OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Siklus move on nya lamban


__ADS_3

Ana melewati hari - harinya seperti biasa tanpa ada Kaivan lagi di hidupnya.


Setelah kejadian di penthouse Kaivan beberapa hari yang lalu dan berakhir Ana pergi begitu saja meninggalkan Kaivan.


Ana kembali menata hidupnya.Ia tetap Ana yang lebih banyak diam memperhatikan.Ia bersyukur hubungan dengan Kaivan tidak terlalu lama jadi ia tidak memiliki ikatan yang terlalu dalam.Biar lah sisa kenangan bersama mereka Ana simpan di sudut hatinya.


"heh besok jadikan kita hunting make up di Bazar yang baru buka itu."Anya menyenggol bahu Ana.


"iya besok kita berangkat siangan jangan lupa bawa koper ya."Ana melangkah keluar lift .Mereka berencana menggila di bazar make up dari siang hingga malam hari lalu akan menjual lagi produknya di online,lumayan menambah pundi - pundi uang mereka.


"Gua bakal siapin Amunisi terbaik,eehh mampir McD dulu yuk." Anya menarik lengan Ana untuk mampir ke gerai yang terletak tidak jauh dari kantor mereka.


"Lo tu ya.ngakunya gaji Lo tiris.tetap aja perut yang Lo utamain."Ana menoyor kepala sahabat kentalnya itu.


"gak makan mati dong gue, jajan itu di atas segalanya.Perut kenyang hati senang ."Anya menjawab pongah.


"Lo tu ya,ngejawab aja."

__ADS_1


Anya tidak memperdulikan perkataan sahabatnya.Ia tau bagaimana pun tingkahnya Ana tetap mengikuti keinginannya karena Ana akan lansung luluh setelah makanan di depan wajahnya.


"Lo cari tempat duduk aja.kalau bisa di lantai atas dekat jendela.gue yang ngantri makanan.pesanan Lo seperti biasakan." Anya berujar lalu masuk ke baris antrian.


Ana tersenyum melihat sahabatnya itu dan segera menuju lantai dua.


Ana sangat bersyukur bertemu Anya di hidupnya.Seberat apa pun masalah yang ia hadapi Anya akan selalu hadir untuknya walau pun Ana tidak suka berbagi masalah Anya akan mengerti dan menunggu ana bercerita dengan sendirinya.


setelah mendapatkan meja yang di inginkan sahabatnya Ana segera mengabari agar Anya mudah menemukannya.


"permisi mbak,ini pesanannya."


Ana tersenyum lebar melihat Anya yang berubah menjadi pramusaji itu.


"kayaknya Lo cocok deh jadi pramusaji di sini." Ana mengambil satu nampan di tangan Anya.


"Enak aja,muka cakep dengan pakaian sekeren ini Lo bilang gue cocok jadi pramusaji."Anya menjawab keki.

__ADS_1


Ana tertawa melihat sahabatnya dengan muka cemberut.


"Anyway....gue udah putus dari Kaivan." Ana mulai menyuapi makanan ke mulutnya.


"dari gerak - gerik Lo gue udah sadar kok kalau terjadi sesuatu sama Lo." Anya mengangkat gadgetnya lumayan tinggi." and say he***s,kesini."Ana melihat ke arah kamera gadget Anya setelah sahabatnya itu mengucapkan kata - kata yang sama pada sebuah Drama Korea yang sedang viral dan masih ia tunggu episodenya.


"iihh kok makan McD di foto sihh. di resto mahal dong kalau mau fomo sekalian." Ana hanya menggelengkan kepala sambil kembali fokus memakannya.


"bodo amat.. kita sedang merayakan kesinglean kita di usia yang cukup matang ini."


Lalu mereka tertawa bersama.Ana tidak mempertanyakan kenapa dan mengapa karena ia tahu di usia mereka ini hanya cukup menjadi pendengar dan berusaha menghibur satu sama lain.Lagi pula Ana berbeda darinya ia akan memendam lalu kemudian akan menceritakan saat lukanya mulai kering atau sembuh sedangkan Anya akan menangis dan mengeluarkan semua uneg - uneg nya.


\=\=\=\=


holla readerssss...


kadang kita butuh hanya untuk di dengar bukan untuk di beri masukan.benar apa benar.....heheheh

__ADS_1


__ADS_2