
Happy Readingπ€π€π€
Cup...
Kecupan kening serkhan layangkan kepada sang pujaan hati sesaat mereka sudah berada di depan kamar hotel yang akan nessa tempati bersama siska...
"Mas tinggal dulu ya, segera beristirahat jangan kemana-mana tanpa mas"...
Peringatannya kepada calon istrinya saat serkhan masih memeluk tubuh mungil nessa...
"Iya mas"...
Ucapnya sambil menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum manis kepada pria yang tengah mendekapnya ini...
"Ya sudah masuk lah, danu sudah menunggu mas dibawah"...
Ucapnya sambil melepaskan pelukannya dan nessa hanya tersenyum manis...
Cup...
Kecupan serta sedikit ******* mendarat dibibir gadisnya kemudian berlalu meninggalkan nessa dengan muka tampak tak berdosa sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya sambil bersiul ria dan tersenyum cerah saat mendapatkan vitaminnya lagi...
Sedangkan gadis yang habis diciumnya nampak tersipu malu dan langsung buru-buru membuka pintu kamar hotel yang akan ditempatinya selama berada di bali...
€€€
Serkhan sudah berada di lobi hotel dan langsung menuju pintu keluar dimana danu menunggunya disamping mobil yang akan membawanya ke lokasi yang dituju...
Brak...
Pintu mobil telah ditutup oleh danu saat Tuan mudanya sudah berada di dalam mobil dan kemudian dirinya langsung masuk kedalam mobil dan melajukan kendaraannya dengan kecepatan rata-rata...
30 menit kemudian mobil yang dikendarai serkhan telah sampai dilokasi pembangunan hotel miliknya dan ternyata disana sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu kedatangannya...
Serkhan kemudian turun dari mobil saat danu mematikan mesinnya dan berjalan menuju kearah sekumpulan orang itu...
"Selamat siang semuanya"...
Sapanya saat sudah berada diantara mereka...
"Selamat siang juga Tuan muda"...
Jawab mereka dengan serempak...
"Maaf saya datang terlambat"...
Suara merdu terdengar dari arah belakang serkhan dan seketika dirinya mencoba menengok untuk melihat siapa pemilik dari suara tersebut...
Serkhan melihat seorang wanita berpenampilan yang cukup minim membuat dirinya seketika menggelengkan kepalanya, bukan karena tergoda lebih tepatnya dia sedang menggerutu dalam hati, sebab cara berpakaian wanita itu tak pantas untuk digunakan pada saat berada di lapangan apa lagi proyek yang ditinjau baru masih dalam tahap pembangunan...
"Selamat siang Tuan muda"...
Sapanya dengan melembutkan suaranya sambil tersenyum menggoda, ya wanita yang berada di depan serkhan saat ini adalah viona atmaja...
"Hmmm...siang..."...
__ADS_1
Jawabnya singkat dan langsung mengalihkan pandangannya sedangkan siwanita yang tadinya tersenyum manis langsung berubah masam saat lelaki yang sudah membuat dirinya tertarik begitu cuek terhadap dirinya...
"Silahkan Tuan muda"...
Ucap danu sambil menyerahkan helm pelindung terhadap atasannya...
Mereka semua sudah lengkap dengan menggunakan helm pelindung dan bersiap untuk meninjau lokasi termasuk viona dan sang asistennya...
Serkhan dan yang lainnya bergerak untuk melihat-lihat proses pembangunan sambil mendengarkan pengawas yang sedang menjelaskan namun tak berselang lama mereka pada pamit karena ada salah satu pekerja yang sedang terkena musibah saat bekerja dan serkhan mengijinkan dan menyuruh untuk membawanya kerumah sakit, dan tak lama kemudian serkhan mendengar pekikan seorang wanita yang berada di belakangnya dan dilihatnya Viona tengah terduduk di tanah...
"Auuuuwww...."...
Pekiknya sambil terduduk dan memegangi pergelangan kakinya...
"Nona anda tidak apa-apa?"....
Tanya anita dengan panik saat tiba-tiba sang nona terjatuh sambil meringis kesakitan dan langsung saja dirinya berjongkok untuk melihat keadaan nonanya sedangkan serkhan hanya menatap sambil alisnya dinaikkan sebelah...
"Kau tidak apa-apa?"...
Tanya serkhan dan tetap berada ditempatnya tanpa memberi pertolongan apapun...
"Kaki nona viona sepertinya terkilir Tuan muda"...
Anita menjawabnya ketika sang nona masih meringis kesakitan sambil memegangi kakinya...
"Nona mari saya bantu"...
Balasnya dan berniat untuk membuat viona kembali berdiri namun sepertinya gagal saat baru membantunya berdiri viona kembali jatuh...
"Nonaaaa"...
"Tuan bisa kah menolong nona saya?"...
Pintanya kepada pria yang berada tak jauh darinya...
"Ckkk... lain kali jika sedang meninjau proyek jangan berpenampilan seperti wanita penggoda"...
Sarkasnya kepada seseorang yang sedang merintih kesakitan, ya dirinya sangat jengkel terhadap apa yang viona lakukan, dengan berpakaian mini dan memakai high heals untuk meninjau proyek bukanlah setelan yang pas menurutnya terlebih sikapnya yang selalu ingin menempel serta mencari perhatian terhadapnya membuat dirinya jengah sendiri dan dirinya harus mulai membatasi untuk berdekatan dengan yang namanya perempuan apalagi berpenampilan seperti yang viona kenakan saat ini...
"Danu, cepat kembali dan tolong nona viona yang sedang terkilir kakinya"...
Ucapnya saat panggilan teleponnya diangkat oleh danu, sedangkan pria yang sedang ditelfonnya itu tadi sedang pamit dan mencari toilet...
"Tunggulah nanti danu yang akan menolong nonamu"...
Ucapnya sambil memasukkan ponselnya kesaku celananya kemudian berlalu meninggalkan kedua wanita itu, jangan ditanya bagaimana raut wajah dari viona, dirinya merasa tersinggung oleh kata-kata yang serkhan ucapkan sambil mengepalkan tangannya...
"Nona"...
Ucapnya sambil menyentuh pundak sang nona yang terdiam...
"Brengs**"....
Umpatnya saat mendengar kalimat sarkas yang diucapkan lelaki yang menarik perhatiannya dari beberapa tahun silam itu, dirinya memang sedang berpura-pura terkilir untuk menarik simpati dari laki-laki pujaannya itu namun bukannya perhatian yang didapatnya melainkan kata-kata yang monohok sekali...
__ADS_1
"Liat saja, apapun akan aku lakukan untuk membuatmu bertekuk lutut dihadapanku"...
Gumamnya pelan sambil memandang serkhan yang kian menjauh darinya....
"Anita, bantu aku berdiri"...
Ucapnya kepada asistennya itu...
Anita kemudian membantu sang nona meskipun banyak pertanyaannya dalam hatinya namun tak dikeluarkannya mengingat dirinya yang sudah hapal akan sikap atasan yang baru itu...
Setelah viona berdiri dan membersihkan bawahannya yang kotor, dirinya langsung berlalu begitu saja meninggalkan sang asistennya...
Sedangkan anita terbengong melihat atasannya itu, ya dirinya melihat bahwa sang nona saat ini baik-baik saja dan bukannya tadi merintih kesakitan...ahhh kayaknya dia mulai paham akan kejadian tadi sambil menggelengkan kepalanya pelan kemudian berjalan mengikuti langkah sang nona yang sudah agak jauh darinya...
Tut...tut...
"Halo, aku punya tugas untukmu"...
Ucap viona saat panggilannya terhubung kesebrang sana dan sekarang dirinya sudah berada didalam mobil miliknya...
π........
"Kita bertemu di Cafe xxxx satu jam lagi"...
Klik...
Viona langsung mematikan panggilannya sesudah mengatakan alamat kepada seseorang yang menerima panggilannga tersebut...
Brak...
Pintu mobil ditutup anita saat sudah berada didalam mobil...
"Kita mau kemana nona"...
Tanya anita kepada atasannya...
"Antar aku ke Cafe xxxx"...
Jawabnya dengan ketus sambil mengotak-atik ponselnya tanpa melihat sang asisten...
Sedangkan anita hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan pelan saat mendengar jawaban ketus dari nonanya, ya selama dua bulan dirinya menjadi asisten dari viona atmaja membuatnya hafal mengenai sifat arogan atasannya ini berbeda saat dirinya menjadi bawahan dari ayah viona, Tuan atmaja mempunyai sifat bertolak belakang dengan putrinya ini kadang anita merasa lelah saat menghadapi tingkah laku viona...
ASSALAMUALAIKUM...
Maafkan author ya readers yang jarang update, author usahakan mulai sekarang untuk rutin mengupdate episode berikutnya...
Jangan lupa untuk selalu mendukung karya author ya readers...
LIKE...
LIKE...
GIFT...
SALAM SAYANG
__ADS_1
MOM OLLA
πππ