
Happy Reading🤗🤗🤗
Like.
Vote.
Gift.
🔥🔥🔥Bocil nyadar diri, yang jomblo jangan mampir, yang suami kerja malam jangan baca nanti gigit jari kayak othor🤣🤣🤣
Nessa sedang mondar-mandir didalam kamarnya dengan mengenakan lingerie berwarna merah menyala yang terlihat sangat menggoda iman, apalagi dengan perutnya yang membuncit serta beberapa anggota tubuh yang semakin menantang membuat Nessa semakin seksoy.
Dilihatnya jam yang menempel didinding yang sudah menunjukkan pukul 9 malam namun sang suami belum juga sampai walau sang suami tadi menelfon agar jangan menunggunya sebab pekerjaannya masih banyak jadi dia harus lembur dan tentu bersama dengan Abbas.
Nessa mendengus pelan lalu melangkahkan kakinya menuju ranjang dan mematikan lampu utama digantikan dengan lampu tidur, bahkan Nessa mematikan AC dengan gantikan membuka pintu penghubung ke arah balkon agar angin dapat masuk dengan begitu kamar mereka tidak akan pengap.
Dengan perasaan kesal akhirnya Nessa memutuskan untuk menyelami alam mimpi dengan menutup tubuhnya menggunakan selimut tebal hingga leher dan tak lama matanya pun langsung memberat dan langsung menuju alam mimpi.
Sedangkan yang dinanti saat ini sedang bersandar di kursi mobil sembari melepaskan dasinya duduk dengan gelisah sebab ini sudah malam.
"Bas, bisa kah lebih cepat bawa mobilnya"...
Titahnya dan langsung melepas serta menggulung kemejanya asal.
"Baik Tuan Muda"...
Jawabnya dengan singkat dan langsung menambah kecepatan mobilnya.
Serkhan menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu mengangkat tangannya dan melihat jam yang melingkar sempurna dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan waktu 9 malam lewat.
Diusapnya wajah dengan kasar lalu menyugar rambutnya yang sudah tidak serapi tadi pagi, gelisah tentu saja gelisah takut sang istri akan marah karena dirinya sangat terlambat namun apa daya pekerjaannya akhir-akhir ini sangat padat bahkan dirinya beberapa hari ini berangkat pagi sekali tanpa membangunkan sang istri.
Beberapa menit kemudian akhirnya mobil yang dikemudikan Abbas sudah memasuki halaman Manssion kedua orang tuanya .
Brak.
Serkhan menutup pintu dengan cepat hingga menimbulkan bunyi lalu bergegas meninggalkan Abbas yang bahkan belum mematikan mesin mobilnya walau sudah berhenti dan langsung masuk kedalam manssion begitu saja.
Abbas hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah bosnya itu lalu perlahan menjalankan kembali mobil bosnya saat sang bos sudah tak terlihat dan meninggalkan Manssion untuk menuju apartemen nya sendiri dan mengistirahatkan tubuhnya yang juga lelah.
Ting.
Serkhan keluar dari dalam lift dengan langkah lebarnya dan saat didepan pintu kamarnya dia menghentikan sejenak langkah kakinya demi mengantur nafasnya sebelum masuk kedalam.
Ceklek.
Dengan pelan Serkhan memutar hendle pintu dan dirinya perlahan masuk dilihatnya lampu kamar sudah berganti dengan lampu tidur dan Serkhan perlahan menutup pintu lalu menguncinya.
__ADS_1
Senyumnya terukir saat netra matanya menangkap gundukan yang berada diatas ranjang dan perlahan kakinya melangkah mendekat kearah dimana sang istri sudah terlelap.
Dilihatnya wajah damai sang istri yang sudah menyelami mimpi namun Serkhan harus membersihkan diri sebelum bergabung dengan ratunya.
Tidak perlu waktu lama Serkhan berada dikamar mandi, dengan hanya mengenakan handuk yang membelit dipinggangnya kini dirinya keluar dengan rambut yang sudah dikeringkan saat dikamar mandi.
Glegh.
Serkhan menelan saliva dengan kasar saat netra matanya tak sengaja melihat pemandangan yang begitu membuat naganya menggeliat didalamnya apalagi dengan posisi sang istri yang begitu menggo da.
Bagaimana tidak menggoda jika saat ini selimut yang digunakan oleh Nessa tersingkap bahkan Lingerie pun nampak menggulung hingga berhenti di perut buncit dan saat ini kain segitiga yang sangat tipis terlihat walau cahaya remang-remang.
Dengan pelan Serkhan berjalan menuju dimana sang istri terbaring dengan posisi miring, bahkan dia melupakan bajunya untuk dikenakan.
Ditelusuri wajah sang istri dengan lembut menggunakan jari-jari besarnya saat dirinya mendudukkan tubuhnya dipinggiran ranjang.
Cup.
Dengan pelan Serkhan melabuhkan kecu pan dikening sang istri dan menyusuri wajah dengan kecu pan- kecu pan kecil hingga berhenti di bibir seksoy Nessa.
Pelan namun pasti dirinya melu mat dan menye sap bibir yang sudah beberapa hari ini tidak dicicipinya karena kesibukannya dalam bekerja.
Nessa seketika terbangun saat bibirnya terasa di lu mat dan dilihatnya wajah sang suami dari dekat dan dia cukup lega akan hal tersebut.
"Mas ganggu ya"...
"Mas kapan datang?"...
Tanya Nessa dengan suara paraunya khas orang yang baru bangun tidur dan perlahan mendudukkan tubuhnya bahkan dieinya belum menyadari jika lingerie yang digunakan sudah tersingkap karena ulahnya sendiri.
"Baru sayang"...
Jawabnya sambil mengelus lembut wajah sang istri.
"Maaf Nessa ketiduran"...
Ucapnya dengan tak enak hati.
"Justru mas yang minta maaf jika mas pulang larut terus, bagaimana kabar twins?"...
Tanyanya sembari telapak tangannya mengusap perut besar sang istri.
"Baik Daddy"...
Jawabnya dengan menirukan suara anak kecil.
Cup.
__ADS_1
Serkhan terkekeh lantas melabuhkan kecu pan-kecu pan diperut naked sang istri.
Bahkan dengan nakalnya dia sengaja meng goda sang istri dengan menyusuri area perut menggunakan mulut nackalnya itu.
"Mas"...
Lirihnya sembari kedua tangan memegang bahu sang suami.
"Bolehkah mas mengunjungi twins?"...
Pintanya dengan pandangan sayu bahkan kini sebelah tangannya berada didepan kain segitiga yang menutupi pintu goa kepunyaan naganya.
"Eeuuuggghhhh"...
Bukannya menjawab Nessa malah mengeluarkan suara merdunya saat tangan nackal sang suami menggesek-gesek kain segitiga miliknya bahkan dirinya bergerak gelisah saat gerakan sen sual yang diberikan sang suami semakin menekan membuatnya merasakan sensasi nik mat.
Serkhan tersenyum me sum dan tangan satunya dipergunakan untuk menurunkan lingerie agar dirinya bisa melihat bukit sintal yang semakin menantang itu.
"Oouuggghhh"...
Suara merdu Nessa kembali terdengar saat sebelah bukit miliknya masuk kedalam mulut sang suami bahkan kedua tangannya memegang kepala Serkhan agar memperdalam cum buannya bahkan dirinya kini terbaring kembali dengan bantuan suaminya.
Serkhan memainkan ujung bukit tersebut yang nantikan akan menjadi sumber kehidupan bagi kedua calon anaknya bahkan Serkhan sesekali menggigit kecil hingga membuat sang istri semakin bergerak gelisah.
"Ooouuugghhh masss"...
Nessa kembali bersuara saat guanya telah dimasuki sesuatu yang diyakini itu adalah jari besar milik sang suami yang kini telah mengobrak-abrik dibawah sana bahkan Nessa semakin bergerak tak karuan.
Ploph.
Serkhan melepaskan mulutnya dari ujung bukit sang istri dan kini tangannya perlahan menurunkan kain segitiga yang menghalangi goanya.
Cup.
Nessa terpekik saat merasakan cum buan hangat dibawah sana bahkan kini ada benda lunak yang sedikit kasar sedang menusuk-nusuk didalam goanya.
Serkhan menggeram tertahan saat merasakan aroma yang begitu menggugah has ratnya bahkan dieinya semakin dalam memainkan goa sang istri menggunakan mulut serta lidahnya.
Karena sudah merasa cukup kini dirinya bergegas kepermainan inti sebab naga miliknya sudah bergerak tak karuan didalam handuk.
Cup.
Serkhan kembali melu mat dan menye sap bibir sang istri sembari tangannya menuntun naga agar masuk kedalam goanya.
"Oouuggghhh"...
Leng uhan keduanya terdengar saat Serkhan melepaskan tautan bibir mereka dan perlahan dirinya menggerakkan pinggul sembari menik mati jepitan dan gigitan milik sang istri bahkan dirinya mendesis karena merasakan kenik matan yang tiada tara.
__ADS_1
Othor cuma bisa gigit jariðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜