Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
S2 - Diyu_Tegang berujung ....


__ADS_3

Happy Reading🤗🤗🤗


Grep.


"Jangan pernah merendahkan ISTRIKU." Ucapnya dengan menekankan kata istriku ketika sebelah tangannya mencengkeram tangan wanita yang ada dihadapannya itu dengan wajah nyalangnya.


Sita seketika menegang ketakutan saat melihat wajah menyeramkan pria yang dulu pernah beberapa bulan menjadikannya partner ranjang.


Pertemuannya kali ini pun sebenarnya tidak sengaja sebab baru kali ini dia memeriksakan kesehatannya dirumah sakit ini dan secara tak sengaja melihat pria itu ada dirumah sakit ini hingga dia memutuskan mengikuti secara diam-diam hingga berada didalam ruangan ini tanpa diketahui oleh pria yang sedang mencengkeram tangannya sedikit kuat, bahkan ketika dia memeluknya tadi.


"Sakit." Cicitnya dan mencoba meronta melepaskan cekalan tangan pria yang mengenakan jas putih itu.


Sentuhan lembut mampu membuat Dika seketika memutuskan mengimidasi Sita hingga pandangannya terjatuh pada sang istri yang sedang tersenyum lembut.


"Sudah mas, lepas tangan mas, apa mas masih mau tetap membuatku cemburu." Ucapnya sambil melirik tangan sang suami yang masih mencengkeram tangan wanita dewasa itu.


Dika yang belum paham hanya mengerutkan dahinya membuat Ayu berdecih tak suka.


Dengan mulut yang mengerucut tebal dirinya melangkah maju dan segera melepas cekalan tangan sang suami pada Sita membuat Dika seketika tersadar lalu menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"Maaf mbak, saya tahu tentang suami saya dulunya bagaimana namun bukankah semua orang memang memiliki masalalu baik itu buruknya sekarang mas Dika menjadi suami saya, saya memang berasal dari keluarga sederhana namun bukan berarti pemikiran saya juga ikut kampungan yang masih mau mendekati pria yang sudah beristri apa lagi sebentar lagi kami akan memiliki seorang anak." Ucapnya dengan santai sambil mengelus perutnya yang buncit, dia berbicara seperti itu sebab diruangan suaminya terdapat foto pernikahan mereka dan foto maternity beberapa hari yang lalu, mustahil bila wanita dihadapannya tak melihat foto berukuran 10R tersebut karena letak penyimpanannya persis dibelakang kursi sang suami.


"Saya akui jika saya memang jauh dari kriteria wanita sempurna tapi saya akan tetap menjadi wanita sempurna dihadapan suami SAH saya sendiri." Sambungnya sambil menekankan kata Sah seolah disinilah dia harus menunjukkan bahwa seorang istri harua bisa membuang bibit-bibit pelakor seperti yang sedang beredar ditangah masyarakat luas.


"Jadi apa masih mau disini melihat sepasang suami istri bermesraan atau...." Belum sempat Ayu melanjutkan ucapannya wanita yang bernama Sita itu menghentakkan kaki dengan kesal dan langsung berlalu begitu saja meninggalkan sepasang suami istri itu.


Brak.


"Woahhh...ini beneran istri mas." Ucapnya kagum dengan mencondongkan badannya agar bisa menatap sang istri yang saat ini berwajah masam.


Saat hendak memeluk, kedua tangannya berhenti diudara ketika mendapati tatapan tajam dari sang istri.


Gleuk.

__ADS_1


Ayu berjalan menjauh dari suami yang hendak memeluknya dan membalikkan badan agar bisa berhadapan dengan sang suami sambil berkacak pinggang mencoba menetralkan perasaannya kali ini.


"Masuk kekamar mandi, buang kemeja dan yang lainnya yang ada ditubuh mas, Ayu nggak mau bekas wanita lain menempel ditubuh mas." Ucapnya ketus.


Dika menggaruk tengkuknya yang tak gatal namun tak lama dirinya mengangguk kepalanya pelan dan berjalan gontai menuju ruangan laon yang ada didalam ruangan kerjanya itu.


"Ya ampun, bumil kalo udah marah nyereminnya ngelebihi singa yang kelaparan." Gumamnya namun ternyata masih mampu didengar samar-samar oleh sang istri.


"Nggak usah ngedumel, mau nanti malam tidur diluar." Ancamnya sambil melototkan kepalanya.


Dika segera memutar badannya dan langsung menggelengkan kepalanya cepat dengan kedua tangan digerakkan pertanda dirinya menolak keras kata-kata terakhir sang istri.


"Iya...iya...ampun sayangnya mas, cantiknya mas, bidadarinya mas, belahan hati mas yang paling cantik dihati mas, nggak kok mas nggak ngomong gitu lagi, tapi please jangan hukum mas buat tidur diluar yang, nanti kalo mas nggak peluk, sayang nggak ada yang ngusap-ngusap punggungnya kan." Rayunya pada sang istri yang saat ini mengeluarkan tanduknya bahkan suaranya dibuat selembut mungkin agar istrinya mencabut kata-katanya barusan.


Ayu mencebikkan bibirnya dan membuang muka kesamping ketika mendengar kata bujuk rayu dari sang suami namun sekuat mungkin dirinya menahan senyum agar sang suami tak melihatnya namun ternyata dirinya terlambat sebab dika sudah melihat senyum sang istri membuat dia menyeringai licik dan perlahan maju saat wajah sang istri masih menoleh kesamping.


Grep.


Ayu terpekik kaget hingga dirinya memukul dada sang suami karena mendapat pelukan tiba-tiba.


Suaranya seketika tertelan saat bibirnya dibungkam oleh bibir sang suami dan langsung dilu mat lembut oleh sang empu bahkan rontaannya tak berpengaruh apalagi tangan kekar suaminya memegang tengkuknya hingga tak butuh waktu lama dirinya pun terbuai dengan ciu man yang diberikan sang suami membuat Dika diam-diam menyeringai dibalik lu matan yang dia berikan oleh sang istri.


Tak butuh waktu lama, ciuman yang awalnya lembut kini berubah menuntut dan penuh dengan gai rah apalagi tangan Dika tak tinggal diam dengan menjamah seduktif badan berisi sang istri.


"Eeuugghhh..." De sahan Ayu seketika lolos saat Dika melepas pagu tan mereka dan kini beralih menyusuri leher jenjang milik sang istri.


"Aahhhh mmassss..." Desahnya sambil mencengkeram kemeja sang suami ketika merasa sesuatu menusuk diarea intinya yang kini pasti sudah basah dan dia tahu itu adalah jari nactkal milik suaminya.


Dika menjauhkan wajahnya dari leher sang istri dan ditatapnya mata sayu yang dipenuhi kabut gai rah sama sepertinya.


"Basah banget yang." Lirihnya dengan suara seraknya sambil memandang sayu sang istri bahkan jarinya dibawah sana masih bekerja keluar masuk digoa yang terasa hangat namun penuh dengan kenikmatan ketika sudah bermain inti.


Ayu menggigit bibir bawahnya dan memandang sang suami dengan wajah menggoda membuat Dika mengumpat dalam hati.

__ADS_1


"Damn..".


Ditariknya keluar jarinya yang kini sudah basah dan saat sang istri hendak protes, Dika segera mengangkat tubuh sang istri ala bridal style dan langsung membungkam mulut istrinya dengan ciu man panas lagi lalu membawanya kedalam ruangan yang ada didalam ruang kerjanya itu.


Direbahkannya pelan-pelan saat sudah berada didalam ruang istirahatnya dan langsung melucuti pakaiannya hingga keluarlah sesuatu yang sudah tegak berdiri dan berurat.


Gleuk.


Ayu menelan salivanya dengan susah payah padahal sudah sering kali mereka melakukan hubungan badan namun tetap saja dia masih merasa gugup saat melihat jarum tumpul sang suami yang selalu membuatnya lemas tak berdaya.


"Langsung aja ya yang, mas nggak tahan." Ucapnya dengan serak dan langsung mengungkung tubuh mungil sang istri walau dress masih melekat ditubyh istrinya itu.


Disibaknya underware sang istri kesamping dan perlahan dituntunnya jarum tumpul miliknya kedalam goa yang sudah mengeluarkan cairan lengket.


"Eeuuggghhh." Ayu sampai memejamkan mata dan menahan nafas ketika miliknya dimasuki oleh jarum tumpul berurat itu.


Cup.


"Enak?" Tanya Dika saat menurunkan tubuhnya nakun tetap memberi jarak agar perut sang istri tidak tertekan kena tubuh besarnya namun dirinya belum bergerak.


Ayu membuka mata dan memandang sayu sang suami lalu mengangguk pelan.


Dika tersenyum dan sebelah tangannya terangkat menuju gundukan sintal yang masih terbalut dress berwarna maroon.


Diremasnya lembut dari balik kain membuat sang empu memejamkan mata dan menggelinjang tak karuan.


Dika yang sudah tak tahan lalu perlahan menggerakkan pinggulnya dengan tangannya berpindah brrgerak menuju dibalik punggung sang istri untuk menurunkan resretingnya.


Srekk...


Diturunkannya gaun yang menutupi pundak sang istri dan kini terlihatlah underware berwarna hitam yang membungkus gundukan sintal istrinya itu dan diturunkannya hingga terlihatlah pucuk berwarna pink yang sudah mengeras membuatnya semakin ber has rat.


Huph.

__ADS_1


Udah ah....cape ngetik yang buat cenat-cenut🤭🤭🤭


Lanjutin sendiri yak😂😂😂


__ADS_2