Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - DiFel (Hari Pernikahan)


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi seorang pemuda yang sudah menginjak usia 33 tahun, usia yang sudah matang untuk seorang pria membina sebuah rumah tangga dan hari ini pula dia akan melepas status lajangnya untuk mengubah menjadi menikah.


Pernah terlintas difikirannya jika dia tidak ingin merajut kembali sebuah hubungan namun ternyata takdir mempertemukannya dengan seorang wanita yang mampu membuatnya bergetar saat mendengar suara lembut serta paras yang ayu.


Bahkan dia tidak memerlukan waktu lama untuk mencari arti wanita itu dalam hidupnya, ya... wanita yang sudah beberapa malam menghiasi mimpi indahnya bahkan didalam mimpi itupun dia berjumpa dengan pasangan paruh baya yang mengaku sebagai kedua orang tua kandungnya.


Dalam mimpi itupun kedua paruh baya itu menyatukan tangannya dan tangan wanita itu sambil tersenyum haru bahkan diantara mereka ada sesosok balita cantik yang sedang tersenyum manis dan selalu memanggil kata papi.


Dirinya yakin jika itulah pertanda bahwa dia sudah menemukan jodoh untuknya dan dia berharap jika nanti hubungan mereka dipermudah untuk kejenjang yang lebih serius bahkan dia sudah bersiap diri untuk menyingkirkan kerikil-kerikil kecil yang menghalangi jalannya agar bisa berjalan mulus karena tak dipungkiri jika didalam sebuah hubungan pasti akan terdapat bumbu-bumbu cinta yang siap menghiasi perjalan hidup mereka kedepannya.


Dua minggu yang lalu setelah proses lamaran romantisnya diterima dia semakin tahu akan karakter dari calon istrinya namun dia sudah bertekad dalam hati untuk saling melengkapi bukan mencari kesempurnaan dari sosok wanita yang dipilihnya walau dari segi fisik sang wanita sama sekali tidak ada cacatnya sama sekali namun dari karakter dan sifat wanita itu memiliki sisi keras kepala yang harus dia imbangi jika sudah menjadi bagian dari hidupnya kelak.


Bahkan dia masih tidak mengira jika sang calon istri merupakan mantan istri dari majikannya sendiri.


Shock sudah pasti namun hal tersebut tidak mengubah niatnya untuk mempersunting wanita yang usianya berbeda 5 tahun darinya.


Seminggu yang lalu majikannya beserta dengan istri tiba di Mansion yang selama ini dia tinggali dan pada saat ingin mengutarakan niatnya untuk menikah majikan perempuan meminta calon istrinya untuk datang karena menginginkan bertemu dengan calon istri dari orang yang sudah dipercaya untuk menjaga mansion mereka.

__ADS_1


Dan betapa kagetnya saat mereka dipertemukan, namun tak lama suasana kembali hangat sebab kedua bosnya menerima dengan tangan terbuka hubungan mereka.


Bibirnya tersenyum tipis ditengah kegugupannya namun tak dipungkiri jika hari ini adalah hari dimana dia akan melepas status lajangnya.


"Tuan muda." Ucapnya terkesiap saat netranya menatap sosok yang baru masuk kedalam ruangan yang dihuninya.


Pria yang dipanggil Tuan muda hanya menampilkan senyum tipisnya.


"Ayo keluar, penghulunya sudah datang." Ajaknya saat sudah berada didepannya.


Dito hanya menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum tipis.


"Dito, saya senang jika kamu yang mempersunting Feli untuk menjadikan sebagai istrimu, saya berharap kamu tidak menyakitinya dikemudian hari sebab dia sudah banyak menelan luka, kami memang pernah menjalin hubungan bahkan dulu namanya sempat singgah dihati saya tapi pada saat itu dia tidak pernah melihat saya dan membalas cinta yang saya punya, selama mengenalnya dia sebenarnya adalah gadis yang baik walau keras kepala tapi saya yakin jika kamu dapat membuatnya jatuh cinta kembali. Tapi, kamu tidak perlu khawatir saat ini namanya sudah tidak ada didalam hati saya karena sudah ada yang mengisinya.


Dia merasa terharu ketika lelaki yang menjadi tempatnya mencari nafkah mengucapkan doa tulus kepada dirinya yang hanya seorang kepala pelayan dirumah megah milik pria yang saat ini ada dihadapannya bahkan pria itu tidak segan-segan menggelontorkan biaya untuk pernikahannya yang bukan siapa-siapa padahal mereka baru beberapa kali bertemu sejak dia diterima bekerja dengan pria dihadapannya ini.


"Terima kasih banyak Tuan muda atas doanya." Ucapnya terharu bahkan dia tak bisa berkata-kata apa lagi selain ucapan terima kasih.


Pria yang bernama Serkhan itu hanya menganggukkan senyum tipis dan segera membuka pintu lalu mengkodenya agar keluar dari ruangan itu.


Dia sungguh gugup namun dia mencoba untuk menghembuskan nafas dengan perlahan lalu melangkah keluar ruangan untuk menuju tempat dimana diadakannya acara sederhana itu.


Dito menuruti keinginan sang calon istri yang hanya ingin upaca pernikahan mereka dilakukan secara sederhana namun ternyata Tuannya sudah menyiapkan tempat disalah satu hotel ternama dikota tersebut dan sepasang calon pengantin itu hanya pasrah saat Serkhan dan Nessa tidak menerima yang namanya penolakan apalagi sibumil itu menampilkan wajah sedihnya.


Sedangkam dilain ruangan seorang wanita yang usia sudah tidak lagi muda namun masih sangat terlihat cantik dengan balutan kebaya sederhana berwarna putih namun terlihat anggun dengan polesan make up tipis.

__ADS_1


Jika dilihat ini bukan lagi pernikahan pertamanya melainkan pernikahan ketiga namun saat ini dia sangat dilanda kegugupan yang luar biasa mengalahkan pernikahan sebelumnya.


Bahkan sejak tadi jantungnya berdetak lebih cepat saat dia akan melepas statua jandanya untuk yang kedua kalinya itu.


"Sudah siap?" Suara lembut seorang wanita mengagetkan dirinya hingga dia menoleh dan tersenyum tipis saat mendapati seorang wanita cantik dengan perut besarnya tak lupa dress berwarna peach yang hanya sebatas lutut serta tatanan rambut yang digelung rapi menambah kadar kecantikan wanita hamil itu.


Tak dipungkiri jika wanita yang sedang berjalan kearahnya itu mampu memaafkan kesalahannya hingga dirinya merasa amat malu jika mengingat perbuatannya dulu, namun dia sangat bersyukur jika wanita muda berbadan tiga itu mempunyai hati yang sangat luas seluas samudera.


Dia hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan dan mencoba menghembuskam nafasnya dengan pelan untuk mengurangi rasa gugup yang datang mendera.


"Mbak cantik sekali." Ucap wanita tersebut.


Feli seketika merona mendengar pujian yang terlontar dari wanita hamil itu dan tak lama dia merasa tangannya dipegang oleh tangan yang hangat.


"Ayo, calon pengantin pria sudah menunggu mbak." Ajaknya dengan tersenyum manis dan tak lupa tangannya menggandeng tangan dinginnya itu.


"Terima kasih." Ucap Feli dengan tulus.


"Sudah nanti terima kasihnya, ayo buruan keluar nanti Nessa takut kalau pengantin prianya tiba-tiba datang kesini." Godanya dengan menaik turunkan alisnya membuat Feli seketika terkekeh kecil.


Perlahan langkah kakinya berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan tangannya yang digandeng oleh Nessa dan saat sudah tiba ditempat acara dirinya semakin dilanda kegugupan saat netra matanya bertatapan dengan sang calon suami yang menatapnya tak berkedip membuat dirinya seketika menunduk menyembunyikan wajah meronanya.


"Cantik." Suara bisikan serta hembusan nafas beraroma mint seketika membuatnya terpaku saat sudah duduk dikursi yang sudah tersedia.


Alhamdulillah bisa up lagi🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2