Om Duda, Suamiku

Om Duda, Suamiku
Cinta tulusnya sang duda


__ADS_3

Happy Reading๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—


Supportnya mana nih readers๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”


Sebenarnya sore ini author lagi nggak enak badan, tapi demi kalean para pembaca Mamas duda dan Miss seksi, author sempetin nge up...


AWAAASSS !!! kalo masih nggak mau kasih hadiah๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


Tes...


Setetes air mengenai tangan kekar yang tengah memeluk dari belakang, seketika serkhan melepaskan belitan tangannya dan langsung berdiri kemudian melangkahkan kakinya kesamping.


Hup.


Tubuh mungil tersebut langsung melayang diudara hingga si empu terpekik kaget dan secara reflek mengalungkan tangannya ke leher serkhan meninggalkan kursi roda yang malang.


Masih dalam suasana hening, serkhan melangkahkan kakinya untuk menuju gajebo yang tak jauh dari tempat mereka melihat air mancur mini.


Serkhan lantas mendudukkan tubuhnya dan bersandar ditiang gazebo, diusapnya air mata yang menetes di pipi bella dengan sentuhan lembut menggunakan jari jempolnya.


"Sayang"...


Ucapnya pelan dan mengangkat dagu bella agar wajah bella dan wajahnya berhadapan.


"Dengar, bukannya waktu itu mas sudah berjanji, akan menjadi mata serta kakimu hingga kamu sembuh"...


Ucapnya pelan sambil memasukkan telapak tangan besarnya untuk menyentuh pipi bella yang sudah mulai berseri.


"Mas akan menceritakan semuanya, tapi...?"...


Ucapnya menggantung agar bella dapat merespon dan benar saja dugaannya.


"Tapi apa?"...


Ucapnya lirih sambil menahan tangisnya.


Cup.


"Tapi janji jangan berfikir terlalu keras saat mas menceritakan segalanya, lambat laun juga sayang akan kembali mengingat siapa mas dan siapa orang-orang yang akan sayang temui nantinya"....


Ucapnya lembut setelah mencium kening bella dan bella menganggukkan kepalanya pelan pertanda dirinya setuju.


"Beberapa bulan yang lalu lebih tepatnya 7 bulan yang lalu, mas datang ke negara ini karena ada suatu masalah yang terjadi dengan kantor cabang yang berada di sini, saat hari pertama mas datang dan kebetulan mas belum sarapan waktu itu, jadi mas minta ke abbas untuk memesankan sandwich hingga beberapa menit kemudian abbas datang membawa 2 potong sandwich yang lumayan besar dan ternyata mas sangat menyukainya, hingga di jam makan siang mas bermaksud untuk pergi makan diluar kantor dan itu kali pertama mas bertemu dengan gadis cantik yang langsung membuat mas tertarik, dan setelahnya mas selalu mencuri-curi pandang ke pegawai mas sendiri yang ternya menjadi seorang OG, mas mencoba mendekatinya bahkan mas yang mengambil ciuman pertamanya dan wajah gadis itu langsung merona karena baru pertama kalinya melakukan hal tersebut"...


Ucapnya panjang lebar sambil terus memperhatikan raut wajah pujaannya yang berubah-ubah namun tak menghentikan usapannya.


"Disitulah mas semakin jatuh cinta kepada gadis itu, karena mas sangat suka sekali menggodanya hingga wajahnya seperti kepiting rebus hingga mas sedikit memaksa untuk menerima mas sebagai kekasihnya dengan alasan bahwa mas yang telah mengambil ciuman pertanya"...


Kekehnya geli kala mengingat pertemuan-pertemuan sewaktu belum lama dia menginjakkan kakinya di Jakarta.


"Beberapa hari kebersamaan kami mas memantapkan pilihan dan tak akan bermain-main kembali, jadi mas langsung datang untuk memintanya langsung dihadapan kedua orang tuanya dan sepertinya nasib baik masih berpihak ke mas, jadinya mereka menerima mas untuk meminang putrinya"...


"Suatu hari pas dihari ulang tahunnya mas membuatkan sebuah kejutan walau seharian itu mas menahan untuk tak memeluk serta menciumnya dan bahkan mas sampai membuatnya menangis"...


Terawangnya.


"Kejutan malam itu berhasil mas lakukan dengan membuat lamaran yang sesungguhnya dan bahkan kedua orang tua mas datang karena mereka ingin melihat seperti gadis belia yang mampu membuat putra satu-satunya mengakhiri status dudanya"...


"Ya, mas status mas duda dan sudah lebih 10 tahun status mas tersebut mas sandang"...

__ADS_1


Jelasnya saat melihat raut wajah bella yang sepertinya terkejut.


"Apa gadis itu tau kalo mas duda?"...


Tanya bella.


"Ya, dia tau bahkan mas ceritakan semuanya tentang hidup mas dari sewaktu masih berstatus suami hingga status duda,mas ceritakan dan tau dia jawab bagaimana?"...


Tanya serkhan.


Bella menggelengkan kepalanya pelan tanda tak tau.


"Gadis itu berkata, itu hanya masa lalu semua orang mempunyai masa lalu, baik itu buruk maupun baik dan ya dia menerima masa lalu mas yang buruk itu, membuat kadar cinta mas bertambah karena menemukan seorang bidadari, hingga esoknya mas kehilangan dia, ya disitulah mas merasa sangat bersalah karena calon istri mas menghilang akibat keteledoran mas sendiri"...


Ucapnya sendu saat mengingat peristiwa yang menyakitkan beberapa bulan lalu.


"Emangnya dia kemana mas?"...


Rasa penasaran bella mencuat seketika saat mendengar kata demi kata yang serkhan ucapkan.


"Dia menjadi korban penculikan"...


Jawabnya.


Bella seketika kaget hingga menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


"Apa mas menemukannya?"...


"Ya mas menemukannya?"...


"Kalo mas sudah menemukan calon istri mas, kenapa mesti menjadi kan bella istri?"...


Ucapnya cepat.


"Akhhh...bella nggak mau di poligami mas?"...


Teriaknya sambil menghoyang-goyangkan tubuhnya.


Hap.


Serkhan langsung memeluk tubuh bella agar tak banyak bergerak sebab saat ini bella berada diatas pangkuannya.


"Jangan banyak bergerak sayang, nanti bisa bahaya?"...


Ucapnya dengan nada berat.


"Ihhh bahaya apa sih mas, bella nggak tau... ingat ya mas bella nggak mau di poligami, lebih baik bella kembali ke rumah lama sama bang baron, belka nggak mau disini"...


Cerocosnya panjang lebar.


Serkhan terkekeh geli mendengar ocehan dari bella mengenai kata poligami.


"Mas nggak akan poligami sayang, kita akan tetap menikah cuma kamu wanita yang akan mas nikahi"...


Terangnya sambil memeluk erat tubuh bella.


"Bohong"...


"Mas nggak bohong"...


"Terus tadi bilangnya calon istri mas yang hilang itu udah ketemu?"...

__ADS_1


Tanya bella yang masih belum mengerti.


"Ya ini calon istri mas, Vanessa putri wijaya anak tunggal dari pak adi wijaya dan bu hana wijaya, gadis yang baru 18 tahun yang mampu membuat pria dewasa tergila-gila akan pesonanya, ya dia kamu sayang, calon istri mas yang hilang, nessa mas kangen"...


Lirihnya sambil menenggelamkan kepalanya di potongan leher bella.


Degh.


Jantung bella seakan berdetak dengan cepat tak terasa air matanya menetes.


"Hei...sayang, dengar kan yang mas ucapkan tadi jangan terlalu memikirkannya, nanti kepala sayang sakit"...


Ucapnya saat merasakan tubuh bella bergetar.


"Maaf"...


Ucapnya lirih sambil sesegukan.


"Seharusnya mas yang meminta maaf"....


Ucapnya sambil menangkup wajah bella menggunakan kedua tangan besarnya, dihapusnya air mata yang mengalir itu.


Cup.


Cup.


"Bella cacat"...


Lirihnya.


Shut.


Jari besar serkhan langsung menyentuh bibir bella.


"Dengar sayang, dengarin mas sekali lagi, mas mencintai sayang dari dulu hingga sekarang, baik itu dulu sebelum sayang tak bisa melihat dan berjalan mas tetap mencintai mu apa adanya, hmm...nanti setelah kita menikah mas akan bawa sayang untuk berobat, kita akan bersama-sama terus, mas nggak mau berpisah kembali, cukup 6 bulan mas menderita karena kehilanganmu"....


Terangnya sambil menyatukan dahi mereka.


"Kalo bella nggak bisa melihat kembali dan nggak bisa jalan kembali bagaimana?"...


Tanya bella dengan sendu.


"Yang, percaya sama mas okey...kita akan tetap bersama dan mas akan menjadi mata agar sayang dapat melihat, mas akan menjadi kaki agar kita bisa melangkah bersama, berdua dan bersama anak-anak kita nantinya"...


"Maaf, maafin bella kalo bella melupakan kenangan kita, maukah mas menunggu hingga ingatan bella pulih kembali?"...


Pintanya.


"Ya, mas akan selalu menunggu, jika kenangan lama kita gak bisa kembali, kita akan membuat kenangan baru bersama anak-anak kita nantinya"...


"Terima kasih mas atas cinta besarnya mas?"...


"Dan kewajiban sayang untuk mencintaiku selamanya"...


"I Love U"...


Ungkapnya dengan tulus dan langsung mencium mesra bibir bella menyalurkan segala rasa cintanya siang itu, di lumatnya bibir atas dan bawah bella sedangkan bella tak mau kalah saat ini, demi laki-laki ini, cinta besarnya walaupun dia tak mengingat apapun namun mulai sekarang dia akan mencoba membuat kenangan baru dengan mencintai pria ini, mencurahkan segalanya untuk laki-laki yang sedang mencium mesra bibirnya, tak ada nafsu didalamnya yang ada hanya curahan betapa besarnya serkhan mencintai gadis mungil dengan kecantikan alaminya.


NAH...DAH AUTHOR UP LEBIH AWAL YA, AWAS JANGAN LUPA LIKE DAN SUPPORTNYA.


SALAM SAYANG

__ADS_1


MOM OLLA


๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2