Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Berita mengejutkan


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Bila sepasang suami istri yang sedang bermalam dihotel tengah menikmati waktu berdua,kini kita beralih pada kedua pasutri yang berada dibawah satu atap tepatnya dikediaman ibu Elly.


"Yang, elus ih rambut mas." Rengeknya manja sambil tengkurap diatas ranjang dengan hanya memakai boxer berwarna hitam volos.


Ayu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan langsung menuruti permintaan sang suami yang semakin manja ketika dirinya dinyatakan hamil, bahkan morning sicknes yang seharusnya dirasa oleh wanita hamil tidak dirasakannya sama sekali justru sang suamilah yang merasakan hal tersebut.


"Coba pakai baju mas, malu nanti kalo tiba-tiba ada yang ngetuk pintu." Omelnya dengan duduk dipinggiran tempat tidur sembari mengelus rambut sang suami sesuai permintaannya barusan.


"Nanti yang, kan cuma kita berdua yang didalam kamar." Sahutnya dengan suara tertahan sebab wajahnya menghadap kesamping bantal.


Ayu hanya mendengus sebal mendengar penuturan sang suami, dirinya merasa tak enak pada tuan rumah sebab saat ini mereka masih didalam kamar sedangkan diluar sana pasti si pemilik rumah sedang membersihkan sisa-sisa acara tadi.


Tak butuh waktu lama terdengar dengkuran halus milik sang suami yang menandakan bahwa sang empu sudah terlena masuk kedalam mimpi.


"Dah mau petang baru tidur." Gumamnya dan menarik selimut untuk menutupi tubuh suaminya agar tak kedinginan.


Cup.


"Ayu tinggal dulu mas." Pamitnya dengan lirih dan langsung perlahan bangun dari duduknya untuk keluar kamar namun sebelum keluar kamar, dirinya berniat untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian miliknya tadi dengan baju yang sudah disediakan oleh Elly sang pemilik acara.


Kini Ayu sudah selesai dengan aktifitasnya dan sedang berjalan menuju suara-suara seperti orang yang bercengkeramah.


"Looo nak Ayu, nggak istirahat?" Tanya Bik Ratna saat menyadari tamu dari keponakannya sedang berjalan menuju kearah mereka membuat kegiatan disana terhenti dan menoleh kearah Ayu.


Ayu menggelengkan kepalanya pelan dan tersenyum tipis.


"Mas Dika yang istirahat bik, Ayu nggak bisa istirahat lagian kan sebentar lagi petang." Tuturnya dan ikut bergabung diantara ibu Elly dan tentu ada Elly juga.


"Kalau cape baring saja yu, kasian sama debaynya kan harus banyak istirahat, apalagi kalian tadi kemari bawa mobil." Timpal Elly sambil tersenyum tipis pada Ayu yang notabennya usianya dibawahnya beberapa tahun.


"Hehehe terima kasih mbak El." Ungkapnya.


Kemudian mereka melanjutkan aktifitas untuk membuat makan malam sederhana sebab sang bumil sedang menginginkan liwetan.


Sedangkan sisa makanan bekas acara tadi sudah mereka bagikan pada tetangga yang sudah membantu mereka.

__ADS_1


"Sssttt.." Elly mendesis ketika merasakan perutnya sedikit kram lantas dirinya mengelus perutnya agar mereda rasa kramnya itu.


"Kenapa nak?" Tanya Ibu saat mendengar desisan putrinya.


"Perut El kram bu." Jawabnya dengan jujur.


Ucapan El tentu membuat yang ada disana seketika menatap panik.


Sari seketika mendekat dan memegang perut sang putri lalu dielusnya.


"Ayo kekamar, ibu bantu... Na, panggilkan Jo... jam segini kok belum pulang." Titahnya pada sang adik sambil membantu Elly untuk bangun dan Ratna juga membantu Elly sebelum pergi mencari suami dari keponakannya itu


"Iya mbak."


Ratna segera berlalu mencari Jo yang tadi pergi pamit ke tempat Pak RT entah ada urusan apa dirinya bertandang kesana.


"Baring dulu ya El, tunggu suamimu pulang, gimana masih kram perutnya?" tanya Sari dengan penuh perhatian ketika sang putri sudah berbaring diranjang.


"Sudah bu." Lirihnya dengan tersenyum.


"Mbak, ini Ayu buatkan Teh hangat, mudahan perutnya enakan." Suara Ayu mengagetkan keduanya dan menoleh kesumber suara dimana Ayu membawa nampan yang sudah terisi teh hangat.


Ayu tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan lalu menyodorkan teh buatannya.


"Gimana perut mbak?" Tanya Ayu sambil duduk dipinggiran tempat tidur bersebrangan dengan bu Sari.


"Alhamdulillah sudah baik yu, mungkin kecapean kali." Kekehnya pelan dengan tangan terus mengusap perutnya.


"YANG...." Suara seseorang diluar kamar menghentikan obrolan ketiga wanita berbeda usia itu.


Terlihat lah seorang pria tampan yang masih mengenakan baju koko berwarna navy nampak mengatur nafas saat sudah berada didalam kamar.


Jo nampak menggaruk tengkuknya ketika menatap para wajah yang sedang memandang kearahnya apalagi tatapan tajam dia dapatkan dari sang istri dan juga ibu mertuanya.


"Ayu keluar dulu ya bu, mbak." Pamitnya ketika melihat situasi yang sedikit kurang nyaman.


Mereka hanya menganggukkan kepalanya pelan melihat Ayu telah berjalan menuju keluar kamar.

__ADS_1


"Beristirahatlah, ibu keluar dulu... nanti kalau sudah matang ibu panggil." Titahnya sambil mengelus perut yang berisi calon cucunya.


"Jaga istrimu Jo." Ucapnya dengan tegas dan langsung berlalu sembari menutup pintu kamar sang putri tanpa mendengar jawaban dari sang menantu yang masih berdiri mematung.


Setelah melihat sang ibu menutup pintu, Elly perlahan menggeser tubuhnya agar bisa berbaring dengan nyaman tanpa menghiraukan suaminya.


Jo melangkah perlahan sambil menghela nafas pelan.


"Maafin Oppa honey, apa masih sakit?" Bisiknya lirih dengan posisi sudah memeluk sang istri dari belakang dan hanya terdengar helaan nafas dari sang istri membuatnya semakin mengeratkan rengkuhannya.


"Maaf...tadi Oppa nggak sengaja tertahan di tempat pak RT sewaktu mengantar berkas yang kurang." Jelasnya dengan jujur.


"Elusin Oppa." Suara lirih sang istri terdengar membuat dirinya menarik kedua sudut bibirnya dan langsung melakukan apa yang diminta oleh istrinya itu.


Cup.


Dengan penuh kelembutan dirinya mengelus perut sang istri yang didalamnya ada sang calon buah hati dengan wanita yang dicintainya.


Sungguh anugerah yang tak terkira diumurnya yang sudah tak lagi muda dia bisa mendapatkan istri cantik sekaligus akan mendapatkan buah hati yang nantinya kehadirannya itu sudah ditunggu oleh keluarga besarnya yang ada dinegeri asalnya.


"Amma sama Appa dalam waktu dekat ini akan berkunjung hon."


Degh.


Tau istrinya terkejut dirinya menggeser tubuh sang istri agar terlentang dan bisa saling menatap.


"Hei...tenanglah, jangan terlalu difikirin....Oppa akan selalu menemanimu okey."


"El takut Oppa." Cicitnya dengan menatap wajah tampan sang suami.


"Tak perlu ditakutkan hon, Oppa akan meyakinkan mereka dan menjaga kalian." Ucapnya dengan menenangkan sang istri yang mungkin khawatir dwngan kedatangan orang tuanya.


Sebab pada awal pernikahan kedua orang tuanya marah besar karena dia menikah dengan gadis kampung padahal orang tuanya sudah menyiapkan jodoh dari kalangan atas setara dengan keluarga Park.


Dan Elly melihat pertengkaran sang suami dan mertuanya tentu membuat gadis yang baru genap 25 tahun itu terkejut dan takut bila rumah tangga yang baru seumur jagung akan kandas secepat itu namun sang suami bisa menenangkannya hingga kini dirinya dinyatakan hamil dan usia kandungannya telah masuk 7 bulan.


Bahkan Elly merasa cinta dan ketulusan dari suaminya oleh sebab itu dia percaya dengan sang suami yang mungkin akan tetap mempertahankan mereka berdua dari mertuanya.

__ADS_1


Hadiah mana hadiah🤗🤗🤗


__ADS_2