
Ana bisa merasakan awkward-nya suasana ruang makan di rumah paman Kaivan ini.Disana juga ada Putri Hutama bersama tunangannya Axel Wiranata.Putri memperlihatkan ketidak sukaannya terhadap Ana secara terang - terangan.Saat tiba tadi ia hanya menyapa Kaivan lalu segera membawa Axel duduk di meja makan.
Axel yang seakan tidak peduli dengan sekitarnya cuek - cuek saja.Seseorang meletakan paha ayam di dalam piringnya membuat Ana menoleh ke arah Kaivan.Pria itu tersenyum padanya seakan mengatakan nikmati makananmu.
"maaf Bu,ada tamu buat ibu.Namanya mbak Valarie."
"aahh...akhirnya tiba.Suruh lansung masuk aja.dan antar kesini."Mariska terlihat bersemangat sekali dengan kedatangan tamunya.
Senyumnya berkembang saat melihat sosok Valarie Kusuma.Perempuan yang beberapa tahun lalu di nobatkan sebagai Putri Indonesia dan Anak dari pemilik perusahaan FMCG terkenal di Indonesia.
"Valarie,apa kabar sayang ?"sapa Mariska yang lansung memeluk perempuan itu serta mencium pipi kanan dan kirinya.
"Baik Tante."
"Maaf Lo,kamu pulang kerja lansung kesini."
"gak apa - apa kok Tante."Suara lembut wanita itu membuat Mariska tersenyum lebar Ia merasa kalau Valarie pilihan yang tepat.
"Jauh gak kantor kamu dari sini ?"
__ADS_1
Valarie menggeleng.Ini pertama kalinya Valarie mampir ke kediaman Hutama.Biasanya ia akan bertemu dengan Mariska di acara - acara amal yang di adakan oleh Genk arisan Mariska dan mamanya.
"gak terlalu kok Tante,malah searah sama Apartment ku."
Mariska semakin senang mendengarnya."oh ya,silahkan duduk."Ia mempersilahkan Valarie duduk di sampingnya.Putri yang awalnya duduk di samping ibunya berpindah menyisakan bangku untuk Valarie tempati.
Ana yang menatap semua itu seakan mendapat kesimpulan kalau ini sudah di rencanakan mereka.Ia menatap Kaivan yang tak peduli dan masih menikmati makanannya.
Sesekali Ana melirik Valarie yang duduk di hadapannya.Ia penasaran,,Apa tujuan Mariska mengundang wanita yang pernah ia perlihatkan fotonya ini pada Ana.Apa masih ingin melanjutkan perjodohan tersebut.
Kaivan sendiri sebenarnya tahu tujuan Mariska yang sengaja mengundang Valarie tapi ia tidak akan peduli sebelum ada yang mengusiknya secara terang - terangan.
Valarie pun mengangguk.Ia menyelesaikan makannya yang..astaga..sangat sedikit bahkan itu hanya akan sampai di tenggorokan saja.Ana sampai mengernyitkan keningnya.Apa makanan itu cukup membuatnya kenyang?
"Ah,that's cool ."komentar Putri lagi."Emang pacar gak keberatan sama kesibukanmu."
"ah..i'm single "Valarie tertawa pelan "jadi,,,ya tidak ada yang keberatan."
Ana yang seperti tak di ajak dalam pembicaraan itu berusaha menulikan pendengarannya walau ia semakin mendengar hal - hal yang tak ingin ia dengar.
__ADS_1
"Duh,andai Tante punya menantu kayak kamu,pasti senang banget deh."Gumam Mariska yang dapat di dengar semua orang.termasuk Ana "udah cantik,pintar,sukses,dari keluarga terpandang.Jelas asal - usulnya"
"Mariska "Tegur paman Kaivan yang mulai risih karena istrinya mulai bertingkah.
"Apa ?"Mariska balik bertanya dengan sok polosnya."Aku kan cuma bilang tentang fakta."
"Sayang banget,mama gak punya anak laki - laki."imbuh Putri dengan senyum sok polos.
"Kan ada Kaivan "Mariska menatap Kaivan yang dengan santainya tersenyum sambil menggenggam tangan Ana di bawah meja.
"Menurut mama Kaivan dan Valarie cocok kok."
Ana sudah ingin beranjak pergi dari sana saat sebuah Gebrakan meja mengejutkannya.
Paman Petra menyerukan nama Istrinya yang di nilai telah keterlaluan.
\=\=\=\=
holla readersss...
__ADS_1
See you next episode