
Hening menyelimuti mereka saat sudah di dalam mobil.Kaivan tampak tenang menyetir mobil dengan sebelah tangan tetap menggenggam tangan Ana.
Ana ingin bertanya pun ia urungkan karena tak ingin mengganggu Kaivan.Ana menghela nafas dan menatap keluar jendela.
"Jangan terlalu memikirkan perkataan mereka.Cukup kamu percaya padaku."Ana menoleh saat mendengar penuturan Kaivan.
"Memangnya apa yang bisa aku lakukan selain percaya padamu."Perkataan Ana membuat Kaivan menoleh sejenak dari kemudinya.
"Good girl.tapi aku harap kamu tidak berkecil hati.Mereka tidak seperti yang kamu pikirkan."
"memangnya apa yang aku pikirkan tentang mereka?"
"mungkin,kamu beranggapan mereka wanita berkelas,atau sejenisnya."Kaivan mengangkat bahunya."intinya mereka jauh dari kata baik sayang,suatu hari kamu akan mengetahuinya.Tapi aku gak akan membiarkan mereka mengganggu mu lagi."
"Jika aku harus melawan semesta pun,akan aku lakukan."Ana sedikit termangu mendengar ucapan Kaivan itu.
Kaivan terlihat sangat tidak menyukai keluarganya.Ada apa dengan keluarga Hutama ini? mereka sangat berkecukupan tapi terlihat saling membenci.
\=\=\=\=
Kaivan menuju club' the one milik Auriga setelah mengantar Ana pulang dengan selamat.
Ia butuh meredamkan sesuatu di dalam dirinya setelah bertemu wanita sialan tadi.
Ia bisa menahannya jika itu bersama Ana tapi jika tidak ada gadis itu entah apa yang Kaivan bisa lakukan.
"Jericho belum datang?" Ia bertanya pada Auriga yang terlihat serius membaca berkas - berkas di meja kerjanya.
__ADS_1
"Masih di perjalanan ."Tetap fokus pada kertas - kertas itu.
Kaivan menyandarkan dirinya ke sandaran sofa empuk di ruang kerja Auriga.Ia memijit pelipisnya.Ketukan pintu bahkan tak membuat ia mengubah posisinya.Pramusaji masuk membawa minuman yang di pesan Auriga dengan pakaian super ketat dan sedikit centil.Ia berusaha menarik perhatian Kaivan dengan sengaja memperlihatkan belahan gundukan kembarnya.
Auriga menyipitkan matanya melihat tingkah pramusaji itu."Siapa namamu? aku baru melihatmu hari ini?"
"saya melodi pak.Saya baru bekerja hari ini."Dengan suara yang mendayu ia menjawab Auriga sesekali tetap mencuri pandang pada Kaivan.
"Disini ada peraturan tidak tertulis melodi.Jangan berusaha menggangu kalau tidak di pinta.Apa lagi pada sahabat saya.saya mempekerjakan kalian semua secara profesional jika ingin menjadi murahan menjauh dari club' saya."Auriga berkata tajam hingga membuat wanita itu terjingkat.Ia cukup tau maksud wanita itu jadi sebelum menimbulkan masalah lebih baik ia tangani secepatnya.
"Kali ini saya maafkan karena 'mungkin' maneger di sini belum memberi tahu kamu.Tapi tidak ada lain kali."Auriga mengibaskan tangannya tanda ia menyuruh gadis itu keluar.
Pramusaji itu segera angkat kaki dari sana dengan wajah yang pucat.Hari pertamanya sudah dapat teguran dari bos tapi ia memang tidak bisa menahan diri mencoba menggoda pria tampan di atas sofa tadi.
Kaivan membuka matanya setelah mendengar pintu tertutup."hhmm Lo bisa tegas juga ya."
Kaivan hanya mengangkat bahunya acuh.Ia cukup tau seserius apa Auriga menjalankan bisnis yang ia bangun sendiri tanpa bantuan dari orang tuanya.Padahal Jika Auriga ingin ia bisa lansung menjadi CEO di perusahaan Furnitur milik keluarganya.
Jericho membuka pintu sambil menanggalkan dasi yang terus mencekik lehernya dari pagi.
Ia menghempaskan dirinya di single sofa tanpa memperdulikan sahabat yang menatapnya.
"Akhirnya bujang paling di cari ini tiba."Auriga tersenyum mengejek.
"shut your fucking mouth dude !!" ucapnya lelah.
"wow calm down bro calm down." sambil terkekeh Auriga bergabung dengan sahabat nya.
__ADS_1
"gue butuh orang - orang Lo mengawasi mariska dan Putri."ujar Kaivan tanpa basa - basi lagi.
Sontak Jericho dan Auriga menatapnya.
"Gua takut mereka mengusik Ana.Jika terjadi sesuatu dengan Ana dan itu karena mereka gue gak akan tinggal diam lagi."
"Wow akhirnya Lo mau bertindak juga setelah sekian lama ya." Auriga bertepuk tangan heboh.
"Ok.bisa gue urus.Gak sekalian Lo butuh penjagaan untuk cewek Lo."
"hanya dari kejauhan.mendekat jika ada yang berbahaya atau yang mencurigakan."Kaivan menyesap minumannya perlahan.
Jericho menganggukkan kepala sambil mengetikan sesuatu ke ponselnya.
"Bulan depan Gue nikah."
"uuhhuukk" Kaivan tersedak saat mendengar ucapan Auriga tersebut.
Jericho terjingkat hingga gadgetnya mencium lantai.
\=\=\=\=
holla readersss...
udah mau sold out satu dan yang paling brengsek pula hehehehe
see you next episode
__ADS_1