OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Tangan untuk menutup telinga


__ADS_3

"Mas..."pekik Ana tertahan.Saat mendengar ketukan pintu Kaivan sudah berada di sana dengan senyum terbaiknya,jangan lupa 3 box besar pizza dan sebuket bunga.


"Selamat siang semua."Kaivan menyapa teman - teman Ana yang di tanggapi dengan anggukan antusias,lebih tepatnya ke arah box pizza.


"hai,aku cuma mau menyapa karena ada meeting di gedung sebelah"Kaivan memberikan bunga dan box pizza ke arah Ana.


"oh...aku pikir mas mau pindah kesini "Gurau Ana.


"boleh juga saran kamu,sayang"


"MAS..."Ana membulatkan matanya.Ia hanya bercanda dan Kaivan menanggapinya serius.yang benar saja ..!!!


Kaivan tertawa renyah setelah berhasil mengerjai Ana.Ia menatap teman - teman Ana yang mupeng melihat tawa Kaivan.


"Silahkan di lanjutkan,saya harus pergi sekarang."Sambil melihat jam tangan di pergelangan kirinya."Permisi"


Teman - teman Ana hanya bisa mengangguk kaku dan segera menyuruh Ana mengantar Kaivan dengan tatapan mata mereka.sangat kompak' pikir Ana.


Ana yang masih dalam mode syok segera melangkah mengejar Kaivan.


"Mas tunggu,aku temani sampai ke bawah ya."


Kaivan menghentikan langkah dan menatap Ana sesaat.Ana yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah."ada yang salah ?"

__ADS_1


Kaivan menggeleng lalu tersenyum lagi"berat ya?"


Ana yang di tanya seperti itu mendadak kaku di tempat.Kaivan tahu??


"maaf ya,pasti ada andil Ku dalam rumor saat ini."


Ana menggeleng keras.Ia tak apa selagi tidak ada yang melukainya.Lagi pula orang - orang hanya bercerita di belakangnya.Hanya beberapa yang berani mengganggunya terang - terangan dan Ana sudah terbiasa.


"gak kok mas,kita hanya memiliki dua tangan tidak bisa menutup semua mulut orang - orang yang membutuhkan kita.Jadi aku memilih menutup kedua telingaku."Ana memberikan senyum meyakinkan mungkin agar Kaivan tidak khawatir.


Selama beberapa saat Kaivan menatap Ana,lalu pria itu mengangguk pelan."ya sudah,kamu kembali kerja sanq.aku ada perlu ke lantai atas sebentar."Kaivan mengusap rambut Ana lalu menekan tombol lift.


ada perlu apa Kaivan ke lantai atas.Apa ia akan bertemu CEO kantor Ana.Saat Ana akan bertanya pintu lift terbuka dan Kaivan segera masuk,melambaikan tangan.


Yang Ana tidak ketahui Kaivan memang menuju ruang CEO karena memang ia memiliki janji temu sebelum meeting ke gedung sebelahnya.


Kaivan sudah memerintahkan Didin membeli saham Fun Food Makmur ini saat ia dan Ana kembali bersama.Sehingga saat ini Ia menjadi pemilik saham mayoritas di sini.


"Apa Pak Aiden ada?"Kaivan bertanya pada sekretaris Kaivan yang bernama Amara.


Wanita itu terkesima sejenak dengan wajah tampan walau tanpa senyuman di hadapannya ini.


"apa .."wanita itu menetralkan tenggorokannya karena terlalu terpana "apa sudah memiliki janji ?"

__ADS_1


Kaivan menaikan alis nya sebelah.Tentu saja ia sudah memiliki janji,apa wanita ini tidak melihat jadwal atasannya atau Didin yang lupa membuat janji.


Yang kedua rasanya tidak mungkin,karena Didin selalu cermat dan cekatan sekretarisnya itu sangat jarang membuat ia kecewa.


Saat itu pintu terbuka dan menampakan pria di kisaran umur 60 tahun."Pak Kaivan...kenapa berdiri disini? ayo masuk pak."


Pria itu lansung menatap tajam sekretaris yang salah tingkah karena ia ketahuan melakukan kesalahan.


Kaivan melangkah masuk dan segera duduk di sofa setelah di persilahkan."Selamat datang pak.mau minum kopi atau teh?"Bukan Amara melainkan Pak Aiden yang menawarkan minuman kepadanya.


"Kopi saja Pak." Kaivan mengangguk sopan.


Setelah pria itu memesan minuman ke sekretarisnya.Mereka mulai duduk untuk membicarakan bisnis.


"Sebelum memulai,saya punya sedikit permintaan."Kaivan berubah ke mode serius karena ia memiliki tujuan yang penting sehingga menginjakan kakinya sendiri ke ruangan ini.


\=\=\=\=


holla readersss...


apa ya permintaan Kaivan pada CEO nya Ana??


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2