OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
hobi baru Kaivan 'menculik' Ana


__ADS_3

Ana terbangun dari tidur nyenyak nya.Ia merenggangkan badan kemudian meraba sisi di sebelah nya tanpa membuka mata.Sudah menjadi kebiasaan Ana melakukan hal tersebut semenjak sekamar dengan Kaivan.


Ia tak menemukan seseorang yang ia cari.Ahh...Kaivan kan nanti sore pulangnya,pikir Ana,tersadar.


Saat ia membuka mata ia menyadari suatu hal.Ini bukan kamarnya.Ia lansung duduk tegak dan menatap horor sekitarnya.Dimana ini?apa ia bermimpi?


Sebuah kamar super besar dengan kasur king size yang ia tempati.Ia menurunkan kakinya ke lantai dan berjalan ke arah pintu kaca besar tertutup tirai putih.


Sebuah decakan kagum keluar dari mulutnya saat ia membuka tirai.di sana terdapat kolam renang yang lansung menghadap ke laut.


"ya Tuhan..... ini mimpi"gumam Ana berusaha mengucek matanya.


Sebuah ketukan pintu mengalihkan perhatian Ana dari keindahan alam di depannya.Kaivan sudah berdiri di depan pintu dengan kemeja putih dan celana coklat selutut nya.


"suka pemandangannya ?"Ia tersenyum mendapati Ana berdiri mematung di depan pintu kaca besar.


"Mas...."Ana berjalan ke arah Kaivan dan di sambut pelukan hangat pria itu."aku kayaknya sedang bermimpi deh."


Kaivan terkekeh dan mengecup kening calon istrinya ini."Ini bukan mimpi sayang.kamu sekarang di resort tempat kita akan melangsungkan pernikahan."

__ADS_1


Ana menatap Kaivan heran."tapi...tadi malam aku...."Ana kehabisan kata - kata untuk menjabarkan kebingungannya.


Kaivan mengajaknya duduk di sofa tepat menghadap pada pintu kaca ."semalam kamu aku pindahin dari Jakarta ke Bali.Kamu tidurnya nyenyak banget sih,kayak bayi."


"iihh...Mas..kenapa gak bangunin aku aja sih."Ana jadi salah tingkah.Sudah di pasti kan Ia kembali di gendong Kaivan dalam keadaan tertidur pulas.


Kaivan menggeleng kepala.Ia ingin tapi tidak tega jadi dia memutuskan menggendong Ana mulai dari mereka berangkat hingga tiba di sini.


"sekarang kamu mandi."Kaivan merapikan rambut Ana dan mencubit gemas pipi wanita itu."Ada yang ingin berjumpa denganmu."


\=\=\=\=\=


Ana bertemu beberapa orang bule yang tidak ia kenali tapi tersenyum ramah kearahnya.


"perkenalkan..ini keluarga dari ibuku yang tinggal di Australia."Kaivan berbisik pada Ana.


Ia lansung di peluk seorang pria paruh baya"senang akhirnya bisa bertemu lansung denganmu,Dayana."


Ana yang membalas pelukan itu dengan kaku menatap Kaivan."Uncle Demi... kamu membuatnya takut."terdengar suara Kaivan yang tengah menarik kursi untuk duduk.

__ADS_1


"oh astaga..maafkan orang tua ini."Ucap pria itu menepuk lembut tangan Ana di dalam genggamannya."saya hanya terlalu bersemangat."di lanjutkan dengan tawa.


"saya Demian Miller.adik kandung dari ibu Kaivan yang tinggal di Australia.panggil saya uncle demi saja."Jelasnya.


Ana tersenyum hangat akhirnya ia bisa bertemu keluarga Kaivan nan jauh di sana.Lalu Pria paruh baya itu mengenalkan istrinya dan dua anak kembar laki - laki yang beranjak remaja.


Tak lama seorang wanita datang lansung memeluknya yang di susul seorang pria."ini putri uncle Luana Hutama dan Stefan suaminya."


"senang bertemu dengan mu Ana.Apa kamu sudah berkenalan dengan dua jagoanku."Tunjuk sepupu Kaivan pada dua remaja yang sempat memeluknya tadi.


Ana mengagguk kepala.Walaupun ia terkejut dengan keluarga Kaivan ini.Tapi ia sangat senang,bisa berkenalan dan melihat interaksi mereka yang hangat.


Apa lagi bibi Kaivan yang bernama Lucy itu tersenyum dan berkata "you are also sweet,Ana.i can imagine how big is Kaivan fall for you."Sebelum melepas pelukan mereka.


\=\=\=\=


holla readerss...


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2