
Kaivan menemui Jericho dan seorang pria berbadan besar di depan sebuah ruangan rawat di sebuah rumah sakit.
"wanita itu berada di ruangan ini."Jericho menunjuk dengan dagunya.
Kaivan menganggukkan kepala lalu segera beranjak masuk.Seorang wanita tengah duduk di atas sebuah ranjang dengan rambut panjang dan kantung mata menghitam.
"selamat malam,stela ?"Sapa Kaivan singkat.
Wanita itu menatapnya dengan tatapan kosong.Ia kembali menunduk sambil memilih baju rumah sakitnya.
"Dia mengidap AIDS setelah menjadi simpanan Bayu Gunandito.Kemungkinan besar pria itu juga mengidap penyakit yang sama."Jelas pria yang bernama Juan Leonan merupakan salah satu tangan kanan Jericho.
Kaivan melipat kedua tangannya di dada."Apa setelah bersama dia, bajingan itu bersama orang lain ?"
Pria kekar itu menggeleng "Setelah mencampakkan wanita ini, dia menjalin hubungan bersama Putri Hutama."
"Kenapa Bayu Gunandito itu membuangnya?"Jericho yang dari tadi hanya mengamati ikut bertanya.
"long story' short,istri Bayu Gunandito 'memberi pelajaran' padanya." Tutur pria itu sambil menunjuk dengan dagu pada wanita yang masih murung itu.
__ADS_1
"Setelah bertemu dengan istrinya,dia jadi Depresi dan di rawat disini."
\=\=\=\=
Ana menoleh saat pintu kamar mandi ruang rawatnya dan terlihat sosok Kaivan keluar dengan wajah segarnya.Pria itu memilih membersihkan diri di sana padahal Ana sudah memintanya untuk pulang.
"Mas,aku mau sampai kapan disini ?"
Kaivan tersenyum mendengar penuturan Ana yang sudah tidak sabar keluar dari rumah sakit.Hari ini hari ketiga dan dokter mengatakan Ana membutuhkan perawatan satu atau dua hari lagi.
"Nanti ya,kita tanya dokter lagi ."Kaivan mengecup keningnya dan duduk di kursi yang berada di samping ranjang.
"Kamu gak kerja mas ?"Ana sudah ingin menanyakan hal itu di hari pertama ia sadar.tapi selalu saja lupa atau waktunya tidak pas.
"mana bisa aku kerja saat kamu terbaring di rumah sakit,sayang."Kaivan menjawil hidung bengir Ana.
"Kalau kamu gak kerja,gimana bayar kamar dan bill rumah sakitnya mas."Seloroh Ana dengan nada bercanda.
"Tenang,mas masih mampu kok."balas Kaivan dengan sama jahilnya "kamu minta satu lantai ini pun mas masih sanggup bayar."
__ADS_1
"kamu udah makan? udah minum obat?"
Ana mengangguk pelan."aku udah makan dan minum obat."Ana menunjuk kearah meja yang tak jauh dari mereka "tadi Ibu bawain kamu makanan mas.Ayo kamu makan dulu sana."
Kaivan terlihat enggan beranjak,Ana lansung pura -pura cemberut."Ayo mas,makan dulu.Jangan sampai kamu juga tumbang karena terlalu sibuk merawat aku."
"oke,oke mas makan dulu ya."Kaivan akhirnya menyerah lalu meraih Tupperware berwarna pink cerah itu.kemudian membuka tutupnya.
"Habisin ya,masakan ibu selalu enak Loh mas."Ana bersandar di tumpukan bantal yang tadi di susun Kaivan.
Kaivan melahap makanan yang memang sangat enak ini.Ia lupa kapan dia makan dengan lahap setelah kecelakaan yang menimpa Ana.Belum lagi sibuk mencari pelaku dan bukti untuk menghancurkan lawan yang bisa di katakan berat itu.
"makannya pelan - pelan dong mas."Ana menyodorkan botol air mineral ke arah Kaivan yang terlihat makan buru - buru.
Melihat tatapan yang sedikit mengintimidasinya Kaivan akhirnya makan dengan perlahan.sepukuh menit kemudian isi Tupperware itu benar - benar tandas.Hal itu membuat Ana tersenyum lega.
\=\=\=\=
holla readerss
__ADS_1
see you next episode