
Happy Reading๐ค๐ค๐ค
Serkhan telah sampai diperataran rumah sakit dengan membawa sendiri mobil mahalnya, sebab abbas sedang membantu danu untuk bertemu dengan klien penting hari ini.
Ya, hari ini serkhan yang akan menjemput calon mertuanya dan akan menyampaikan hal yang pastinya akan membuat mereka terkejut.
Serkhan turun dari mobil dengan penampilan yang begitu membius para kaum hawa yang melihatnya, dengan menggunakan kemeja berwarna putih panjang dan dilipat hingga bawah siku, serta celana denim hitam, sepatu mewah berwarna senada serta kacamata hitam yang bertengger diatas hidung mancungnya menambah kadar ketampanannya, dan jangan lupakan tangan kirinya yang dimasukkan kedalam saku celananya.
Tok...tok..tok...
Ceklek...
Serkhan masuk kedalam sebuah ruangan VIP dimana calon mertua perempuannya dirawat beberapa hari yang lalu.
"Assalamualaikum pak, bu"...
Ucapnya sambil menampilkan senyum tampannya dan mencium kedua calon mertuanya dengan takzim.
"Waalaikum salam"...
Jawab bapak dan ibu bersamaan walau ibu masih sedikit lemah namun melihat pria yang selalu menemani hari-hari mereka itu seketika sedikit mengembangkan senyuman walau tipis.
Ya mereka sangat bersyukur akan kehadiran serkhan, walau putri mereka belum kembali berada diantara mereka saat ini namun tak mengurangi kehadiran serkhan sebagai penggantinya, ya hampir setiap hari serkhan menyempatkan berkunjung setelah pulang dari kantor terkecuali jika harus perki keluar kota bahkan keluar negeri baru sepasang paruh baya ini tak melihat laki-laki yang sebelumnya menjadi tunangan anaknya walau hanya sehari.
"Pagi sekali datang nak?"...
Tanya ibu dengan suara pelan saat serkhan mendudukkan tubuhnya dikursi samping ranjangnya.
"Iya, serkhan sengaja datang kesini pagi sekali karena ada hal yang akan serkhan katakan"...
Ucapnya dengan lembut sambil mengusap punggung tangan calon ibu mertuanya dan memandang ke arah ibu dan bapak secara bergantian.
"Apa ada masalah nak?"...
Tanya bapak dengan serius.
"Emm...maaf pak bu, mungkin nanti ucapan serkhan akan membuat kalian terkejut namun serkhan juga akan mengatakannya sekarang"..
Ucapnya terjeda sambil menghirup udara dan perlahan dihembuskan.
"Saat ini nessa kita suda ditemukan"...
Lanjutnya sedangkan ibu dan bapak merasa terkejut namun juga bahagia akan kabar putrinya yang hilang beberapa bulan yang lalu hingga mereka menangis haru saking bahagianya.
"Tapi..."...
Ucapnya menggantung.
"Tapi apa nak, bicaralah?"..
Tanya ibu dengan lembut sambil menggenggam tangan besar serkhan.
"Apapun nanti yang ibu dan bapak lihat jangan pernah bertanya apapun"...
Kedua orang tua nessa mengeryitnya dahinya pertanda tak mengerti akan ucapan dari calon menantunya.
"Maksudnya nak serkhan bagaimana?"...
Tanya bapak.
__ADS_1
"Nessa mengalami amnesia dan bukan hanya itu saat ini nessa tak bisa melihat serta kaki kanannya untuk sementara tak bisa berjalan"...
Jelasnya dengan pelan sambil menunduk sedangkan kedua orang tua nessa nampak syok akan musibah yang menimpa putrinya itu, mereka tak menyangka akan nasib malang yang nessa alami selama diculik.
"Dan serkhan juga ingin meminta ijin agar dapat menikah dengan nessa, bagai mana pak bu?"...
"Apa kamu yakin nak masih ingin memperistri putri kami yang sudah tak sempurna?"...
Ucapnya lirih sambil air mata terus mengalir di pipi yang sudah tak mulus itu.
"Bu, serkhan mencintai putri ibu baik dulu hingga sekarang, serkhan tetap menerima segala kekurangan yang nessa alami saat ini, karena itulah serkhan meminta ijin untuk menikahinya agar serkhan dapat leluasa bersama nessa 24 jam"...
Ucapnya pelan namun tegas.
"Bagaimana pak?"...
Tanya ibu sambil memandang ke arah suaminya.
"Nak serkhan, bapak selaku orang tua nessa sangat bahagia bila putri bapak ada yang bisa membuatnya bahagia, bapak restuin"...
Ucapnya terjeda.
"Namun, jika nak serkhan sudah tak mencintainya lagi bapak harap jangan menyakiti hati serta fisiknya, cukup nak serkhan kembalikan kepada kami"...
Ucapnya sendu.
"Serkhan tak ingin menjanjikan apapun pak, namun serkhan berusaha untuk membuat nessa bahagia, terima kasih pak bu atas restunya"...
Ucapnya dengan berbinar sambil mencium kedua tangan calon mertuanya itu.
"Jadi kapan rencananya kalian akan menikah?"...
Tanya bapak.
Ucapnya.
"Lalu, apa nessa mau menikah dengan nak serkhan, bukankah tadi bilang kalo nessa hilang ingatan?"...
Tanya bapak sambil memikirkan ucapan calon menantunya tadi.
"Ohhh...hehehe...nessa sudah setuju pak, ya walau ada drama sedikit"...
Jawabnya sambil terkekeh kecil mengingat nessa yang marah-marah karena berfikir serkhan telah mencuri ciuman pertamanta padahalnya kenyataannya memang iya.
"Tapi saat ini, kita tak bisa memanggilnya dengan sebutan nessa sebab orang yang telah menculik sekaligus merawatnya memberi nama bella dan sifatnya saat ini berubah drastis"...
Ungkapnya.
"Jadi kami juga harus memanggil nama bella?"..
Tanya ibu.
"Iya bu, rencananya setelah kami menikah, nessa akan saya bawa berobat keluar negeri, bagai mana menurut bapak dan ibu?"...
Tanya serkhan sambil memandang bapak dan ibu secara bergantian.
"Apapun yang akan nak serkhan lakukan apalagi nanti nessa sudah jadi istri nak serkhan, bapak dan ibu hanya mampu mendoakan kalian, semoga nessa dapat kembali seperti sedia kala"...
Doanya tulus.
__ADS_1
"Terima kasih pak bu"...
Ucapnya dengan tersenyum.
"Pak...ayo cepat pulang, ibu nggak sabar mau liat putri kita nessa...ehhh...salah bella maksudnya, ya ibu harus membiasakan memanggil bella, ya kan pak?"...
Ucapnya dengan antusias membuat suaminya seketika terharu akan semangat istrinya dan langsung saja didekapnya tubuh lemah itu untuk masuk kedalam pelukannya.
"Ya, kita akan memanggilnya dengan bella hingga ingatannya pulih kembali"....
Ucapnya lirih sambil mengelus punggung istrinya.
Sedangkan serkhan juga ikut merasakan kebahagiaan melihat semangat calon mertuanya yang sudah hilang beberapa bulan yang lalu, namun kini telah kembali seperti dulu sebab putrinya telah ditemukan walau keadaan yang tak sempurna.
"Ihhh...lepas pak, nggak malu apa dilihatin calon mantu kita?"...
Ucapnya sambil menggeliat didalam pelukan suaminya.
"Justru ini buat jadi pelajaran mereka nantinya sewaktu mereka tua, biar tetap makin harmonis, ya kan nak serkhan?"...
"Betul itu pak, Baba juga masih seperti itu sampai sekarang, ckk...kadang bikin ngiri anaknya"...
Ucapnya membenarkan omongan mertuanya itu.
"Udah...udah...ayo buruan kita pulang, ibu sungguh tak sabar pak"...
Rengeknya saat pelukan suaminya mengendur.
"Nggak sabar apa bu?"...
Goda bapak.
"Udah deh nggak usah nggoda ibu"...
Ucapnya dengan sebal dan memalingkan wajahnya.
"Si tejo sudah kangen loo bu, dah lama tejo nggak masuk ke rumahnya"...
Bisiknya saat bapak kembali memeluk istrinya.
Blush...
Ibu seketika merona akibat ucapan absur dari suaminya sedangkan serkhan beranjak dari duduknya sambil menggelengkan kepalanya, dirinya tak menyangka jika calon mertuanya itu sama persis seperti orang tuanya sendiri, semakin tua semakin menjadi.
ASSALAMUALAIKUM READERS...
LIKENYA DONG READERS DAN JANGAN LUPA BERI GIFT SERTA SUPPORT SELALU BIAR AUTHOR SEMAKIN BERSEMANGAT.
DAN JANGAN LUPA MAMPIR KE CERITA ANTARA TRISTAN DAN LILA, NGGAK KALAH SERU LOOO CERITANYA.
YUK RAMAIKAN... MOHON DUKUNGANNYA๐๐๐
SALAM SAYANG
MOM OLLA
๐๐๐
__ADS_1