OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA

OUR RELASIONSHIPS AND TRAUMA
Masa lalu Dayana Greesa


__ADS_3

Flashback on.


Setelah makan malam mereka bersantai di ruang kerja karena Ana ingin melihat koleksi buku di sana.Di taman kecil di ruang kerja tersebut terdapat satu meja dan dua kursi untuk bersantai.


Mereka duduk memegang buku pilihan masing - masing-masing.Hening beberapa saat kerena tenggelam dalam bacaan mereka.


"Apa mas,boleh menanyakan sesuatu."Kaivan akhirnya bersuara setelah menimbang beberapa saat.Ia tidak ingin menyinggung Ana tentang hal yang menganggu wanita itu.


Kalau sampai saat ini Ana tidak belajar membagi masa lalunya pada Kaivan bagaimana Kaivan bisa melangkah ke tahap selanjutnya pada hubungan mereka.


Ia sudah lama menunggu saat Ana membuka diri atau menceritakan masa lalunya hingga perempuan itu takut akan komitmen.Beda dengan Kaivan yang memang ingin berubah atau sembuh sehingga memilih membuka ceritanya lansung pada Ana.


"Jika kamu tidak nyaman,kamu boleh tidak menjawabnya."Lanjut Kaivan lagi.Ana meletakan bukunya dan fokus pada Kaivan.


"Apa penyebab kamu takut memiliki komitmen."Ana menegang saat Kaivan menanyakan tentang masa lalunya.

__ADS_1


Ia bukannya tak ingin bercerita tapi ia belum memiliki kesempatan yang pas.Apakah sekarang kesempatan itu.Lagi pula Kaivan mulai memperlihatkan keseriusannya.


Ana menarik nafas dan menghembuskannya secara perlahan.Ia selalu memerlukan energi lebih untuk mengingat masa lalu itu.


"Aku pernah memiliki keluarga bahagia seperti mas dulu."Ana memulai ceritanya.


"Hingga aku berusia 3 tahun orang tuaku bercerai karena ayahku tidak pernah bertanggung jawab menafkahi ibu dan aku."


"singkat cerita mereka sama - sama memiliki kehidupan masing - masing sementara aku yang awalnya memilih tinggal dengan ibu di titipkan pada nenekku.Karena ibu ikut suaminya merantau.Karena alasan kehidupan mereka belum cukup untuk membawaku."


Setiap sore setelah dari pasar yang di mulai subuh ia akan memukul es batu berkarung-karung supaya udang tetap segar harus di timbun es batu yang banyak.


Saat terberat Ana pada masa Ia duduk di sekolah dasar.Pamannya yang baru bercerai dari istrinya karena tak tahan dengan kecanduan narkotika.Memilih menetap di rumah nenek dan kakeknya disanalah neraka Ana di mulai.Saat tengah malam entah karena pengaruh obat - obatan pamannya menyelinap ke kamar Ana dan melakukan pelecehan terhadapnya.


Ana kecil yang ketakutan di ancam akan di bunuh kalau ia berani mengadukan perbuatan pamannya ke nenek atau kakeknya.Beruntung hal itu cuma berlangsung sekali karena pamannya di tangkap pihak kepolisian karena ikut mengedar dan memakai narkotika.

__ADS_1


Ia memang di sekolahkan oleh nenek dan kakeknya tapi tak ayal selalu mendapat makian dari neneknya.Hidupnya cukup keras bahkan ia pernah makan nasi putih tanpa di temani lauk - pauknya.Hanya lelehan air mata yang menemaninya.


Ia cukup dekat dengan kakeknya.Semua kebutuhan sekolah selalu kakeknya sediakan padahal yang ia bantu adalah nenek,sementara kakeknya hanya seorang buruh tani.


Hingga ia kuliah pun tetap kakeknya yang membantu walau tak seberapa.Beruntungnya Ana memiliki otak yang cerdas jadi langganan beasiswa.


Ana menghentikan ceritanya sejenak.Tanpa terasa air matanya mengalir di pipi.Masa lalunya memang seberat itu.Bahkan ia sempat ragu untuk melanjutkan hidup.


\=\=\=\=


holla readers....


kadang hidup emang sebercanda itu untuk orang - orang tertentu.


see you next episode

__ADS_1


__ADS_2