Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 DiFel (Perjaka vs janda dua kali)


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


Area 🔥🔥🔥 bagi yang belum cukup umur harap skip ya part ini.


Baca sehabis berbuka dan pas sahur ya⚠️⚠️⚠️


"Arrgghhh yang, ouuhh gila...ini gila yaanngg." Pekiknya saat merasakan sensasi yang sangat luar biasa, apalagi saat ini sang istri yang sedang memegang kendali atas pertempuran sengit yang sudah terjadi selama hampir dua jam itu.


Kedua tangannya memegang pinggul sang istri saat dirinya merasakan sesuatu yang hendak meledak dari dalam tubuhnya.


"Faster yang." Pekiknya sembari kedua tangannya membantu pinggul sang istri agar mempercepat gerakan sebab dirinya hendak mencapai puncak kenik matan.


Feli pun merasakan hal sama hingga dirinya semakin menaikkan tempo dan.


Byur.


"Aaarrggghhh." Jerit mereka secara bersamaan saat puncak kenikmatan datang mendera.


Brug.


Tubuh Feli seketika ambruk diatas badan basah sang suami dan nafasnya memburu sama seperti suaminya.


Namun walau tubuhnya terasa lemas setidaknya dia dapat tersenyum tipis saat dirinya masih bisa memuaskan suami berondongnya itu, lelaki yang akan mendampinginya kelak hingga ke Jannah-Nya dan itulah harapan bagi seorang mantan janda dua kali itu.


Feli akui jika dirinya memang banyak memiliki kekurangan namun dia akan mencoba untuk mempertahankan pernikahan dan keluarga kecilnya hingga maut yang memisahkan mereka bahkan dia akan menjadi ibu rumah tangga seutuhnya jika sang suami tidak mengijinkannya untuk membuka sebuah usaha.


Dito tersenyum puas dan dirinya mendekap lembut sang istri yang masih berada diatas tubuhnya tanpa melepaskan penyatuan mereka.


"Terima kasih yang, two hours done." Kekehnya saat netra matanya menangkap jam digital yang berada diatas nakas.


Feli hanya mampu menganggukkan kepalanya pelan sembari tersenyum malu, sungguh baru kali ini dia merasakan bercin ta dengan sensasi yang berbeda bahkan durasinya bisa mencapai dua jam sedangkan dulu jika sedang berhubungan paling lama hanya tiga puluh menit dan itupun dia tidak bisa mencapai puncak berkali-kali bahkan dia merasa kurang terpuaskan.


Namun sebisa mungkin dirinya tidak ingin membandingkan masa lalu dan masa sekarang baginya masa lalu cukup untuk pembelajarannya dan masa depannya kini ada didepan mata bersiap untuk melangkah maju bukan lagi menatap kebelakang.


Tangan besar Dito mengusap seduktif punggung lengket sang istri bahkan dengan nakalnya dia mere mas lembut salah satu bongkahan padat yang berada dibagian bawah belakang membuat sang empu memejamkan mata menikmati rema san demi re masan menimbulkan sensasi menggelitik didalam tubuhnya.


"Mas, capek." Rengeknya sembari menggoyangkan sedikit pinggulnya membuat sang mantan perjaka mendesis nik mat.


"Tapi anaconda mas sudah bangun lagi yang." Desisnya dengan suara beratnya menikmati gua yang terasa menjepit anaconda miliknya.

__ADS_1


"Sekali lagi, please." Mohonnya dengan wajah sayu sebab dia sedang bergai rah sekali saat ini.


Feli menegakkan tubuh atasnya dan melihat betapa wajah sang suami memerah karena gai rahnya telah bangkit.


Cup.


Feli tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya pelan saat tatapan mata mereka bertemu.


Dito lantas segera membanting tubuh sang istri kearah samping dengan lembut dan kini dirinya telah mengungkung tubuh naked istrinya.


Dito mendekatkan wajahnya dan mulai menempelkan benda kenyal miliknya ke bibir seksih milik sang istri.


Mereka saling berperang lidah dan saling melu mat hingga gai rah mereka sama-sama bangkit.


Tangan kokohnya memegang anaconda miliknya dan menggesek-gesekkan kepala anaconda dipintu goa surga sang istri membuat siempu menggelinjang tak karuan bahkan saking tak sabarnya dirinya mengangkat pinggul agar anaconda sang suami segera masuk pada gua yang sudah basah dan siap untuk beradu.


Dito yang sudah tidak tahan pun segera mengabulkan permintaan sang istri dan dia menekan dengan sekali sentak hingga menimbulkan sensasi yang luar biasa.


Dan yang terjadi selanjutnya adalah suara-suara yang akan membuat para jomblowers hanya bisa gigit jari karena pertempuran pengantin baru perjaka vs janda dua kali.


.


.


.


Pria tersebut mendongakkan kepalanya saat pendengarannya menangkap suara dari wanita yang sebentar lagi akan menyandang gelar Mommy itu.


Dirinya tersenyum tipis dan segera mematikan benda persegi miliknya keatas meja lalu beranjak dari duduknya untuk menghampiri sang permaisuri hati.


Namun sebelum dirinya naik keatas ranjang, dia menanggalkan seluruh pakaian tidurnya dan menyisakan boxer bermerk ternama yang berwarna hitam tersebut, warna yang dipilih oleh sang istri.


Gleuk.


Nessa meneguk saliva dengan kasar saat melihat body sang suami yang sungguh membuatnya selalu terpesona bahkan hingga kini dia selalu mengagumi tubuh indah suaminya itu namun walau demikian Nessa masih saja malu jika menatap tubuh setengah naked suaminya itu.


Serkhan merebahkan tubuhnya disamping sang istri dan segera membawa tubuh sintal istrinya untuk masuk kedalam dekapan hangatnya, walau terhalang oleh perut yang besar namun tetap dirinya tidak merasa terganggu.


Cup.


Nessa tersenyum tipis saat sang suami mencium keningnya.


"Udah, yuck bobo." Ajaknya sambil mengelus punggung sang istri.


"Nessa mau ganti posisi, nggak nyaman mas." Keluhnya dan perlahan berbalik untuk memunggungi suaminya itu sebelum suaminya mengeluarkan suaranya.

__ADS_1


"Udah nyaman?" Tanyanya dengan lembut sambil mengusap-ngusap perut sang istri.


"Iya nyaman." Ucapnya dengan pelan.


"Yang."


"Heum."


"Pengen."


"Pengen apa?"


"Mas mau jenguk twins."


Beberapa saat kemudian.


Hening.


"Yang."


"Yang."


Serkhan tersenyum lebar saat mendapati anggukan sang istri dan tangannya segera bergerilya mengusap dengan gerakan sen sual menimbulkan gelora yang membangkitkan hormon calon mommy tersebut.


Bibir seksihnya menyusuri batang leher mulus sang istri, bahkan dirinya memberikan sentuhan-sentuhan yang amat memabukkan namun hal tersebut justru disukai oleh wanita yang sedang berbadan tiga tersebut.


Telapak tangan yang tadinya mengusap perut besar kini semakin naik hingga memegang salah satu bongkahan yang semakin menantang itu.


Jari nackalnya memelintir pucuk bukit yang berwarna coklat muda tersebut, membuat siempu semakin tak karuan dibuat oleh sang suami.


Serkhan menikmati bongkahan padat yang bakal jadi sumber kehidupan calon kedua bayi kembarnya itu, bahkan kini ukurannya sudah melebihi telapak tangannya hingga terasa tidak muat jika hanya dengan satu telapak tangan saja.


Setelah puas menikmati bongkahan padat tersebut, tangannya kini turun dan berhenti didepan goa yang masih tertutup oleh kain segitiga.


Dimasukkannya telapak besarnya lewat atas kain tersebut hingga tangannya terasa menyentuh bulu-bulu halus dan semakin turun hingga dia merasakan daging kecil yang terdapat ditengah-tengah goa membuat dirinya menekan dan memainkan sebentar dan hal tersebut membuat Nessa semakin tak karuan bahkan desa hannya terdengar merdu ditelinga sang suami.


Perlahan namun pasti salah satu jarinya kini sudah masuk perlahan kedalam goa yang sudah terasa lembab.


"Aarrgghh mas." Des ahnya saat merasakan jari besar itu keluar masuk kedalam gua seenaknya.


"Yahhh...nik matilah yang." desisnya dan segera membungkam bibir sang istri dengan bibirnya setelah menaikkan sedikit badannya.


Gerakan senam satu jari semakin cepat saat pinggul sang istri ikut menari, bahkan dia akan mempercepat gerakan agar sang istri dapat mencapai pele pasan pertamanya.


Tak butuh waktu lama tubuh sang istri kian menegang dan bersamaan dengan itu sesuatu yang hangat terasa di jari tengahnya hingga dia semakin cepat mengeluar mauskkan jarinya agar puncak sang istri sempurna.

__ADS_1


Othor cuma bisa gigit jari😭😭😭


__ADS_2