
"Jadi mas sama dia pacaran ?"Ana bertanya setelah mendengar cerita Kaivan tentang Putri.
"cuma pernah berhubungan bukan pacaran." Kaivan menjelaskan apa adanya.Ia terus menggenggam tangan Ana sambil menyetir mobilnya.
" oh "
"kamu tidak cemburu ?" Kaivan menatap Ana sejenak lalu kembali fokus ke jalanan.
"Apa aku perlu cemburu padanya."Ana bertanya polos.
"Dia tahu tentang aku 'lumayan' banyak loh sayang."Kaivan sedikit memprovokasi Ana
"tak apa - apa mas.toh kalian juga tidak bisa bersama kan."Ana tersenyum lembut"tapi sekali dia bertingkah aku akan membuat dia mengerti kalau di dunia ini ada yang namanya batasan."
Kaivan terperangah mendengar ucapan terakhir Ana."wow,kamu ternyata garang juga ya"Kaivan mengacak rambut Ana gemas.
"iihh mas,aku mau ke kantor nih ."Ana cemberut melihat rambutnya sudah tidak rapi lagi.Kaivan hanya terkekeh "ya sudah,sini aku perbaiki."Bukan nya memperbaiki Kaivan tambah mengacak - acak rambut wanitanya.
"MAS.."
Kaivan tertawa keras karena berhasil menjahili Ana.
__ADS_1
"Kamu gak takut dia berusaha ngambil aku dari kamu."Pria yang hari ini terlihat tampan dengan kemeja navy itu mengerling.
"Aku percaya kamu mas.tapi sekali aku tau kamu merespon berarti kamu menginginkan aku pergi.aku tidak ingin menghadapi drama lagi dalam hidupku yang penuh drama ini.dan asal kamu tahu aku penganut monogami aku harap kamu mengerti."
Hening.Kaivan Sampai tak tau harus merespon dengan cara apa."Apa aku boleh mencium mu?"
"apa kamu perlu izinku?" Ana menatap Kaivan yang sejak tadi telah memarkirkan mobilnya.
Tanpa ba bi bu Kaivan mempertemukan bibir mereka.Benda kenyal yang menjadi salah satu candunya.
\=\=\=\=
Malam ini Ana menggunakan floral print tiered dress saat Kaivan menjemputnya di apartment rambutnya ia gerai tetap memiliki kesan anggun.Sejujurnya Ana bingung ingin menggunakan apa karena ia tidak pernah di undang makan malam ke rumah orang lain selain rumah Anya dan pak Amat.
Kaivan menatap penampilan Ana dengan kagum.
"Kita gak janjian kan.kok bisa kompak sih."Ana balas menatap Kaivan yang malam ini menggunakan celana jeans dan kemeja biru senada dengan bajunya.
"Jodoh itu namanya." Pria yang lengan bajunya di gulung hingga ke siku itu membantu Ana masuk ke mobilnya.
Mereka terus mengobrol hal - hal ringan hingga sampai pada sebuah rumah modern minimalis berlantai 2 itu.
__ADS_1
Ana tiba - tiba di serang gugup hingga ia meremas tangannya sendiri.Hal yang sering ia lakukan kalau dalam keadaan gugup seperti ini.
Kaivan yang menyadari kegugupan Ana menggenggam tangan wanita itu lalu mengecupnya."Jika ada hal atau pertanyaan keluarga yang membuat mu tak nyaman.kamu bisa menggenggam tanganku maka aku akan membawamu kabur."
Setelah Ana sedikit tenang Kaivan mengecup pipi wanita itu.Lalu beranjak keluar dan membukakan pintu untu Ana.
Ternyata yang menyambut mereka adalah Putri.wanita itu menggunakan cut out line blend dress itu menatap tajam pada genggaman tangan Kaivan dan Ana.
"Ku pikir kamu tidak berani datang."Ujarnya sinis lalu melangkah masuk meninggalkan kedua orang yang bahkan belum menyentuh undakan tangga.
"apa kamu sudah berubah pikiran?" Kaivan mengeratkan genggaman tangan mereka.
"Apa semua keluargamu sekejam itu?"Ana menatap Kaivan tenang.
"ada seorang lagi yang lebih parah dari dia.tapi yaa bisa di bilang mereka semua licik."Kaivan menuntun Ana memasuki rumah besar itu.
"selamat datang di keluarga Hutama,sayang."Kaivan mencuri satu kecupan.
\=\=\=\=
holla readersss...
__ADS_1
kira - kira siapa ya yang Kaivan maksud???
see you next episode