawa...


Serkhan memutuskan untuk menyewa penginapan yang berada di seputaran pantai dan nessa menyetujuinya karena setelah di fikir-fikir memang mereka akan membutuhkan sebuah ruang untuk menyimpan barang-barang milik mereka berdua sebelum berenang...


Ceklek...


Pintu penginapan telah terbuka serkhan mengajak nessa untuk memasuki kamar tersebut...


"Yang, ganti baju lah, nanti gantian sama mas"...


titahnya sambil meninggalkan nessa yang berada di kamar untuk menuju arah balkon...


"Iya mas"...


jawabnya sambil melangkahkan kakinya menuju kamar mandi serta membawa baju yang akan di gunakan untyk berenang nanti....

__ADS_1


Dret...dret...dret...


Anne calling


"Halo Assalamualaikum anne"...


ucapnya ketika panggilan masuk diangkatnya...


"Waalaikumsalam boy, ohya bilang baba kamu besok kembali ke sini?"...


tanya wanita paruhbaya yang berada di sebrang telfon...


"Iya Anne, besok boy akan pulang karena ada pekerjaan yang benar-benar tak bisa boy tinggalkan"...


ucapnya sambil mendudukkan tubuh kekarnya di kursi yang ada di balkon kamar itu...


"Ya sudah kalo begitu, anne tunggu di mansion ingat jangan lupa untuk bermalam di mansion boy"...


ucapnya...


"Iya anne sayang, yasudah boy tutup telfonnya... Assalamualaikum"...


Panggilan serkhan akhiri ketika mendengar pintu kamar mandi terbuka tanpa di sadarinya bahwa di sebrang sana sang anne mengumpat kesal karena kelakuan putranya itu....


Serkhan beranjak dari duduknya dan melangkahkan kaki untuk masuk kedalam, dilihat gadisnya yang sudah berganti baju dengan setelan yang melekat di tubuh indahnya serta rambut yang diikat 1 menyerupai ekor kuda menambah kadar kesexyan seorang nessa apalagi leher jenjang putih mulus nessa membuat serkhan meneguk ludah dengan kasar...


"Mas, buru ganti baju, nanti kalo kelamaan matahari akan semakin meninggi"...


ucapnya dengan halus saat melihat serkhan yang hanya diam berdiri ditempatnya...


"ohhhh iya mas ganti baju dulu ya"...


jawabnya sambil buru-buru meninggalkan nessa dan masuk kekamar mandi karena dia tak ingin gadisnya melihat naga yang didalam kurungan menggeliat untuk dilepaskan...


Ckckckck...


mas duda pagi-pagi udah on aja ya mom🀭🀭🀭


30 menit kemudian mereka sudah tiba di bibir pantai untuk berenang bersama...


"Ayo yang"...


ajaknya sambil menarik tangan nessa untuk masuk kedalam air laut yang kelihatan jernih saat nessa melihat dari atas jembatan kecil...


"Tapi nessa takut mas"...


cicitnya pelan sambil duduk dipinggir jembatan dan kaki menjuntai menyentuh air laut sedangkan serkhan sudah berada di dalam laut sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadisnya turun....


"Jangan takut, percaya sama mas"....


ucapnya meyakinkan nessa hingga gadisnya menganggukkan pelan kepalanya dan meraih tangan yang sejak tadi di ulurkan...


Grep...


Seketika nessa menjatuhkan tubuhnya dari atas dan ditangkap oleh badan kekar serkhan membuat keduanya deg-degan....


"Mas, nessa takut jangan dilepas, kenapa kaki nessa nggak nyentuh pasir"....


pekiknya sambil mengeratkan rangkulannya pada serkhan saat kakinya jauh dari dasar laut, sedangkan serkhan hanya terkekeh geli melihat gadisnya dan membalas memegang pinggang nessa dengan erat ya karena tinggi mereka jauh berbeda jadinya nessa tidak bisa menginjak dasar laut, sedangkan untuk serkhan air laut sampai pundak kokoh miliknya...


"iya mas nggak lepasin, peluk yang erat ya"...


Ucapnya dengan halus sambil melangkahkan kakinya untuk menjauh dari jembatan/dermaga kecil...


Nessa seketika menautkan kakinya kepinggang serkhan dan membuat sang empu menegang seketika karena naga kecil miliknya bersentuhan dengan bongkahan padat milik nessa hingga dia mengeram frustasi karena berada dalam situasi yang membuat gairahnya bangkit seketika...


Sedangkan nessa yang tak tau apa-apa hanya tetap mengeratkan pelukannya dan sesekali menggerakkan tubuhnya supaya tak lepas dari serkhan, sedangkan serkhan tengah memejamkan mata saat 2 gunung himalaya nessa bergesekan dengan dadanya membuat naga miliknya yang tadinya setengah tidur kini benar-benar bangun dan memberontak untuk dilepaskan...


"Diam yang, jangan banyak bergerak"...


ucapnya dengan nada berat karena dirinya harus menahan hasratnya...

__ADS_1


"Iya-iya mas, tapi mas jangan lepas tangan nessa, nessa takut tenggelam"...


"Mas kenapa kok muka mas memerah?"...


tanyanya saat nessa memalingkan wajahnya dan tak sengaja melihat wajah serkhan yang memerah seolah menahan sesuatu...


Karena tak tahan serkhan akhirnya melahap bibir sexy nessa yang sejak tadi bicara, dilumatnya atas dan bawah sambil mengekplor mulut nessa hingga nessa membalas ******* yang serkhan berikan, hingga serkhan yang sudah tak tahan lalu melepas pagutannya dan menempelkan kening mereka berdua dengan nafas memburu lalu mengajak nessa untuk naik keatas dermaga walaupun nessa bertanya-tanya dalam hati namun tak urung niat untuk tetap mengikuti apa yang serkhan perintahkan...


"Yang, mas kembali dulu ya ke penginapan, tunggu mas"...


ucapnya tergesa-gesa dan meninggalkan nessa yang tengah menatapnya bingung...


Serkhan masuk kedalam kamar dengan tergesa-gesa dan langsung menuju kamar mandi untuk memuntahkan sesuatu yang sejak tadi ingin keluar, setelah kurang lebih 30 menit akhirnya semburan lahar panas keluar juga...


"Hah...hah..hah...


nafasnya memburu saat pelepasan yang dirasanya...


"ckkkk... kayaknya selepas dari Turki mas akan langsung menghalalkanmu yang"...


monolognya pelan sambil tersenyum tipis saat mengingat kejadian di dalam laut tersebut hingga suara lembut dari luar kamar mandi terdengar...


"Ya sayang, sebentar mas keluar"...


teriaknya saat mendengar suara nessa dan dirinya buru-biru menaikkan celana pendek miliknya dan membersihkan calon anak-anaknya tersebut supaya nessa tak melihatnya seketika dirinya tersenyum tipis saat tiba-tiba hasratnya memuncak karena cuma gesekan 2 gunung himalaya nessa tadi...


Ceklek...


serkhan keluar dari kamar mandi dan melihat wajah khawatir gadisnya...


"mas, gapapa?"...


tanyanya dengan khawatir namun saat melihat serkhan keluar dari kamar mandi dalam keadaan lebih segar kekhawatirannya berkurang...


"Mas gapapa yang, maaf ya mas buru-buru tadi, soalnya lagi nggak bisa nahan"...


ucapnya dengan ambigu sambil melangkahkan kaki mendekati nessa


"Ngak bisa nahan apa mas?"...


tanyanya sambil mengerutkan kening seolah belum paham apa yang dimaksud serkhan...


"Pengen buang air yang"...


cengirnya dan menutupi kenyataan yang sebenarnya....


"ohhh kirain ada apa"...


"yasudah dilanjut lagi nggak berenangnya?"...


tanya nessa saat melihat serkhan sudah lebih baik tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi...


"nggak usah yang, kita berjemur aja yuk sebentar"...


ajaknya dan mendapat anggukan kepala oleh nessa...


Mereka berdua kembali keluar kamar untuk berjemur di kursi pantai yang sudah tersedia sambil bergandengan tangan dan sesekali mereka saling melemparkan senyum, hingga tiba-tiba sebuah suara mengalihkan pandangan mereka...


"Serkhan"...


JRENG....JRENG....JRENG...


ASSALAMUALAIKUM READER MAAF AUTHOR BARU UPπŸ™πŸ™πŸ™


TETAP BERI DUKUNGAN UNTUK KARYA AUTHOR YA SEMUA...


SALAM SAYANG


MOM OLLA


😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2