
Happy Reading🤗🤗🤗
Pov. Serkhan
Serkhan memasuki ruangannya dan dibelakangkan ada danu, kemudian serkhan menuju ke arah kursi kebesarannya dan melepas jas mahalnya kemudian menyimpannya di stand hanger tak jauh dari tempat duduknya, netra serkhan menangkap sesuatu diatas mejanya yang di yakininya adalah kotak bekal, dahinya mengkerut saat melihat kotak bekal yang ada di atas mejanya lalu serkhan menghempuskan nafasnya dengan kasar saat melihat gadis yang dicintainya menampakkan wajah sendu akibat ulahnya di loby tadi...
Serkhan mendudukkan tubuh besarnya dan melihat siapa yang telah meletakkannya di atas meja kerjanya...
Senyum serkhan seketika merekah saat melihat note yang tertempel di atas penutup bekal berwarna hijau tersebut...
..."Maafin nessa mas atas ucapan nessa yang semalam"...
..."Jangan marah lagi"...
..."I ❤ U"...
...NESSA...
"Bagaimana danu, persiapannya"...
Tanya serkhan sambil membuka tutup bekal dari gadisnya...
Seketika wangi dari dalam kotak bekal menguar begitu serkhan membuka penutupnya , beberapa potong sandwich yang menggugah selera ada di dalam kotak bekal hingga membuat sepasang mata yang tengah berdiri meneguk air ludahnya secara kasar hingga dirinya lupa untuk menjawab pertanyaan Tuan mudanya itu...
Glek...
"Haduhhh....cacing gue pada berdemo liat tuh sandwich... bagi napa bos"... ungkapnya dalam hati🤭🤭
Serkhan seketika menghentikan aktifitasnya saat tak ada jawaban dari sekretarisnya dan langsung mengarahkan wajahnya ke arah danu yang telah berdiri tak jauh darinya dan lihatlah matanya tak lepas dari sandwich yang dipegangnya hingga jakunnya naik turun...
"Ckk...Danu"...
Panggilnya dengan suara keras dan langsung menyadarkan lamunan danu akan lezatnya sandwich tersebut masuk ke dalam mulutnya...
"Ehhh....iya Tuan muda... maafkan saya Tuan muda"...
ucapnya gelagapan saat mendengar suara Tuannya yang meninggi dan melihat ke arah di mana tuannya duduk sedang melebarkan bola matanya dan langsung menundukkan kepalanya...
"Jaga matamu, aku tak akan membaginya, kau pesan saja di pantri"...
ucapnya
"Bagaimana persiapannya danu?"...
Sambungnya sambil memasukkan potongan sandwich tersebut...
"Sudah 75% Tuan muda"...
Jawabnya mantap karena sebelumnya anak buahnya telah menginformasikan tentang kejutan yang di sususn oleh Tuannya...
"Bagus, pantai terus danu jangan sampai gagal karena sejak tadi aku sudah tak kuat melihat wajah sendunya"...
Ujarnya sambil membayangkan wajah sendu nessa...
"Baik Tuan muda"...
"Dan mengenai orang tua nona, saya sudah menelfonnya dan beliau bersedia bertemu anda di jam makan siang nanti"...
Terangnya....
"Good...ingat jangan sampai kau mengecewakan ku danu"....
Ancamnya sambil terus memakan sarapannya tanpa menghiraukan sang sekretaris yang tengah membayangkan sarapan itu bisa ia nikmati....
"Siap Tuan muda, saya akan selalu mengingatnya"....
Jawabnya tegas...
Drt...drt...drt...
"Ya halo"...
__ADS_1
jawab danu saat ponselnya bergetar dan melihat no reseptionis memanggil....
"Sebentar"...
ucapnya pada pihak reseptionis...
"Maaf Tuan muda, ada Nona Viona Atmaja di loby dan mengatakan sedang membawa berkas penting mengenai pembangunan yang terletak di Bali"....
Tanya danu sambil menjauhkan ponselnya yang masih terhubung...
"Hmmm suruh naik dan suruh seseorang buatkan aku kopi dan jus untuk nona viona beserta makanan ringan"...
Titahnya sambil mengelap mulutnya dan menutup kembali kotak bekal yang isinya sudah berpindah ke dalam perut kotak-kotak miliknya...
"Baik Tuan muda"...
jawabnya...
"Suruh Nona Viona naik ke lantai atas, Tuan muda telah menunggunya"...
Ucapnya saat mendekatkan kembali ponsel yang masih terhubung dengan pihak reseptionis...
Klik..
"Saya permisi Tuan muda"...
"Hmm"...
Jawab serkhan singkat karena saat ini dirinya telah menatap foto gadisnya yang ada di ponsel miliknya...
"Bersabarlah sayang, maaf mas mendiamkanmu"...
Ucapnya lirih sambil membayangkan kejadian semalam saat gadisnya mengatakan dirinya tua, sebenarnya serkhan agak kesal namun seketika ide terlintas di otak cerdasnya jadilah dirinya berpura-pura marah karena ingin membuat kejutan istimewa untuk gadisnya, hingga tadi dirinya bertemu di loby namun demi suksesnya acara yang telah di susun dengan rapi alhasil dia membuang muka, padahal ingin sekali menarik nessa untuk dipeluk dan di ciumnya...
Tok...tok...tok...
"Maaf Tuan muda, Nona Viona telah tiba"...
"Ya, suruh masuk"...
Teriaknya...
Ceklek...
Seorang wanita dengan berpenampilan bak model memasuki ruangan, memakai dress ketat diatas lutut berwarna hitam dengan high hils senada menampilkan kaki putih nan jenjang tak ketinggalan tas mewah berwarna merah dan riasan wajah yang menunjang penampilannya membuat semua orang tak berkedip memandangnya, namun tidak untuk seseorang yang tengah duduk di kursi singgahsananya, hanya gadisnya lah yang mampu menarik perhatiannya sekarang...
"Selamat pagi menjelang siang Tuan muda"...
Sapa seorang wanita yang bernama Viona Atmaja dengan nada lembut...
"Selamat siang juga Nona Viona"...
Balasnya dan langsung berdiri meninggalkan kursinya melangkahkan kakinya untuk maju agar bisa menyambut tamunya...
Serkhan mengulurkan tangannya dan disambit antusias oleh Vio...
"Silahkan duduk Nona"...
Ucapnya sambil memberikan senyuman tipis...
"Ah ya Tuan, terima kasih banyak"...
Jawabnya dengan membalas senyuman serkhan, saat hendak berbalik untuk menuju sofa yang telah di tunjuk serkhan dirinya kehilangan keseimbangan dan untung saja serkhan dapat menangkap dengan cepat dan Vio langsung mengeratkan tangannya karena takut terjatuh...
Tok...tok...tok...
Ceklek
Pintu terbuka dan nampaklah sesosok gadis yang sedang membawa sebuah nampan dan dirinya langsung membulatkan mata saat melihat pemandangan yang menyesakkan hati di mana kekasihnya sedang berpelukan begitu intim dengan seorang wanita yang berpenampilan sexy karena takut air matanya jatuh, nessa segera berjalan dengan cepat untuk keluar ruangan itu sesampai di depan meja sekretaris kantor yang bernama santi, diletakkannya begitu saja nampan tersebut sambil ber kata...
"Maaf mbak"...
__ADS_1
Ucapnya lirih dan langsung berlari meninggalkan santi yang masih terbengong oleh tingkahnya...
"Kenapa tu anak, kebelet kali ya"...
ucapnya kecil sambil menggelengkan kepalanya...
Sedangkan di dalam ruangan sesaat serkhan masih memegang pinggang ramping vio namun dirinya melihat sekelebat bayangan gadisnya dan langsung saja serkhan membantu menegakkan badan vio...
"Anda baik-baik saja nona"...
Tanyanya saat vio sudah berdiri tegak...
"Ah ya... saya baik-baik saja Tuan, terima kasih sudah menolong saya"...
Ucapnya dengan lembut dan sambil menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak lebih cepat saat berada di dalam pelukan laki-laki tampan nan kaya yang ada di hadapannya ini...
Sedangkan serkhan hanya menganggukkan kepalanya pelan sambil bermonolog dalam hati...
"Maafkan mas yang telah membuatmu menangis, bersabarlah sayang sebentar saja"...
Tok...tok...tok...
"Maaf Tuan muda, saya membawa pesanan anda"...
Ucap santi saat mengetuk pintu yang terbuka dan membawa nampan yang berisikan minuman dan makanan ringan yang di nessa bawakan tadi...
"Hem...letakkan disana"...
Ucapnya dan menunjuk ke arah meja yang dikelilingi sofa sambil memperbaiki duduknya...
Santi melangkahkan kakinya dan meletakkan semua yang berada di atas nampan...
"Kenapa kamu yang membawanya san?"...
Tanya serkhan untuk memastikan kalo tadi yang masuk duluan adalah nessa...
"Ohhh maaf Tuan, tadi sebenarnya nessa yang membawanya kemari namun tiba-tiba dirinya langsung pergi begitu saja, mungkin sedang sakit perut"...
Jelasnya sambil memeluk nampan yang sudah kosong...
"Ya sudah kembalilah"...
Ucapnya sambil mengibaskan tangannya...
"Baik Tuan muda, permisi Nona"...
Pamitnya sambil membungkukkan badannya dan berlalu meninggalkan ruangan Tuannya itu...
Huft....
Serkhan menghembuskan nafasnya dengan kasar sambil menyugarkan rambutnya ke belakang...
"Pasti nessa salah paham soal kejadian tadi, huft... sabar sayang nanti malam akan mas jelaskan"...ucapnya dalam hati...
Sedangkan seorang wanita yang tengah duduk di sofa yang berada di sebrang serkhan nampak menikmati pemandangan yang ada di hadapannya ini, dan semakin membulatkan tekatnya untuk mendekati pria yang di juluki sebagai seorang Cassanovanya Turki, duda dengan segala pesona yang dimilikinya dan mampu membuat para kaum hawa mendambakan sosok yang sedang duduk smbil menompangkan dagunya itu...
Khayalin sendiri ya mom🤭🤭🤭 soalnya nggak nemu foto yang seperti gambaran di atas...🙏🙏🙏
ASSALAMUALAIKUM REDERS....
LIKE
LIKE
GIFT🌹
VOTE
SALAM SAYANG
MOM OLLA
__ADS_1
😘😘😘