Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Tangisan malam


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Like.


Vote.


Gift.


"Terima kasih, tolong sampaikan ucapan terima kasih saya kepada mereka berdua"...


Ucapnya kepada sang sopir saat mobil yang mengantarnya sudah sampai dihalaman rumah berlantai dua miliknya setelah tadi pak Amat membukakan pintu gerbang.


"Sama-sama Nyonya, baik nanti saya akan sampaikan"...


Jawabnya dengan sopan sambil menundukkan kepalanya sedikit dan langsung pamit untuk kembali lagi kerumah sakit.


Denia tersenyum tipis saat melihat mobil yang mengantarnya tadi sudah mulai berjalan meninggalkannya tepat didepan pintu utama.


Bahkan dirinya tadi merasa takut saat akan mencari taxi namun yang datang adalah sebuah mobil yang diyakini bukan sebuah taxi melainkan mobil pribadi dan yang paling membuatnya terkejut mobil berwarna putih adalah mobil milik sahabatnya Helena setelah sang sopir memberitahukannya, ternyata suami Lena lah yang menyuruh sopir mereka untuk mengantarnya.


"Terima kasih Lena, Terima kasih mas Sulthan"...


Bisiknya dalam hati seraya tersenyum tipis.


Hari ini adalah hari yang paling membahagiakan baginya, selain putranya kembali kedalam pelukannya namun sahabatnya pun ikut kembali setelah peristiwa itu, terlepas dari masa lalu yang kelam menjadikan sebuah pelajaran bahwasannya jodoh adalah suratan takdir.


Sungguh kebahagian yang tak terkira setelah kepergian alm. suaminya jika saat ini sang suami masih ada mungkin akan merasakan yang namanya kebahagiaan tapi dia yakin jika segala yang ada dibumi pasti suaminya bisa melihat serta tersenyum diatas sana, senyum yang tadinya baru terbit seketika luntur saat melihat sebuah mobil yang dikenalnya masuk kehalaman rumah dan berhenti tepat dibawah anak tangga.


Dan dirinya sangat mengenal akan mobil yang telah berhenti tepat didepannya itu.

__ADS_1


Brak.


Pintu mobil tertutup kembali dan seorang wanita berjalan mendekat kearahnya.


"Ma..."...


Panggilnya serasa tersenyum namun senyumnya hilang berganti dengan rasa panas dipipinya hingga dirinya menoleh kesamping.


PLAK.


"Ma...kenapa mama menampar Feli?"...


Ucapnya dengan nada sedikit tinggi sambil memegangi pipinya yang terasa panas dan menatap sang mama dengan pandangan penuh pertanyaan, karena baru kali ini mama nya menampar dia sedari kecil hingga saat ini, bahkan limpahan kasih sayang selalu diberikan oleh wanita paruh baya yang kini tengah menatapnya dengan amarah.


"Masih tanya kenapa mama menampar mu, huh... kau...susah payah mama mendapatkan dan melahirkan kamu kenapa kamu jadi wanita yang tidak tahu diri sekarang, wanita yang tidak punya hati sama sekali, apa kasih sayang yang mama dan papa berikan selama ini masih kurang hingga kamu menjadi seperti ini, hiks...hiks... ternyata mama salah selama ini Feli, mama salah dalam mendidikmu hingga kelakuanmu yang sungguh diluar batas, mama malu Feli mama malu, kenapa kamu tidak belajar dari kegagalan Feli, kenapa harus mencelakai seseorang yang sedang mengandung"...


Lirihnya sambil terisak pilu dan terduduk dilantai teras nya sambil memukul-mukul dadanya yang terasa sesak, bukan karena penyakit namun karena terlalu memikirkan kelakuan putri semata wayangnya itu.


Feli yang awalnya ingin marah namun seketika tertegun mendengar perkataan mama nya, bahkan kini dia mematung ditempat sambil memandang kosong kedepan.


"Kamu seorang wanita Feli, sama seperti mama, tidakkah kamu kasihan dengan istri Serkhan nak, dia sedang mengandung bayi kembar namun apa yang kamu perbuat tadi menyebabkan istri Serkhan harus dilarikan kerumah sakit dan menjalani bedrest total, sadar nak sadar... dia memang bukan jodohmu feli, percayalah sama mama nak, Allah pasti akan memberikan jodoh yang terbaik untukmu suatu saat nanti dan bisa menerima kekuranganmu nak, kamu tidak mandul Feli, kamu sehat...percayalah nak...Hiks...hiks..."...


Sambungnya kembali sambil terus menangis meraung dilantai marmer berwarna hitam itu, bahkan tangan yang digunakan untuk menampar putrinya masih bergetar karena baru kali ini dia melakukan hal yang tidak pernah terfikirkan olehnya selama ini.


Air mata Feli seketika luruh saat mendengar kata demi kata yang keluar dari ucapan wanita yang telah melahirkannya, ya...kini dirinya menyadari bahwa apa yang dilakukannya adalah hal yang salah, tidak seharusnya dirinya memaksakan kehendaknya hingga membuat wanita lain menderita karena ulahnya.


Pada dasarnya Feli adalah sosok wanita yang baik namun karena sifat egoisnya membuat sosok Feli menjadi wanita yang jahat.


Feli ikut menjatuhkan dirinya dihalaman tepat didekat mobil miliknya yang memang dirinya baru saja datang setelah bertemu dengan teman-teman sosialitanya, airmatanya masih terus mengalir menangis tanpa suara dan seketika sekelebat bayangan kejadian tadi siang menghampirinya.

__ADS_1


"Maafkan aku mas, maaf...ampuni aku yang sudah gagal dalam mendidik putri kita, kenapa kamu tega meninggalkan aku sendiri mas, apa ini hukuman untuk ku karena ketidak becusanku dalam mendidik Feli...huhuhu..."...


Denia kembali meraung sambil terus memukul dadanya.


Feli seketika bangun dari posisinya dan dengan tubuh bergetar dirinya segera menghampiri wanita yang masih terduduk dilantai marmer yang dingin dengan tangisan yang begitu menyakiti hatinya.


Grep.


"Maafkan Feli ma, maaf...ampuni Feli ma...Feli salah, ini salah Feli, mama dan papa tidak pernah salah dalam mendidik Feli...maafkan Feli ma...Hiks...hiks..."...


Lirihnya sambil menangis dipundak sang mama yang sedang dipeluknya.


Kini dirinya sadar bahwa tidak semua segala keinginan harus terkabul sama seperti pasangan dan dirinya sejak dulu hingga saat ini tidak ada cinta dalam sosok mantan suaminya yang ada hanya ada rasa sayang sebagai seorang adik untuk kakaknya, namun sepertinya dia salah besar kali ini yang hanya mengikuti omongan para sahabatnya yang menginginkan dirinya untuk kembali kepada sang mantan suami tanpa berfikir panjang dirinya mengiyakan seluruh Negara ini tahu bahwa mantan suami pertamanya adalah rajanya pebisnis diakhir-akhir ini hingga menduduki posisi pertama di Turki.


Feli sungguh merasa bodoh saat ini, apalagi saat melihat mamanya menangis pilu sama seperti kepergian papanya dulu, jika saja dia tidak termakan omongan para sahabatnya mungkin dirinya akan hidup lebih baik lagi sama seperti setelah perceraian pernikahan keduanya beberapa tahun lalu.


Cinta Feli sesungguhnya hanya untuk sang mantan suaminya yang kedua namun sudah terkikis karena diduakan saat berumah tangga hingga hatinya sekarang merasa hampa bahkan sampai termakan oleh hal-hal gi la, dirinya hanya ingin jika suatu saat Tuhan tidak lagi memberinya pendamping hidup dia tak mengapa asal yang paling penting baginya saat ini adalah mamanya bisa menemani hingga nanti dan bisa membahagiakan walau tanpa tangisan seorang bayi dirumah penuh kenangan ini.


Soal keturunan, dia sudah tidak lagi perduli, banyak anak yatim piatu yang bisa dia adopsi jika mamanya merasa kesepian.


Dirinya sudah bertekat untuk berubah dan yang paling utama adalah meminta maaf pada keluarga mantan suami pertamanya.


Mereka berdua saling menangis lirih dan berpelukan ditemani oleh dinginnya malam, bahkan pak Amat sampai meneteskan air matanya kala melihat pemandangan yang begitu menyesakkan bahkan air dikedua hidungnya pun hendak keluar.


Sroott...


xixixixi Pak Amat jorok amat ya readers🤣🤣🤣


Nah...pelakor dah mulai tobat nih, mudahan beneran ya biar dapat hidayah🤭🤭🤭

__ADS_1


Like.Vote.Gift


__ADS_2