
"Lo bakalan terkejut dengan fakta yang baru saja gue temukan."
Kaivan mengernyitkan keningnya "fakta apa?"
"Bayu Gunandito salah satu pejabat di kementerian pariwisata itu,memiliki hubungan 'spesial' dengan Putri Hutama."Ucap Jericho yang membuat Kaivan mengeram marah.
"Jadi Putri yang berada di balik ini semua."serunya marah.
"hhmm..selama ini dia hanya pura - pura memiliki hubungan dengan Axel Wiranata yang merupakan salah satu staffnya Bayu Gunandito."
Kaivan memijit pelipisnya,dari sekian banyak orang kenapa perempuan yang ia anggap sebagai adik yang selama ini ia tahu Putri anak yang baik,ramah sehingga sempat menarik hatinya.
Ternyata sekali iblis tetaplah iblis.Tak semua orang berubah menjadi baik,rupanya.
"Cari semua yang di lakukan Putri,apa pun yang berkaitan tentangnya.Dan juga....cari kelemahan Bayu Gunandito itu."
Kaivan mengepalkan tangannya hingga buku - buku jarinya berubah putih.
"gua akan membayar kontan dengan apa yang telah ia perbuat pada calon istri gue."
__ADS_1
\=\=\=\=
Dino alias Didin tidak sengaja menyebut kan kejadian yang menimpa Ana saat Anya menghubunginya mengeluhkan kenapa Ana tiba - tiba izin cuti padahal acara pernikahan sahabatnya itu masih dua Minggu lagi.
"Kenapa gak bilang lansung sama aku."serunya marah membuat Didin sedikit menjauhkan telepon dari telinganya.
"Pa Kaivan tidak ingin kamu apalagi orang tuamu khawatir."Didin mencoba memberi pengertian kepada Anya yang terdengar hampir menangis.
"tapi tetap aja,dia gak punya siapa - siapa disini.Ibu pasti bakalan marah karena ia sangat menyayangi Ana."
"Nanti saya coba tanyakan pada pak Kaivan,apakah sudah di perbolehkan keluarga kamu menjenguk Bu Ana."
"Kalaupun Pak Kaivan melarang,aku bakal tetap menjenguk Ana.aku terobos sekalian bila perlu."
\=\=\=\=
Kamar rawat Ana saat ini sudah di bilang cukup ramai dengan kehadiran orang tua Anya dan teman - temannya.Ana merasa amat senang karena ruang yang luas dua kali lipat kamarnya ini jadi ramai.
Ia sendiri sempat menjenguk Pak Dimas dan memastikan pria yang cukup sering menjemput - antarnya itu baik - baik saja.
__ADS_1
Walaupun mengalami patah tulang dan pak Dimas berjalan harus di tolong oleh kruk.Ana bersyukur karena tidak terjadi sesuatu hal yang buruk pada pria paruh baya itu mengingat momen kecelakaan itu terjadi
Ibu Ida sibuk memotongkan buah dan menyuapi Ana.Sementara Pak Hery tengah duduk di sofa menemeni teman - teman Ana yang lainnya.
"Ayo nak,makan yang banyak biar cepat pulih."Ibu Ida menyuapi potongan mangga kepada Ana.
Ana tersenyum menerima saja karena kalau ia membantah akan ada Omelan jilid kedua nantinya.Saat pertama muncul di balik pintu tadi saja ibu Ida ngomel sambil nangis melihat luka - luka Ana.
Untung saja keberadaan pak Hery bisa menenangkan istrinya.
"sayang .."panggil Kaivan saat Ana tengah asik mendengarkan pertengkaran Ibu Ida dan Anya karena telat memberi tahu kejadian yang menimpa Ana.
"aku keluar sebentar ya,sama Didin untuk beli makanan dulu buat yang lain."
Ana menganggguk "iya mas,beli cemilan sama makanan berat ya.Untuk jaga - jaga kalau ada yang mau makan."
"iya ..."Kaivan mengecup kening Ana dengan lembut "aku keluar dulu ya."
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss
see you next episode