
Beberapa waktu belakangan ini Ana merasa seperti di ikuti seseorang.Bahkan saat ia berada di kantor pun seperti ada yang mengawasinya dari kejauhan.
Di kantor beredar rumor kalau ia merupakan seorang yang rela menaiki ranjang asal di berikan tarif yang mahal.Tak sampai di situ saja orang - orang bahkan menatapnya jijik tiap ia keluar dari mobil Kaivan yang berbeda setiap harinya.
Klasik memang tapi gosip yang sering di goreng akan memanas dan menimbulkan percikan.
"SIALAN...."Anya memaki saat memasuki ruangan kerja mereka.Di susul Mila dengan rambut yang mekar brutal.
"kalian kenapa..abis rebutan tuyul ?"Iyan menatap horor dua manusia yang siap meledak kapan saja.
"Gila ya mulut orang - orang kayak gak pernah sekolah.Pengen gue sumpal pakek botol kecap biar yang keluar manis."Anya menggebrak mejanya.
"Udah kayak kontes siapa paling banyak ngebacot tau gak."Mila merapikan rambutnya.
"hei...hei ladies calm down.cerita pelan - pelan donk."Iyan mulai berdiri menengahi.
Dan mengalir lah cerita Anya dan Mila yang baru selesai dari toilet mendengar karyawan menggosipkan Ana dengan di tambahan bumbu - bumbu penyedap lainnya.
Ana yang di ceritakan sebenarnya sudah hampir menangis karena selama ia bekerja disini menjadi yang paling tak ingin menonjol.Ia hanya ingin bekerja,pulang dan menerima gaji.
Bahkan ia menjauhi politik dan intrik perusahaan.Tapi melihat bagaimana teman - temannya rela bertengkar dengan karyawan lain hanya untuk membelanya membuat Ana merasa terharu.
__ADS_1
"Tenang An,kita tahu gimana perjuangan elo untuk berada di titik ini.jadi,Lo gak sendiri.Masih ada kita - kita yang sayang banget sama Lo."Ucap Anya yang di sambut anggukan kepala oleh yang lainnya.
\=\=\=\=
saat Ana pulang sendiri karena Kaivan absen menjemputnya dan ia menolak untuk di antar supir dengan alasan ia ingin menikmati waktunya sendiri (lebih tepatnya menenangkan diri).
Ana berniat mampir kesebuah warung bakso karena biasanya makanan pedas selalu jadi pelepas stres yang ampuh.Ia hampir di tabrak sebuah mobil sedan dengan kecepatan tinggi jika seseorang tidak menarik tangannya ke belakang.
"mbak gak apa-apa ?"Tanya orang itu ternyata seorang pria yang bertubuh tinggi tegap seperti seorang tentara.
"saya baik - baik saja,hanya sedikit terkejut.terima kasih."Ana berucap sambil menenangkan dirinya yang syok dengan kejadian barusan.
tadi itu nyaris saja' gumamnya.
Yang tidak di ketahui Ana pria yang membantunya tadi masih terus memantau keadaanya sambil menghubungi seseorang.
"target sudah aman,gilaa lintah itu mulai bergerak terang - terangan." Ucapnya masih memantau keadaan sekitar.
"uuhh...aahhh pedes banget bakso disini.target sudah memasuki tempat.Gue lanjut makan ya."
"waahhh sialan lo.gue kerja Lo enak - enakan makan.bungkusin gue 3 bungkus kalau gak gue laporin kapten,mampus Lo."
__ADS_1
"Berisik...gue juga mantau kampret.bye."secara sepihak pria itu mematikan telepon nya lalu memanggil pramusaji.
"bungkusan 3 ya mbak cabe nya sekilo ."sambil tersenyum dan mengedipkan matanya.
\=\=\=\=
Dilain sisi seorang wanita bermasker dan menggunakan kacamata hitam memukul kemudinya.
"SIALAN....hampir gue berhasil menghabisi itu orang."
Lalu ia tersenyum licik "anggap ini permulaan Dayana.hari ini kamu selamat tapi tidak untuk lain kalinya."
Ia menginjak gas dan memacu mobilnya hingga di kecepatan maksimal.
\=\=\=\=
holla readersss...
kira - kira siapa ya wanita itu...
see you next episode
__ADS_1