Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Tertangkap basah


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Abbas Al Malik, Pria berusia 35 tahun merupakan anak yatim piatu, kedua orang tuanya meninggal dunia karena kebakaran didepan mata kepalanya sendiri dia melihat kedua orang tuanya meregang nyawa didalam kobaran api yang melahap rumah sederhana milik keluarga Al Malik hanya untuk menyelamatkannya dari kobaran api namun sayang kedua orang tuanya tidak terselamatkan, Abbas merupakan putra satu-satunya dari pasangan Abbu Al Malik dan Salmah kaftar.


Bocah lelaki yang saat itu masih berusia 10 tahun harus hidup ditengah kerasnya dunia bahkan tak jarang dirinya menahan lapar semenjak kedua orang tuanya telah tiada, tepat dihari ketujuh orang tuanya meninggal dirinya memutuskan untuk keluar dari perkampungan yang terletak dipinggiran kota.


Tidak mudah bagi seorang bocah berusia 10 tahun untuk hidup mandiri, hingga suatu hari dirinya bertemu dengan seorang pria seusia sang ayah yaitu Sulthan Bassam Ozcivid yang dengan tangan terbuka menerimanya untuk ikut tinggal bersama sebab saat itu kondisinya yang sangat lemah.


Dan dari sanalah Abbas sipendiam dikenalkan kepada Serkhan yang usianya 3 tahun diatasnya putra dari dewa penolongnya dan dalam hati dirinya berjanji akan selalu setia mendampingi keluarga Bassam.


Abbas tumbuh menjadi pria dewasa yang mempunyai sifat tegas serta berwajah dingin namun tetap saja pesonanya yang dimilikinya tidak luntur.


Hari demi hari Abbas lewati bahkan dirinya sangat beruntung bisa berada ditengah-tengah keluarga Bassam yang menyayanginya juga sama seperti Serkhan, bahkan Sulthan membangun tempat khusus yang dipenuhi alat olah raga di paviliun belakang.


Cinta, Abbas tidak pernah mengenal yang namanya cinta sebab dirinya membatasi pergaulan dengan kaum hawa, jika ditanya normal tentu saja Abbas sangat normal namun dirinya belum menemukan gadis yang bisa membuat jantungnya berdetak lebih kencang.


Namun saat melihat Jeni untuk pertama kalinya dirinya merasakan desiran aneh namun bukan Abbas namanya jika dirinya menunjukkan ketertarikan apalagi dia tahu jika Jeni sesekali berniat menggoda Tuannya.


Sejak saat itu Abbas sedikit menjaga jarak dan hanya memantau dalam diam namun dirinya bersyukur jika Jeni tidak melanjutkan usahanya dan sejak itulah dirinya semakin tertarik dengan gadis berusia 25 tahun itu.


Jika ruangan CEO sedang melakukan pertempuran yang berujung kenik matan dan Abbas yang tak jauh berbeda dari sang Tuan namun masih bisa menahan diri agar tidak membobol benteng pertahanan saat ini juga dengan diakhiri lamaran yang dadakan.


Dibawah sana tepatnya diloby sepasang kaki melangkah dengan anggun bahkan setiap karyawan yang bertemu langsung menundukkan kepala serta menyapa.


Wanita paruh baya yang dikenal akan sifat sederhananya sedang berdiri didalam sebuah boks yang akan membawanya naik kelantai paling atas dimana hanya ada beberapa ruang khusus yang memang untuk pemimpin dan bawahannya.


Ting.


Lift terbuka saat sudah sampai namun dahinya mengeryit kala ruangan tersebut sangat sunyi dan baru kali ini dirinya mendapati hal seperti ini biasanya masih ada Jeni yang berperan sebagai sekretaris Serkhan namun ini tidak ada sama sekali.


Tak berselang lama seorang pria berseragam khusus OB berjalan kearahnya membuat dirinya dengan sigap bertanya namun urung karena OB tersebut sudah menyapanya.


"Selamat pagi Nyonya besar"...

__ADS_1


Sapa OB tersebut.


"Ya selamat pagi, kamu dari mana kenapa lantai disini sangat sepi?"...


Tanya Helena sambil mengedarkan kembali pandangannya kesekeliling area tersebut.


Karena dibawah tadi, petugas receptionist mengatakan jika orang-orang yang berada diruangan ini tidak ada yang melakukan meeting diluar.


"Saya habis mengantar pesanan Tuan Abbas Nyonya, kalau masalah itu saya kurang paham Nyonya besar"...


Jelasnya karena memang dirinya sehabis mengantar paperbag sesuai permintaan Abbas.


"Ya sudah kamu boleh pergi"...


Ucapnya sambil melangkahkan kakinya dengan tujuan ruangan sang putra.


Ceklek.


Dahi Helena mengeryit saat membuka pintu ruangan sang putra yang ternyata kosong namun dirinya tetap melangkahkan kakinya saat melihat ada tas milik menantunya yang tergeletak dimeja.


Bahkan kini Helena dapat mendengar sayup-sayup suara yang berada diruang rahasia milik Serkhan, membuat Helena menggelengkan kepalanya pelan setelah menebak apa yang terjadi didalam sana lalu memutar haluan untuk keluar dari ruangan tersebut, kan nggak lucu jika menunggu orang yang sedang mereguk kenik matan.


Dan tujuan Helena kali ini adalah ruangan Abbas karena dirinya yakin jika putra angkatnya itu ada didalam ruangan.


"ABAASSSS"...


Pekiknya dengan mata menatap tajam bahkan dirinya sangat syok ketika melihat pemandangan didepannya saat Abbas masih mencum bu Jeni dengan keadaan yang sangat intim yaitu Jeni berada diatas meja kerja Abbas sedangkan Abbas berdiri disela kaki jenjang Jeni.


Bak tertangkap basah Abbas segera menyudahi cum buannya dan membantu Jeni untuk berdiri disampingnya dengan kepala menunduk seperti pencuri yang ketahuan pemiliknya dan jangan tanyakan lagi bagaimana rupa wajah mereka berdua yang sekarang seperti kepiting rebus lantaran menahan malu karena kepergok berbuat mes yum.


Helena berjalan sedikit cepat dengan wajah yang menyeramkan dan ketika sudah berada didekat Abbas tangannya segera bekerja.


"Sini lebih menunduk"...


Ucapnya dengan kesal lantaran putra angatnya itu terlalu tinggi sebelas dua belas dengan sang putra.


Abbas sedikit menundukkan badannya dan seketika telinganya terasa panas plus sakit.


"Auuuwww...ampun Ne, ampuunnnn"...

__ADS_1


Ucapnya sembari memegang tangan Helena.


"Bagus ya bagus, mau niru siapa heum, mau niru kakak kamu?... kenapa cium-cium anak gadis orang, kenapa nggak langsung nikahin aja... astaga....astaga.... punya anak laki dua kenapa tingkahnya begitu, untung aja yang satu udah tobat...laaaa kamu malah mau ngikutin jejaknya"...


Omelnya sembari tetap menarik telinga sang putra yang masih memohon ampun.


"Kenapa diam aja ngomong?"...


Sentak Helena.


"Ya...lepas Anne, gimana mau ngomong kalau telinga Abbas sakit"...


Rengeknya deengan manja bahkan dirinya lupa dengan keberadaan Jeni yang saat ini sedang menahan ketawa saat melihat sifat asli pria yang baru melamarnya beberapa saat lalu.


"Ohhh ya...ya...Anne lupa"...


Ucapnya sembari melepaskan tangannya dari telinga Abbas.


"Udah ngomong buruan, ya ampun Anne terkejut sekali, Anne kira kamu nggak suka gadis, ohhhb syukurlah kalau kamu masih normal"...


Ucpanya dengan frontal.


Abbas membulat sempurna saat mendengar ucapan aneh Anne yang sangat disayanginya itu.


"Anne...plis deh, Abbas masih normal buktinya tadi rajawali Abbas udah berhasil kasih keluar air liurnya"...


Ucapnya dengan polos bahkan dirinya tidak menyadari bahwa dia keceplosan.


"WHATTT"....


Pekiknya sesaat setelah Helena mencerna ucapan Abbas.


"Kamu merawani anak orang, hah...dasar anak nakal belum sah udah jebol gawangnya, bandel banget...kalau udah kebelet kenapa nggak cepetan nikah"...


Ocehnya sembari tangannya memukuli Abbas menggunakan tas mahalnya.


"Aawww...ampun Anne...ampun, bukan begitu maksud Abbas"...


Pekiknya sembari berlari menghindari pukulan yang Anne Helena layangkan.

__ADS_1


Sedangkan Jeni nampak tersenyum tipis dibalik wajah malunya, dirinya senang melihat keakraban Abbas dengan Nyonya besar mereka.


Maafkan othor ya readers, beberapa hari ini othor tumbang jadi belum sempat up😥😥


__ADS_2