
Kaivan terkekeh pelan saat situasi mulai memanas.Pamannya yang awal mula terpancing kembali duduk dengan tenang.
Ia menatap sinis ke arah Mariska yang terlihat tidak melakukan kesalahan apapun.whats wrong with her brain?? saat jelas - jelas Kaivan memperkenalkan Ana sebagai kekasih dan ada di sampingnya saat ini.Sampai - sampai di berniat menjodohkan Kaivan dengan perempuan lain.
"Aahh...maaf.sepertinyaa harapan anda tidak akan pernah terkabul."Kaivan tersenyum lebar.Ia mengangkat ngenggaman tangan di bawah meja dan memperlihatkan cincin yang tersemat di jari manis kekasihnya itu.
"Aku sudah melamarnya.Bahkan satu Minggu sebelum acara pertunangan anakmu."Kaivan menikmati ekspresi terkejut ibu dan anak itu.
Putri Hutama terlihat menggeram di tempatnya.wanita itu merasa kecolongan.Kenapa dari tadi ia tak memperhatikan cincin di jari manis wanita sialan itu.
Ana yang diam saja memperhatikan ekspresi Valarie yang terlihat biasa saja.Wanita itu terlihat tenang.
"Maaf ya Valarie,seharusnya om mencegah Tante menjodohkan kalian.Dia..."Paman Petra menunjuk dagu ke arah istrinya."tidak mengetahui kalau Kaivan sudah memiliki tunangan."
Valarie hanya tersenyum simpul."tidak apa - apa om.saya datang karena di undang bukan untuk mengacau."
Kaivan tersenyum sinis.Ia kenal siapa Valarie Kusuma.Beberapa kali mereka bertemu di acara - acara tertentu.Wanita ini tipe yang penurut.Semua hal yang ia gunakan,ia kerjakan,bahkan yang ia makan sudah di atur oleh orang tuanya.Sungguh hidup yang terkekang bukan?
__ADS_1
Pasti wanita itu juga terpaksa menerima hal gila ini karena kerjasama Mariska dan orang tuanya.
"Apa yang kamu pikirkan melamar wanita yang tak jelas asal - usulnya ini."Mariska kembali berbicara setelah menguasai keterkejutannya.
"Kamu tau,selain pintar,sopan,cantik,dan ia bersih.Menikahi Valarie Kusuma adalah hal yang benar - benar bagus untuk kita di bandingkan dengan wanita ini."
"wow..."Kaivan berdecak pelan."sepertinya anda melakukan riset dengan baik ya."
"aku juga memikirkan keuntungan perusahaan."jawab Mariska santai.Ia kembali bersandar ke kursi meja makan.
"berbicara soal ke untungan perusahaan "Kaivan menatap ke arah Putri yang terlihat menikmati pertunjukan yang di ciptakan ibunya."Aku akan memecat Putri Hutama dari perusahaanku."
Kaivan menyeringai sebelum menjawab."Seharusnya kamu berpikir sebelum menggelapkan uang perusahaan.maaf paman detailnya akan ku kirim besok."
Paman Kaivan hanya bisa mengangguk karena ia sempat mendapat laporan di duga terjadi kecurangan yang di lakukan anaknya.
"KIA...APA MAKSUDMU "Putri berteriak histeris.Ia merasa sudah melakukannya secara rapih bagaiman bisa ketahuan seperti ini.
__ADS_1
"Seharusnya kamu berpikir ribuan kali sebelum mengusik wanitaku."Kaivan berdiri dan membawa Ana pergi dari sana segera.Sebelum wanita itu lebih banyak mendengar ocehan tak jelas ibu dan anak itu.
Tanpa kata - kata lagi Kaivan membawa Ana pergi dari kediaman Hutama.tak memperdulikan panggilan Mariska atau tangisan Putri lagi.
Di dalam mobil tak ada yang membuka percakapan di antar mereka.Kaivan menyetir sambil menatap lurus ke depan sementara Ana memilih menatap keluar jendela.Walaupun sesekali ia melirik kearah Kaivan.
Ia mendapati Kaivan yang memegang kemudi mobil dengan erat hingga memperlihatkan pembuluh darahnya dengan jelas.
Ana menyentuh tangan Kaivan yang membuat pria itu lansung menoleh padanya "are you okay ?"
Bukankah seharusnya Kaivan yang bertanya seperti itu.Kaivan menggeleng pelan.Ia masih tak habis pikir dengan tingkah Mariska.
"aku gak ngerti apa yang ada di pikiran wanita itu...kenapa ia berniat menjodohkan aku pada wanita lain sementara ada kamu di sisiku."
"it's okay mas "Ana juga tak tau apa yang ada di benak bibi Kaivan tersebut."selama kamu masih di sini dan memilih aku.semua akan baik - baik saja mas."
\=\=\=\=
__ADS_1
holla readerss...
see you next episode.