Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Pertemuan antara kedua keluarga


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


"Assalamualaikum"....


Ucap salam serkhan ketika membuka pintu ruangan VIP di sebuah restoran mewah...


"Waalaikum salam"...


Jawab salam secara serempak sepasang paruh baya yang ada di dalam ruangan...


"Apa kabar pak bu?"..


Ucapnya sambil melangkahkan kakinya untuk mendekat ke arah meja dan mencium tangan kedua paruh baya yang sedang duduk....


"Alhamdulillah baik nak, nak serkhan sendiri gimana kabarnya dan kapan nak serkhan datang?"....


Tanya bapak saat calon menantunya ada di hadapannya...


"Saya juga baik pak, semalam saya baru sampai"...


Jawabnya sambil tersenyum....


Tok...tok...tok...


Pintu ruangan di ketuk dan masuklah danu lalu memberi tahu bahwa kedua orang tua serkhan telah tiba...


"Maaf Tuan muda, Tuan besar bersama Nyonya besar telah tiba"...


Ucapnya sambil menundukkan kepalanya...


"Ya bawa masuk baba dan anne, nu"...


Jawabnya...


Sedangkan sepasang paruh baya dihadapannya itu hanya diam sambil menyimak pembicaraan calon mantunya....


"Baik Tuan muda"...


Ucapnya tegas lalu berbalik untuk menjemput kedua orang tua dari Tuannya itu....


"Maaf ya pak bu"....


Ujarnya saat danu meninggalkan ruangan...


"Nggak apa-apa nak serkhan, jadi ada apa nak serkhan meminta kami untuk datang kemari?"...


Ucapnya setelah berbasa-basi....


"Begini pak, emmm.... kita tunggu kedua orang tua saya dulu, tidak apa kan pak?"....


Ucapnya dengan gugup...


"Ohhh iya tidak apa nak serkhan"....


Jawab bapak...


"Maaf ya pak bu harus menunggu lagi"....


ucapnya tak enak hati kepada pasangan paruh baya di hadapannya itu...


"Nggak apa-apa nak, ya kan bu?"...


Jawab bapak dan langsung bertanya kepada sang istri...


"Iya nak tidak masalah kok"...


Jawab ibu sambil menampilkan senyum...


Tok....tok...tok...


Ceklek...


Pintu terbuka masuklah sepasang paruh baya yang satu walau terbilang sudah lebih dari setengah abad namun tak menghilangkan kecantikan yang dimilikinya apa lagi dengan wajah khas asia, sedangkan pria bule dengan postur tubuh yang tinggi sebelas dua belas dengan calon mantunya tetap gagah walau menggunakan tongkat 1 bukan untuk tubuh tuanya saja karena memang ada masalah dengan kakinya, ya baba mengalami kecelakaan beberapa tahun lalu dan mengakibatkan dirinya harus menggunakan tongkat jika ingin berjalan walaupun usianya di atas orang tua nessa namun masih terlihat segar bugar sebab mereka berdua melakukan hidup sehat dan ingin melihat cucu-cucunya kelak....


"Assalamualaikum"...

__ADS_1


Ucapnya salam saat mereka sudah tiba didalam ruangan itu...


"Waalaikum salam"...


Jawab serempak yang ada di dalam ruangan itu...


"Apa kabar bu, pak?"....


Tanya anne sambil mendekat dan memeluk ibu hana kemudian mencium kedua pipi paruh baya yang diyakininya adalah calon besan perempuan sedangkan anne menangkupkan kedua tangannya saat dirinya melihat pria paruh baya yang berada disamping calon besan perempuannya itu dan disambut dengan senyuman tipis dari pak adi sambik menangkupkan kedua tangannya juga...


Sedangkan ibu hana hanya diam terpaku menerima perlakuan seperti ini, sebab tadi dirinya sempat kawatir tidak diterima kehadirannya dan malah mereka dihina ternyata praduganya salah dan malahan mereka sangat ramah sekali terhadap orang dari kalangan bawah berbanding terbalik dengan pasangan paruh baya yang baru datang itu....


"Bu"...


Anne menepuk tangan ibu hana pelan sebab dirinya melamun...


"Ehhh maaf Nyonya besar, kabar saya baik"...


Jawabnya dengan gugup...


"Jangan panggil saya Nyonya bu, saya bukan majikan ibu"....


Ucapnya dengan tulus sambil memberikan senyuman...


"Baik....emmm gimana jika saya memanggil Mbak?"....


Ucapnya ragu-ragu....


"Ahhh....itu lebih baik, kalo dilihat memang lebih tua saya ya"...


Jawabnya sambil melebarkan senyuman dan ibu hana ikut memberi senyuman...


"Ekhem..."...


"Honey, jangan terlalu lama tidak ingatkah kalo baba tidak bisa berdiri terlalu lama"...


Ucapnya baba saat sang istri malah asyik berbincang sambil berdiri membuat dirinya kesal...


"Ohhh maaf sayang, pak bu.... kenalkan ini suami saya dan kami adalah orang tua dari anak bandel ini"...


"Apa kabar pak bu"...


Tanya baba sambil menyalami pak adi sedangkan untuk ibu hanna hanya menangkupkan 1 tangannya sambil tersenyum tipis...


"Alhamdulillah kami berdua baik Tuan"...


Ucap pak adi dan di balas senyum tipis oleh baba kemudian mereka berdua duduk di kursi yang kosong itu...


Tok...tok...tok...


Ceklek...


Masuklah beberapa pelayan dengan membawa troli yang berisi penuh dengan makanan dan segeralah mereka menatanya diatas meja, orang tua nessa terbengong melihat makanan yang begitu penuh di atas meja sambil menekan salivanya dengan susah payah, ya baru kali ini mereka melihat makanan menggugah selera di depan mata dan begitu banyak hingga mereka berfikir apakah makanan sebanyak ini bisa habis...


"Mari pak bu, kita makan siang dulu sebelum membicarakan sesuatu yang penting"...


Ucap baba dan mempersilahkan calon kedua besannya itu...


"Maaf Tuan, apa makanan sebanyak ini bisa habis"...


Tanya pak adi dengan polosnya...


"hahaha..."...


Pertanyaan dari besannya itu membuatnya seketika tertawa sedangkan pak adi meringis kesakitan sebab pinggangnya di cubit oleh sang istri...


"Maafkan pertanyaan suami saya Tuan"...


Ucap ibu hana yang merasa malu oleh pertanyaan suaminya...


"Ohhh tidak...tidak apa bu, maafkan suami saya juga"....


Ucap anne sambil merasa tak enak hati sebab suaminya tertawa...


"Iya maafkan saya pak bu, ayo kita lanjut makan... tenang saja calon besan pasti habis kok"..

__ADS_1


Ucap baba kepada pak adi kemudian mulai menyuapkan makanan yang telah sang istri ambilkan...


Mereka berlima makan dengan tenang tak ada suara dan hanya denting sendok yang terdengar...


Setelah beberapa saat mereka melakukan makan siang kemudian para pelayan bergantian masuk untuk mengangkat piring kotor dan menggantinya dengan menu penutup...


"Ekhem"...


Baba seketika berdehem sebelum berbicara...


"Begini pak, bu... kami selaku dari orang tua serkhan ingin membicarakan mengenai hubungan anak-anak kita, beberapa hari yang lalu putra kami datang ke Turki dan langsung menceritakan jika dirinya sudah memiliki tambatan hati dan ingin segera kami melamarnya, jadi kira-kira bagaimana pak bu?"...


Ucap baba panjang lebar...


Degh...


Kedua orang tua nessa merasa shok atas pernyataan dari orang tua serkhan di kira mereka hanya bertemu untuk saling mengenal ternyata lebih dari itu...


"Maaf Tuan, Saya sebagai orang tua nessa sebenarnya tidak melarang akan hubungan mereka berdua namun apa harus secepat ini, kalo tidak salah mereka belum lama saling mengenal"...


Tanya pak adi untuk meyakinkan kembali keputusan lamaran yang di ajukan oleh orang tau serkhan...


"Saya yakin pak, ingin menjadikan nessa pendamping hidup saya yang terakhir, dan berusaha untuk selalu membahagiakannya"...


Serkhan menyela pembicaraan para orang tua di hadapannya...


"Jadi bagaimana pak?"...


Tanya baba saat melihat pak adi masih terdiam...


"Apa Tuan yakin ingin menjadikan putri saya sebagai menantu di keluarga anda, sebab kami hanya orang sederhana Tuan berbanding terbalik dengan keluarga Tuan yang jauh berbeda dengan kami"....


Ucap pak adi seakan masih ragu untuk memberi restu...


"Apa bapak fikir kami hanya melihat dari bibit dan bobotnya seperti yang di sinetron-sinetron salah satu stasiun Tv gambar ikan terbang, tidak pak kami tak mempermasalahkan tentang kedudukan karena saya sendiri dulunya juga dari orang tak punya kemudian bertemu dengan suami saya, ya kan sayang"...


Timpal anne saat mendengar ucapan pak adi kemudian melihat ke arah suaminya dan di balas anggukan...


"Kalo saya terserah putri saya Tuan dan Nyonya, sebab putri kami lah yang akan menjalani biduk rumah tangga nantinya, kalo kami sebagai orang tua hanya hanya tinggal memberi restu dan menuruti keputusan putri kami nanti"...


ucapnya bijak sambil melihat ke arah sang istri dan di balas senyuman oleh ibu...


"Alhamdulillah terima kasih pak bu"....


Ucap serkhan dengan girang saat di beri lampu hijau oleh kedua orang tua dari gadisnya dan tak lupa dirinya bangkit kemudian mencium tangan kedua paruh baya itu sedangkan orangtua serkhan merasa senang melihat putranya bahagia ya walaupun perlu perjuangan lagi untuk di lakukannya untuk mendapatkan jawaban dari calon mantunya nanti...


"Ohya pak, nanti malam saya akan mengundang bapak dan ibu untuk memberikan kejuatan ulang tahun kepada nessa dan nanti malam saya akan melamar langsung, bagaimana pak bu?"...


Tanya serkhan menjelaskan rencananya nanti malam...


"Ya saya ikut aja apa maunya nak serkhan dan terima kasih telah berniat untuk merayakan ulang tahunnya sebab selama ini kami tak pernah bisa merayakannya"...


Ucapnya sendu...


"Bapak percayakan saja semuanya sama saya"...


Ucapnya mantap dan orang tua nessa merasa terharu putrinya diterima baik oleh kedua orang tua serkhan...


Mereka semua membicarakan tentang kejutan yang akan di adakan nanti malam, semuanya serkhan ceritakan kepada calon mertuanya....


ASSALAMUALAIKUM READERS....


LIKE...


LIKE...


GIFT๐ŸŒน


VOTE


SELALU SUPPORT KARYA AUTHOR YA READERS...


SALAM SAYANG


MOM OLLA

__ADS_1


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2