
Karena acara pestanya berakhir kacau.Jadilah Kaivan dan Ana makan McD di atas kap mobil Kiavan di taman kota.Ana sangat kelaparan dan tak peduli dengan menjaga image saat makan burger dengan begitu lahap.
Hal itu lah yang menarik perhatian Kaivan yang dengan sigap membersihkan bekas makanan di pinggir bibir Ana.
"Jadi kekacauan pesta tadi ulah Mas Kai ?" siara Ana agak teredam karena ada makanan dalam mulutnya.
Kaivan terkekeh pelan sambil menyodorkan sebotol air kepada Ana." telan dulu makanannya sayang,nanti kamu tersedak ."
Ana meminum airnya dengan perlahan setelah menelan makanan di dalam mulutnya.
"iya, dan tidak ."
"maksud Mas ?"
"iya karena orang - orang ku yang memberikan bukti atas keterlibatan Xander dalam transaksi obat - obatan terlarang itu.Tidak,karena Xander yang membuat kehebohan dengan perbuatannya sendiri."Kaivan merapikan rambut Ana yang tertiup angin.
"Kenapa mas melakukannya."
"itu balasan dari perbuatannya yang berani memasukan obat perangsang di minuman mu waktu itu."Kaivan menggenggam tangan Ana setelah gadis itu membersihkan bekas makanan mereka.
"kamu tau sayang,sebelumnya aku tidak pernah memperdulikan apapun yang di lakukan pacar - pacar aku sebelumnya." ujar Kaivan.
"bahkan ada pacarku yang tidur dengan pria lain setelah tidur denganku."
"Haaa...." Ana cukup terkejut dengan pernyataan itu.
Kaivan terkekeh lagi.'" ini Jakarta sayang.tapi setelahnya aku tinggalkan karena dia terlalu egois ingin memiliki dua pria di hidupnya."
"aku tidak tau harus menanggapinya seperti apa.Setelah apa yang menimpaku di masa lalu,aku menjauhi yang namanya hubungan lawan jenis.Sebenarnya,kamu pacar pertamaku mas."Ana menjawab dengan malu - malu
"oh ya...sebuah kehormatan menjadi pacar pertamamu ." Kaivan memeluk Ana dari belakang.Mereka menatap langit malam dalam diam.
__ADS_1
"aku merindukan kebersamaan kita." tiba - tiba Kaivan berbisik.
Wajah Ana berubah merah karena malu.Aahh ingatan tentang malam itu terlintas lagi.Ia ingat betapa agresifnya ia saat di pengaruhi obat perangsang sialan itu.Dan Kaivan bisa mengimbangi dengan baik sehingga ia merasa terpuaskan.
"Kenapa wajahmu merah sayang,jangan bilang kamu membayangkan malam panas kita waktu itu."Kaivan berujar sambil menangkup pipi Ana dengan tangan besarnya.
Ana membenamkan wajahnya ke dada Kaivan karena sangat malu dengan ucapan frontal Kaivan."jangan mengatakannya lagi.Aku malu ."
Kaivan tertawa keras sampai bahunya berguncang."kapan kita bisa mengulanginya lagi ?" Ana hanya menggeleng di dada Kaivan
"Apa kamu tidak mau mengulanginya lagi,sayang?"
"aku masih butuh waktu ."jawab Ana polos
"baiklah,setidaknya beri aku sebuah ciuman." Kaivan menegakan kepala Ana dan mulai mendekatkan kepalanya.
Ana memejamkan matanya mulai menikmati ciuman Kaivan.Kaivan ******* bibir Ana dengan sedikit rakus membuat Ana mendesah.Ciuman itu basah,panas dan menuntut.
\=\=\=\=
"Mass....stop ! tolong berhenti disini " tiba - tiba Ana mengejutkan Kaivan.
Tanpa menunggu tanggapan Kaivan,Ana berlari keluar setelah Kaivan menghentikan mobilnya.
"sayang.... Yaya..." Kaivan mencoba mengejar Ana.Namun Ana sudah memasuki warung pecal lele yang 'terlihat' ramai.
Saat Kaivan tiba ia melihat keributan preman yang menghajar tukang pecel lele dan Ana yang memeluk seorang wanita.
" ada apa ini ??" tanya Kaivan seketika menghentikan perkelahian itu.
"siapa lo ? berani - beraninya ikut campur urusan orang ." ucap salah satu preman.
__ADS_1
"gue bukan siapa - siapa,tapi kenapa kalian menghajar Bapak ini ?" Kaivan membuka jasnya.
"karena nih orang tua belagu,makan dua piring doang minta bayaran ".Preman yang satunya lagi tidak terima.
"oh jadi kalian tidak punya uang untuk membayar ."Kaivan mulai mengerti situasinya
"banyak bacot Lo !!" kedua preman itu siap menghajar Kaivan.Namun,mereka salah Kaivan menguasai beberapa ilmu bela diri.
Ia dengan mudah mengalahkan dua preman gadungan itu.Kaivan menarik salah satu baju preman yang babak belur karenanya. " kalau tidak punya uang untuk makan,kerja !! jangan berani memukul orang yang tidak bersalah.Awas kalau gue sampe liat muka lu berdua lagi."Lalu ia menghempaskan preman itu.Mereka segera lari terbirit - birit.
"Terima kasih nak." ujar Bapak pemilik warung pecel lele tadi
"Bapak tidak apa - apa? apa perlu kita kerumah sakit ."tanya Kaivan
"ahh bapak baik - baik saja nantik juga bisa di obati di rumah."
"Terima kasih Kaivan,kamu udah bantuin bapak dan ibu ." Ana masih berusaha menenangkan wanita yang di panggilnya ibu.
"Siapa pemuda ini nduk? " tanya si wanita " lalu kamu dari mana,memakai pakaian seperti ini ?"
Ana hanya tersenyum dan berusaha membantu ibu itu duduk di kursi plastik.
Kaivan jadi penasaran,siapa dua orang yang terlihat dekat dengan Ana? tidak mungkin kedua orang tuanya kan?
\=\=\=\=
hayoooo siapa kedua orang tersebut...
othor juga penasaran Mas Kai heheheh...
follow IG othor @wewe_n19
__ADS_1
see you next episode