Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Perkara sate.


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Serkhan menyudahi cum buannya di kedua bukit yang semakin sintal dan menantang itu, deru nafas mereka saling beradu tat kala Serkhan menempelkan kedua kening mereka.


Menahan gejolak yang ada didalam tubuhnya sungguh sulit sekali namun dirinya tidak ingin egois dengan membuat sang istri semakin kesakitan dan juga twins.


"Maafkan Nessa mas"...


Bisiknya pelan dengan nafas yang sudah mulai kembali normal, tangannya terurus untuk mengusap wajah sang suami yang tampan itu, dirinya tau perbuatannya kali ini mengundang has rat suaminya, namun apa boleh buat jika sang suami tak bisa menyalurkan padanya dan salahkah pada kehamilannya yang ingin selalu disentuh oleh suaminya, dirinya terkadang jengah dengan sikap agresifnya itu namun lain dengan Serkhan dia sungguh bahagia sang istri bisa seagresif itu karena kebanyakan ibu hamil susah jika akan disentuh karena perubahan hormon dan itu tidak berlaku baginya karena sang istri lebih mendomisi semenjak hamil.


Serkhan perlahan menarik kedua sudut bibirnya dan menggeleng pelan, dirinya tau akan maksud ucapan istrinya itu.


"Mas baik-baik saja sayang, cuma sepertinya naga mas perlu ditenangin dulu, mau masuk sarangnya cuma lagi nggak mungkin"...


Bisiknya dengan mesra membuat kedua pipi Nessa memanas seketika sambil mengelus bibir sang istri yang membengkak karena ulahnya.


Cup.


"Mas, kekamar mandi dulu ya"...


Ucapnya lembut dan perlahan bangun dari ranjang Nessa setelah melabuhkan kecupan dikening.


Nessa menganggukkan kepalanya pelan karena dirinya paham apa yang akan suaminya lakukan dikamar mandi sebab Serkhan juga pernah bercerita tentang bermain solo karir serta miss sinzui awalnya dia tidak paham namun setelah dijelaskan akhirnya dia mengerti.


Hampir setengah jam Serkhan berada dikamar mandi dan dirinya segera keluar dari sana setelah mengeluarkan cairan kental.


Serkhan tersenyum dan perlahan mendekat kearah sang istri.


Cup.


"Maaf lama"...


Bisiknya setelah melabuhkan lagi kecupan dikening Nessa.


Nessa tersenyum dan sedikit menggeser tubuhnya agar menyisakan ruang untuk sang suami lalu menepuk pelan sisi kosong tersebut.


Serkhan segera menuruti keinginan si bumil satu ini lantas merebahkan tubuhnya tepat disamping Nessa dengan posisi memiringkan badannya agar bisa memeluk tubuh sintal Nessa.


"Sudah lapar ya, mas belikan yang lain aja ya?"...


Tanya Serkhan sambil mengelus lembut perut sang istri dengan menyelinapkan sebelah tangannya dibalik selimut, dirinya tidak tega melihat sang istri yang belum makan sejak tadi, ingin rasanya dia mengumpat Abbas yang belum juga datang membawa apa yang istrinya mau.

__ADS_1


"Nessa masih sanggup menunggu mas, Nessa cuma mau makan sate sapi"...


Pintanya dengan nada memelas, ya...dia memang belum terlalu lapar namun keinginan dia untuk menyantap daging yang ditusuk-tusuk menggunakan tusukan yang terbuat dari bambu.


Serkhan menghela nafas pelan dan memandang sendu sang istri, tidak mungkin juga dirinya meninggalkan sang istri dirumah sakit sendirian untuk pulang mengambil sate.


Tok...tok...tok...


Raut wajah Nessa yang tadinya mendung kini berubah menjadi berbinar.


"Mas...buruan buka pintunya itu mungkin sate nya datang"...


Pintanya sambil mengguncang-gungcang lengan sang suami.


Serkhan terkekeh pelan melihatnya dan segera beranjak dari baringnya tadi.


Perlahan langkah kakinya sampai didepan pintu ruangan VVIP yang digunakan oleh istrinya.


Ceklek.


Pintu dibuka dan benar bahwa yang datang adalah Abbas dan menenteng sebuah paper bag yang diyakini itu adalah pesanan sang istri.


"Masuklah, lama sekali kamu datangnya, seperti ngambil di negara lain saja"...


Cetusnya dan langsung membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Abbas diambang pintu.


Sedangkan sang Asisten menggaruk tengkuknya yang tidak gatal namun menghela nafas pelan dan melangkahkan kakinya menuju meja yang berada diruangan tersebut dan dikelilingi oleh sofa berwarna cokelat tua itu.


Setelah mengatur posisi sandar sang istri dirinya lantas memutar tubuhnya untuk mengambil makanan yang diinginkan oleh istrinya itu.


Dengan sigap Abbas menata sate diatas piring lalu menyerahkannya kepada Tuan mudanya , Serkhan menerima piring yang disodorkan oleh Abbas lalu berjalan kembali kearah ranjang dimana sang istri sedang menunggu dengan antusiasnya.


Nessa sungguh tidak sabar rasanya menyantap hidnagan yang diinginkan sejak tadi itu, matanya berbinar melihat piring yang dibawa okeh sang suami, rasanya dia ingin menyeret Serkhan agar berjalan lebih cepat.


Serkhan hanya mampu mengulum senyum melihat raut wajah sang istri yang seperti menang dorprise.


Diulurkan piring yang dipegangnya sambil mendudukkan tubuhnya teoat dipinggiran ranjang.


Dahi Serkhan mengerut kala melihat sang istri hanya menatap piring yang disodorkan olehnya tanpa berniat mengambil, serkhan menengadahkan wajahnya dan melihat raut wajah yang tadinya berbinar kini mendung.


"Ada apa yang?"...


Tanya Serkhan dengan lembut dan emngulurkan sebelah tangannya untuk menyentuh tangan sang istri, dilihatnya lagi piring yang dibawa tidak ada yang aneh pada isinya, sesuai permintaan Nessa daging yang dipotong dadu lalu di tusuk.


"Ayo makan, mas suapi ya"...


Ucapnya kembali saat sang istri belum mengeluarkan suaranya dan menyodorkan satu tusukan yang terbuat dari besi namun ujungnya sudah ada beberapa potongan daging kearah Nessa.

__ADS_1


Nessa menggelengkan kepalanya pelan dan menatap sendu sang suami membuat dahi Serkhan mengeryit.


"Ada apa, ayo ngomong aja sama mas"...


Dengan sabar Serkhan memperhatikan sang istri yang masih menyendu.


"Nessa mau sate mas"...


Ucapnya pelan dengan mata berkaca-kaca.


Serkhan masih bingung dengan apa yang diucapkan oleh istrinya, dirinya melirik lagi kearah piring yang masih dipegangnya.


"Iya, ini kan sate sayang"...


Tanya Serkhan dengan wajah bingungnya, karena setau dia sate memang seperti ini bentuknya, sama sewaktu dia ke Indo.


Nessa menggelengkan kepalanya pelan dan perlahan air matanya luruh juga.


"Nessa mau yang tusukannya bambu mas, ini besi. Nessa nggak mau... hiks...hiks...hiks"...


Isak tangis terdengar dari mulut seksi sang istri.


Gubrak.


Serkhan terpelongo mendengar ucapan dari Nessa, dengan pelan dirinya menghembuskan nafasnya lalu menengok melihat kearah sang Asisten yang sama raut wajahnya seperti dia.


Dikodenya Abbas agar mendekat dan begitu Abbas mendekat dirinya menyerahkan piring yang dipegangnya.


Grep.


Serkhan menarik tubuh sang istri yang masih menangis, diusapnya dengan lembut punggung Nessa, dirinya pelahan menghembuskan nafasnya, ya...inilah resikonya saat sang istri sedang mengandung karena dirinya sudah diwanti-wanti oleh Anne agar lebih sabar menghadapi si calon ibu.


"Di mansion nggak ada sayang tusukan sate yang seperti itu, adanya yang barusan...makan ya"...


Ucapnya dengan lembut sambil memberi pengertian.


Nessa menggelengkan kepalanya pelan lantas mengeratkan pelukannya dengan tangisan yang masih terdengar.


"Jadi sayang maunya apa?"...


Tanya Serkhan sekali lagi namun nadanya sudah tidak ada kelembutan sepertinya dirinya muali lupa jika yang dihadapi adalah singa betina yang sedang mengandung.


"Huaaa....Anne...massss marahi Nessa"...


Tangisnya seketika pecah.


Serkhan yang merutuki kebodohannya seketika kalang kabut dan berusaha untuk menenangkan si bumil yang kini histeris, bahkan suara tangisan sang istri bisa membangunkan seluruh gedung dirumah sakit ini karena saking kencangnya bahkan dirinya sempat syok melihat Nessa saat ini.

__ADS_1


Abbas hanya menjadi penonton sambil mengulum senyum melihat pemandangan yang begitu menggelikan baginya dimana Tuannya benar-benar tunduk oleh sang istri.


Weekend....weekend...jangan pelit bagi hadiah dan likenya🤭🤭🤭


__ADS_2