
Suara tawa beberapa perempuan dan laki - laki membuat Kaivan menoleh ke sumber suara.Ia mendapati 3 perempuan dan 2 laki - laki keluar dari lift.
"Jadi mau makan siang dimana?"
"di mall seberang aja gimana pak."Mila memberikan saran.
"boleh.dimana enaknya saja."
Saat rombongannya mengarah pintu keluar.Ana menyadari keberadaan Kaivan yang kini tengah menatapnya lekat - lekat.
Anya yang menyadari hal tersebut lansung menyikut Mila "Sepertinya kita makan hanya berempat pak."
"Lho !! kenapa ??" Pria yang lebih tua 5 tahun dari mereka mengernyit heran.
"itu,Ana udah di jemput pacarnya untuk makan siang,pak."
Ana menatap Anya yang tersenyum penuh arti padanya.'terima kasihnya nanti ya'.
Kaivan yang mendengar Anya membicarakannya lansung berdiri dan mengambil bunga yang ia letakkan di sebelahnya.
"wah,saya kira Ana jomblo." Pak Indra bergumam pelan sambil menatap ke arah Kaivan.Tapi pria itu 'cukup' dengar tiap perkataannya.
"aahh Pak Kaivan.ini Pak Indra maneger keuangan dan Ini Pak Kaivan,kekasih Ana."Anya bergerak sebagai juru bicara saat ini.
"Kaivan"
__ADS_1
"Indra Sutomo"
Kaivan tersenyum mendengar pria itu menyebut nama belakangnya.Walaupun perkenalannya singkat tapi tatapan keduanya saling menilai satu sama lain.
"mas,kamu udah kenalkan Sama teman - teman aku.Anya,Mila dan Iyan."Ana mendekat dan memperkenalkan teman- temannya yang biasa hanya nama dan tingkah mereka yang ia dengar saat Ana bercerita.
"Salam kenal semuanya."Kaivan menyalami teman - teman Ana satu persatu.
"ya udah.yuk pak."Anya mengajak yang lainnya untuk segera pergi meninggalkan Ana dan Kaivan yang berdiri bersisian.
"ini buat kamu" Kaivan menyerahkan bunganya "Mau di taruh di ruangan mu dulu atau aku bantu bawain sambil kita makan siang."
Ana mengernyit setelah ia menerima bunga tersebut dan mencium wanginya.Seakan mengerti maksud ekspresi Ana Kaivan terkekeh "Biar kamu gak repot sayang."
"ya udah,aku taruh dulu aja."
Sesampainya di lantai ruangannya berada Ana meletakan bunga dan menatap bunga pemberian Kaivan lainnya yang sudah layu bahkan mengering."benar - benar seperti taman bunga."
Walau mereka sudah memutuskan untuk bersama kembali namun kebiasaan gila Kaivan yang mengiriminya bunga dan cemilan tidak berubah.Jam pengirimannya pun jarang ada yang meleset.
Selang beberapa saat ia turun dan mendapati Kaivan yang masih berdiri di posisi yang sama.
"ayo mas,mau makan dimana kita."Ana melangkah mendekat kemudian tangannya lansung di genggam Kaivan.
"Kamu ada yang ingin di makan gak ?" Pria itu membukakan pintu mobil dan memastikan Ana duduk dengan nyaman sebelum ia pindah ke pintu kemudi.
__ADS_1
"aku mau makan apa aja asalkan enak."
Kaivan tertawa lalu mengacak rambut Ana gemas.Makanan tetap jadi kesukaan wanitanya.
\=\=\=\=
Cafe yang mereka datangi hari ini tidak terlalu ramai.saat keduanya telah duduk dan memesan makanan.
"Aku ada meeting di dekat kantor kamu setelah ini,makanya aku punya kesempatan mengajak makan siang bareng."
"kok gak ngabarin aku dulu sihh." Ana cemberut
"surprise sayang." Kaivan tersenyum mengusap pipi Ana dengan sayang.
Wajah cemberut Ana lansung berganti dengan wajah berbinar menatap makanan yang di sajikan oleh pelayan.
Mereka pun makan dalam diam sambil sekali - kali curi pandang dan tersenyum.Setiap ia bersama Kaivan Ana selalu merasa nyaman walau hanya dalam keheningan.
"Sepertinya manager keuangan itu tertarik kepada kekasihku."sambil membersihkan sudut bibir Ana yang tersisa makanan dengan ibu jarinya.
Lalu tanpa rasa jijik ia menjilat ibu jarinya dan tersenyum lebar.Ana hanya bisa melongo melihat tindakan Kaivan yang tidak bisa diprediksi itu.
\=\=\=\=
holla readersss ...
__ADS_1
Mas Kai cemburu ke Indra nih..
see you next episode